Umumnya, siput dikenal karena memiliki cangkang melingkar yang besar dan keras. Namun, jangan keliru, sebenarnya terdapat pula siput tanpa cangkang. Salah satu jenis tersebut disebut sebagai siput nudibranch.
Arion ater
Atau siput hitam. Berbeda dengan siput berlapis kerutan, siput hitam dan jenis-jenis siput tanpa lapisan keras memiliki tubuh yang memanjang, tipis, dan tidak dapat menarik diri sepenuhnya ketika merasa terancam.
Namun demikian, jangan pernah meremehkan makhluk bersel satu ini sebab masih terdapat berbagai hal unik pada dirinya. Misalnya saja, siput hitam adalah hewankuat aktivitas utama mereka dilakukan saat malam hari. Spesies moluska ini mampu memproduksi tiga macam lendir dengan fungsi khusus masing-masing. Yang menarik lagi, meski berbadan kecil, ternyata ia termasuk dalam kelompok spesies asing pengganggu loh. Mari kita kupas lebih lanjut tentang seluruh fakta tersebut!
1. Adalah sejenis siput tidak bercangkerak yang memiliki warna hitam
Dilansir
Britannica,
Siput tanpa cangkang termasuk dalam kategori Gastropoda dengan karakteristik cangkang yang amat minim, tersembunyi di dalam tubuh, atau bahkan tidak ada sama sekali. Siput hitam adalah contoh dari kelompok ini. Mirip dengan ragam spesies lainnya, siput hitam juga mempunyai bentuk tubuh yang panjang dan tipis. Ukuran paling besar bisa mencapai antara 10 hingga 15 sentimeter. Dalam aspek warna, siput hitam pada umunya menunjukkan dua variasi utama yakni biru-hitam serta coklat keemasan. Variasi perubahan warna itu dapat dipicu oleh faktor-faktor tertentu misalnya proses perkembangan usia.
2. Mushroom dan bangkai menjadi sumber makanan utama bagi mereka.
Laman
Animal Diversity Web
Menjabarkan bahwa siput hitam termasuk dalam kelompok omnivora. Sebagai makhluk omnivor, mereka dapat menelan apa saja, baik itu jamur, tanaman, serangga, cacing, sisasisa organisme lainnya, bahkan bangkai hewani. Ketika makan, siput tersebut bergantung pada gigitannya yang tajam untuk melarutkan serta melepaskan bermacam-macam materi makanan. Saat melakukan perburuan, siput ini hanya bergerak lambat sambil mencari nutrisinya. Mereka tidak bereaksi dengan cepat, panik, ataupun menggunakan metode rumit ketika sedang menjalankan aktivitas pencarian makanan di habitat aslinya.
3. Merupakan jenis yang mengganggu bagi ekosistem Australia
Pada saat ini, siput hitam dapat dijumpai di tiga lokasi yakni Eropa, Amerika Utara, serta Australia, demikian terangkum.
GBIF.
Menariknya, habitat asli dari hewan tersebut hanya terbatas pada area Eropa dengan iklim sejuk dan lembab. Sementara itu, di benua Australia dan Amerika Serikat, ia justru menjadi jenis liar yang mengganggu dan dapat membahayakan keseimbangan ekosistem setempat. Bisa jadi, kepindahan siput ke arah sana disebabkan oleh intervensi manusia melalui eksplorasi, petualangan, ataupun aktifitas dagang.
Sebagai spesies asing, siput hitam turut menyebabkan kerusakan pada lingkungan serta gangguan dalam keseimbangan ekosistem. Selain itu, organisme ini dapat mentransmisikan penyakit dan membinasakan makhluk hidup lainnya. Tambahan pula, binatang tersebut umumnya dikenal sebagai perusak yang meresahkan. Oleh karena itu, upaya pengendaliannya dilakukan secara rutin melalui metode-metode tertentu termasuk memberi racun menggunakan senyawa-senyawa kimia atau pun menerapkankan musuh alami seperti parasit dan pemangsanya.
4. Sangat sibuk di waktu malam
Seperti kebanyakan siput, siput hitam adalah hewani yang aktif di waktu malam dan tidur saat siang hari, dengan jelas terlihat aktivitasnya ketika gelap.
iNaturalist.
Pada waktu siang, dia hanya akan menyembunyikan diri di antara celah-celah bebatuan atau di balik daun-daun kering yang layu. Tidak hanya itu, moluska ini sungguh enggan untuk bertemu dengan cahaya matahari. Secara maksimal, dia bakal menjauhi paparan langsung sang surya dan tidak ingin tersentuh olehnya. Meski begitu, jika ada aktivitas pada siang hari, hal tersebut baru dilakukan ketika langit tengah mendung. Ketika melakukan pergerakan, dia dapat merambani segala tempat, baik itu hutan, padang belantina, zona lembab, dahan-dahan tinggi, taman rumah, bahkan mencapai wilayah permukiman manusia.
5. Dapat memproduksi tiga macam lendir yang beragam
Laman
Atlas of Living Australia
Menjabarkan bahwa siput hitam dapat memproduksi tiga macam lendir dengan karakteristik unik. Selain itu, setiap jenis lendir ini memiliki peran serta fungsinya sendiri-sendiri. Yang pertama adalah lendir halus yang dikeluarkannya untuk menutupi permukaan lateral badannya. Lendir kedua lebih kental gunanya sebagai alat bantu dalam gerakan siput tersebut.
Berikutnya, tipe lendir itu dipergunakan sebagai metode untuk menjauhkan dan melindungi diri dari pemangsa. Secara spesifik, lendir ini menyebabkan pemangsanya merasakan kesulitan dalam proses memakan serta mengejar siput tersebut. Rasanya yang tidak sedap turut berperan dalam pengurangan selera makan para pemangsa. Tambahan pula, beberapa contoh pemangsa pada siput antara lain adalah burung, tikus, katak, landak, kumbang, dan ular.
Meskipun tidak memiliki cangkang, siput hitam sebenarnya merupakan hewan yang istimewa dibandingkan dengan siput-siput lainnya. Justru tanpa adanya cangkang tersebut, siput hitam terbukti dapat menghasilkan bermacam-macam lendir serta mampu memakan apa pun dan berkembangs biak di mana saja. Bahkan, mereka juga dikenal sebagai spesies pengganggu. Hewan ini membuktikan bahwa kita harus melihat makhluk hidup secara mendalam daripada hanya mengevaluasi berdasarkan tampilan luar atau ukuran fisik semata.