Tampilkan postingan dengan label community. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label community. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2025

Bazar Raya: Pesta Promo untuk Produk Lokal Belitung

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Sore hari yang cerah di Pantai Tanjung Pendam menyaksikan kesibukan peresmian Bazar Raya 2025, pada Rabu (9/4).

Warga datang bergelombang untuk menikmati berbagai jenis makanan dan barang UKM Belitung yang tersusun dengan rapi di bawah deretan tenda.

Acara bazaar tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Belitung Syamsir serta Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Ferani. Mereka berdua mengekspresikan dukungannya sepenuhnya atas langkah para pebisnis UMKM dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

Dengan mengambil nama Bazar Raya, acara ini diselenggarakan setelah masa liburan Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat bertemu kembali dan juga sebagai platform bagi produk-produk lokal dalam mendongkrak penjualan mereka.

Pemimpin Komite, Sutarno, menyatakan bahwa bazaar ini dihadiri sebanyak 90 pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang datang dari beragam lini bisnis.

"Terdapat 90 pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini dijalankan oleh para pengusaha UMKM sendiri, sementara kita dari Komunitas Mampu Food Court bekerja sama dengan PLUT KUMKM," jelas Sutarno.

Barang-barang yang ditawarkan sangat bervariasi, mulai dari camilan modern, minuman seger, hidangan utama, sampai oleh-oleh khas Belitung.

Pengunjung tidak hanya bisa berbelanja, tetapi juga akan dimanjakan dengan hiburan musik serta pertunjukkan kuda lumping yang telah direncanakan untuk tiap malam sepanjang durasi acara tersebut.

Akan ada acara yang berjalan sampai Minggu (13/4). Acaranya dibuka dari jam 14.00 dan tutup pada malam harinya tiap hari.

Pada hari pertama acara bazaar, tempat tersebut sangat padat, menggambarkan semangat masyarakat yang luar biasa.

Panitia juga mengharapkan bahwa acara ini bisa mendorong pertumbuhan pendapatan bagi para pemain UMKM dan pada gilirannya akan memperkokoh sistem ekonomi kreatif di Belitung. (del)

Jumat, 20 Juni 2025

Rangkuman Lengkap Acara Perayaan Hari Jadi Kota Madiun yang Ke-107 Tahun 2025: Dari Konser Musik sampai Lomba Olahraga

JURNAL NGAWI – Untuk merayakan Ulang Tahun Ke-107, Pemerintah Kota Madiun menyajikan berbagai acara istimewa yang akan diadakan dari akhir Mei sampai pertengahan Juli tahun 2025.

Acara ini meliputi konser musik, pawai budaya, pertandingan olahraga, serta hiburan masyarakat yang terdistribusi di beberapa lokasi penting sepanjang kota Madiun.

Menurut informasi yang diterima dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun, berikut adalah rangkaian acara penuh untuk peringatan HUT ke-107 Kota Madiun pada tahun 2025:

Rencana Acara Ulang Tahun Kota Madiun 2025

  • 1–30 Juni: Pencabutan Denda dan Sanksi Administrasi untuk Pajak Daerah

  • 28 Mei–1 Juni: Eksplorasi Madiun Overland (Dimulai dari PSC - Berakhir di Taman Bantaran)

  • 30 Mei–1 Juni: Pertandingan Drumband Kapolresta Cup Tahun 2025 (Gor Stadion Wilis)

  • 31 Mei: Kilau Raya MNCTV 2025 (Stadion Wilis, pukul 07.00–22.00 Waktu Indonesia Barat)

  • 3 Juni: Diskusi Budaya (Zona Lapangan Sepak Bola Wilis, Pukul 18:00 Waktu Indonesia Bagian Barat)

  • 7–9 Juni: Cup Pertandingan Sepak Bola Walikota (Stadion Wilis, 07.00 WIB hingga selesai)

  • 7–8 Juni: Pertandingan Tunggal Walikota Cup (Zona Stadion Wilis)

  • 12 Juni: Medhioen Sunatan (Rumah Dinas Walikota, Pukul 08.00 WIB)

  • 18 Juni: Medhioen Mantu (Rumah Dinas Walikota, pukul 08.00 WIB)

  • 19 Juni: Ziarah ke Makam Kuno Kuncen & Taman (07.00 WIB)

  • 19 Juni: Kenduri Akbar (Balai Kota Madiun, pukul 19.00 WIB)

  • 20 Juni:

    1. Peringatan Ulang Tahun Ke-107 (Alun-Alun Kota Madiun, Pukul 07.00 WIB)

    2. Pawai Marching Band (Dimulai dari PSC – Berakhir di SMPN 2, pukul 14:00 WIB)

  • 20–22 Juni: Madiun Kreatif Fest 2025 (PBC, dimulai pukul 16.00 WIB)

  • 21 Juni: Yoga International (PBC, pukul 06.00 WIB)

  • 21–22 Juni: Kompetisi Keahlian Marching Band Se-Jawa Timur (Stadion Wilis)

  • 27 Juni: Wayang Kulit pada Perayaan Ulang Tahun Kota (Balai Kota, 19.00 Waktu Indonesia Barat)

  • 27–29 Juni:

    1. Ngumbar Gerak (PBC, pukul 15.00 WIB)

    2. Gelar Kriya Wastra 2025 (PBC, pukul 15.00 WIB)

  • 28 Juni–5 Juli: Porprov 2025 (Kawasan Malang Raya, Jawa Timur)

  • 5–6 Juli: Madiun Rocktrain Fest (PBC, 15.00 WIB)

  • 9–13 Juli: Piala Walikota Basket 2025 (Gor Wilis, pukul 09.00 WIB hingga selesai)

  • 12–13 Juli: Rockmination 2025 (Stadion Wilis, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai)

  • 13 Juli: Madiun Running Fest 2025 (Dimulai dari PSC, pukul 05.30 WIB)

  • 19 Juli: Kompetisi Seni Pertarungan Perorangan Wanita (Gor Wilis, mulai pukul 07.00 hingga selesai)

Keberaneka ragaman dan Kekayaan warna lokal di Madiun

Serangkaan acara tersebut menguatkan jati diri budaya serta kreativitas warga Madiun, sambil membuat tempat bagi partisipasi publik, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kelompok seni, dan siswa sekolah.

Bukan sekadar acara lokal, Peringatan Hari Jadi Kota Madiun tahun 2025 pun menjelma sebagai magnet pariwisata yang berpotensi menarik banyak tamu dari luar kawasan setempat.

Untuk penduduk maupun pelancong yang berminat bergabung, harap catat tanggal-tanggal penting tersebut supaya tidak ketinggalan acara favorit Anda. ***

Jumat, 13 Juni 2025

KOORDINASI OLAHRAGA Lampung Minta Tokoh Atlet Berperan dalam Pemilihan Ketua Umum 2025-2029

LAMPUNG INSIDER— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Propinsi Lampung telah memulai penerimaan nama-nama calon ketua umum untuk masa jabatan tahun 2025 hingga 2029. Tahap seleksi ini sudah dijalankan sejak saat ini. 10 sampai 12 Juni 2025 , di Kantor KONI Lampung, Way Halim.

Kepala Tim Pencarian dan Seleksi (TPS) Supriyadi Alfian ,didampingi oleh Sekretaris Ahmad Amrullah dan Ketua OC Nazwar Basyuni, menegaskan bahwa proses ini adalah sesuai dengan ketentuan dalam Surat Keputusan (SK) Plt. Ketua Umum KONI Lampung Nomor 025 Tahun 2025.

Pendaftaran ini dibuka untuk semua orang yang memenuhi kriteria dan memiliki catatan prestasi dalam bidang olahraga. Keterbukaan merupakan landasan penting bagi kami. "agar proses ini tetap inklusif dan terbuka," kata Supriyadi, pada hari Kamis (5/6/2025), dalam ruangan Humas KONI Lampung.

Mencari Pemimpin Olahraga Visioner

KONI Lampung telah mengundang para tokoh dari dunia olahraga, profesional di bidangnya, serta masyarakat penyuka olahraga lokal agar turut ambil bagian dalam tahap penyeleksian ini. "Tujuan kami bukan sekadar menemukan seorang Ketua; melainkan kita sedang mencari seseorang yang dapat menjadi pemimpin," demikian keterangan mereka. terpercaya, dengan visi yang jelas, serta berkomitmen sungguh-sunguh pada pengembangan atlet dan perkembangan cabang olahraga di Lampung ,” lanjut Supriyadi.

Dia menyebutkan bahwa kepemimpinan KONI di masa mendatang diharapkan dapat mendorong Lampung menjadi kekuatan terbaru dalam arena olahraga nasional dan juga mengubah dunia olahraga menjadi suatu hal yang lebih baik. instrumen penyatu dan kebanggan warga masyarakat.

Rangkaian Tahapan Penjaringan:

  1. Pengumuman Penjaringan : 5 Juni 2025
  2. Pengambilan Formulir : 10–12 Juni 2025
  3. Pengembalian Berkas : 13–16 Juni 2025
  4. Verifikasi Berkas : 17–18 Juni 2025
  5. Perbaikan Berkas : 19–20 Juni 2025
  6. Pleno Penetapan Calon : 21–22 Juni 2025
  7. Periode Damai dan Kesiapsiagaan untuk Musorproblub : 23–25 Juni 2025
  8. Pelaksanaan Musorproblub KONI Lampung : 26 Juni 2025

TPP terdiri dari kelompok lima individu yang meliputi Supriyadi Alfian sebagai Ketua, Ahmad Amrullah berperan sebagai Sekretaris, diikuti oleh tiga anggota lainnya yaitu Adi Kurniawan, Hannissa Dian Aprilia, dan Rommy Rianta Putra. ***

Jumat, 21 Maret 2025

Jalan Penting di Penkase Oeleta Kecamatan Alak, Kupang, Mengalami Kerusakan Berat

Laporan Jurnalis, Petrus Chrisantus Gonsales

, KUPANG - Jalan B Lasbaun yang terletak di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang mengalami kerusakan berat.

Panjang jalan kira-kira 100 meter tersebut ditinggalkan selama bertahun-tahun hanya berupa tanah dan bebatuan karang.

Warga yang bertempat di Jalan B Lasbaun mengalami ketidaknyamanan saat melewati jalan itu.

Seorang penduduk lokal bernama Nurhayati Syaharia menyatakan bahwa dia merasa kurang nyaman ketika melintasi jalanan yang rusak itu, entah berjalan kaki atau pun naik sepeda motor.

Nurhayati mengatakan pada hari Senin (7/4/2025) bahwa sepeda motornya kerap kali mogok ketika melintas di area tersebut. Dia juga menambahkan ban kendaraannya dapat bocor akibat terus menerus melewati lokasi itu.

Nurhayati mengatakan kondisi jalanan sejak tahun 2014 tak pernah ada perubahan.

"Sejak tahun 2014, tidak terjadi peningkatan apa pun pada lebar jalan atau konstruksinya. Kondisinya tetap seperti sebelumnya," katanya.

Demikian pula hal ini dikemukakan oleh Christika Laia, seorang warganegara yang bertempat tinggal di Jalan B Lasbaun, Oeleta.

Christika dengan jujur mengatakan bahwa bapak kandungnya, Manotona Laia, kerapkali menimbun tanah putih memanfaatkan uang pribadinya.

"Saya jujur bilang ke kakak, sebenarnya aku merasa nggak enak karena kita dari tahun 2014 masih tinggal di tempat ini tapi jalannya belum diperbaiki dan bapak itu biasanya minta untuk menimbun dengan tanah putih," ungkap Christika.

Christika menambahkan bahwa ketika sedang musim hujan, perjalanan melalui jalan itu menjadi sangat sulit.

Sebab aliran air memecah dan merusak lapisan tanah putih yang tertutupi, hingga terbentuk lobang. (Moa)

Ikuti Berita lainnya di GOOGLE NEWS

Minggu, 16 Maret 2025

28 Desa dan 6 Kecamatan di Bandung Terdampak Tol Getaci: Cari Tahu Nama-namanya!

, KABUPATEN BANDUNG - Sebanyak 28 desa serta 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung direncanakan terkena dampak dari proyek jalan tol Getaci. Apakah Anda tahu nama-nama desa tersebut?

Di kabupaten bandung, desa manakah yang telah dilalui oleh jalur tol getaci?

Pemeriksaan daftar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Bandung yang terdampak proyek jalan tol beton dapat dilaksanakan:

1. Kecamatan Cicalengka

Desa Bojong

Desa Mandalawangi

Des Narawita

Desa Margaasih

Desa Ciherang

Desa Ganjar Sabar

Desa Citaman

Desa Nagreg

2. Kecamatan Paseh

Desa Cigentur

Desa Karangtunggal

Desa Tangsimekar

Desa Cijagra

Desa Cipedes

3. Kecamatan Bojongsoang

Desa Tegalluar

Desa Sukamanah

4. Kecamatan Solokan Jeruk

Desa Cibodas

Desa Langensari

Desa Padamukti

Desa Panyadap

5. Kecamatan Cikancung

Desa Srirahayu

Desa Mekarlaksana

Desa Ciluluk

Desa Cikancung

Desa Mandalasari

Desa Cihanyir

6. Kecamatan Rancaekek

Desa Bojongloa

Desa Tegal Sumedang

Desa Sukamanah

belum ada pemenang lelang

Dalam pengumuman nomor: 24/BPJT/L/GTCM/2024, tim penilai tender untuk operasional jalan tol sudah menyelesaikan proses evaluasi berkas pra-kelayakan dari perusahaan atau konсорسيум yang mendaftar dan memutuskan bahwa dua entitas tersebut gagal lolos dalam seleksi ini.

Dua kelompok yang dimaksud adalah pertama Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi dan kedua Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Ketua Panitia lelang proyek tol Getaci, Sony Sulaksono Wibobo, menyebutkan bahwa berdasarkan peraturan pada dokumen pra-kualifikasi bab II.Q.1, para calon yang tidak setuju dengan penilaian pra-kualifikasi memiliki hak untuk mengajukan sanggahan secara tertulis paling lambat 5 hari kerja sejak pengumuman hasil pra-kualifikasi.

Sebanyak 28 desa dan 6 kecamatan di Kabupaten Bandung masih perlu menantikan pengumumannya.

Melintasi Dua Provinsi

Tol Cgetaci melewati dua propinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat yang berkelok selama 171,40 km dan Jawa Tengah dengan jarak 35,25 km. Dengan demikian, keseluruhan panjang jalannya mencapai 206,65 km.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan total panjang hingga 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menjadikan dirinya sebagai jalur toll terpanjang di Indonesia setelah pembangunan selesai.

Ini berarti memindahkan lokasi jalur Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), yang sekarang merupakan jalan bebas hambatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 189 kilometer.

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci memiliki empat bagian utama yaitu Bagian 1 yang menghubungkan Junction Gedebage dengan Garut Utara seluas 45,20 kilometer, Bagian 2 antara Garut Utara hingga Tasikmalaya berjarak 50,32 kilometer, Bagian 3 meliputi rute Tasikmalaya sampai Patimuan senilai 76,78 kilometer, serta Bagian 4 dari Patimuan ke Cilacap dengan panjang 34,35 kilometer.

Memiliki 9 Interchange dan 1 Persimpangan

Toll road ini akan mengandalkan 9 interchange serta 1 persimpangan khusus bernama Persimpangan Gedebage yang nantinya akan disambungkan dengan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi). (*)

Sabtu, 15 Maret 2025

Asal-usulNama Gemolong: Dari Sebuah Wilayah ke Kecamatan Sragen, Yang Pernah Ditata Oleh Belanda

, SRAGEN - Gemolong adalah salah satu distrik yang terletak di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Kecamatan Gemolong berada di bagian barat ibukota Kabupaten Sragen dan memiliki jarak sekitar 25 kilometer dari pusat Kabupaten Sragen.

Kecamatan ini berada sekitar 17 km jauhnya dari Kota Solo.

Gemolong terletak pada ketinggian 128 meter dari permukaan laut.

Luas area kecamatan Gemolong mencapai 4.023 hektar, yaitu sekitar 4,27% dari total luasan kabupaten Sragen. Kecamatan ini terbagi menjadi 14 desa dengan populasi keseluruhan diakhir kuartal pertama tahun 2018 berjumlah 52.034 orang, termasuk dalam angka tersebut ada 25.990 laki-laki dan 26.044 perempuan.

Kecamatan ini termasuk dalam area sebelumnya dikenal sebagai Kawedanan Gemolong yang meliputi kecamatan Gemolong, Plupuh, Miri, Sumberlawang, Kalijambe, serta Tanon.

Asal-usul Desa Gemolong

Desa Gemolong, berada sekitar 20 kilometer ke arah utara Kota Solo, mempunyai hubungan yang kuat dengan perubahan sistem pertanahan selama era kolonial Belanda.

Gemolong dinamai dari frasa "gumolong gilig," yang mengacu pada sesuatu yang awalnya pecah kemudian menyatu kembali sebagai satu kesatuan.

Ini menunjukkan situasi di daerah tersebut yang sebelumnya terbagi menjadi lahan-lahan tersendiri, kemudian digabungkan oleh pemerintah kolonial demi meningkatkan manajemen perkebunan dengan cara yang lebih baik.

Sejarah Pembentukan Desa Gemolong

Asal-usul istilah Gemolong berhubungan erat dengan keputusan perencanaan tanah milik pemerintahan kolonial Belanda di awalabad ke-20.

Area ini, yang dulunya terbentuk dari berbagai wilayah hulu milik pegawai Keraton Surakarta, menghadapi tantangan dalam pengaturannya karena pemilahan tanah-tanah tersebut.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Belanda memulai pembuatan sistem yang lebih teratur dengan mencabut sistem apanage dan mendirikan kampung atau distrik baru di tahun 1918.

Proses penggabungan lahan tak beratur menjadi sebuah area pertanian utuh diselesaikan pada tahun 1924 di daerah Gemolong (ANRI, 1978: CCLXI).

Posisi Geografis dan Infrastruktur

Desa Gemolong menempati lokasi yang amat menguntungkan lantaran dilewati sejumlah rute jalan utama yang mempersatukan beragam kota besar di Jawa Tengah.

Jalan utama yang mempersingkat perjalanan antara Semarang dan Surakarta melewati Grobogan, bersama dengan jalur alternatif yang terus membuka akses dari Semarang, Salatiga hingga Sragen di sejumlah kawasan pedesaan tersebut, meningkatkan konektivitas wilayah-wilayah itu secara signifikan.

Satu di antara rute jalan tersebut sebenarnya adalah bagian dari Jalan Raya Pos (Groote Postweg), yang dibuat oleh Gubernur Jenderal Daendels pada awal abad ke-19. Rute ini dahulu terkenal sebagai penghubung pantai utara pulau Jawa mulai dari Anyer hingga Panarukan dan berfungsi sebagai fondasi transportasi kolonial (Suryo, 1989: 101).

Di samping jalan raya, Desa Gemolong juga ditempassi oleh lintasan kereta api yang menghubungkan antara Semarang dengan Surakarta. Konstruksi rel kereta api tersebut dimulai pada tahun 1864 dan rampung pada tahun 1870. Tujuan pembuatannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam transportasi produk perkebunan, terpenting ekspor barang-barang seperti tebu, biji kopi, serta tembakau, dari daerah pedalaman Surakarta ke pelabuhan di Semarang (Suryo, 1989: 108-113).

Peran Desa Gemolong di Bidang Perternakan

Desa Gemolong berada di bagian selatan Sungai Bengawan Solo dan terkenal karena ketersediaan lahan subur, menjadikannya ideal untuk aktivitas bercocok tanam.

Selama periode kolonial, area tersebut terkenal karena produksi kelebihan hasil makanan. Tanaman pokok yang ditumbuhkan di Gemolong meliputi padi rawa dan padi kering.

Di tahun 1925, area persawahan untuk menanami padi di desa tersebut mencakup 12.078 bau, sementara untuk padi gogo sebesar 3.922 bau. Tanaman lainnya yang umum dibudidayakan meliputi singkong, jagung, ubi jalar, kacang tanah, serta kedelai (Departemen Pertanian, Industri, dan Perdagangan, 1929: 142).

Keberagaman produk pertanian di Gemolong membuatnya menjadi salah satu pusat produksi padi terpenting yang mengalirkan beras ke sejumlah kota besar seperti Semarang dan Yogyakarta.

Transportasi produk pertanian dijalankan memakai kereta yang ditarik oleh kuda melewati rute jalan darat yang menghubungkan antara Surakarta dengan Semarang dan Yogyakarta.

Di samping itu, lintasan kereta api yang melewati Gemolong juga membantu meningkatkan penyaluran produk peternakan setempat, dengan Stasiun Salem sebagai titik berhenti penting untuk kereta bawaan barang.

Dampak Pengembangan Fasilitas Umum pada Perdesaan

Konstruksi jalur rel keretaapi yang menghubungkan Semarang dengan Surakarta di penghujung abad ke-19 memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di area Gemolong.

Di luar menguntungkan transportasi produk pertanian, proyek kereta api ini pun memerlukan sejumlah besar pekerja.

Banyak warga lokal, termasuk mereka yang datang dari Desa Gemolong, berpartisipasi aktif sebagai pekerja dalam proyek konstruksi jaringan kereta api. Pekerjaan tersebut mencakup pembentukan dasar, penyetelan tiang pengganjal rel, serta penciptaan pagar untuk mencegah masuknya ternak atau binatang lain ke area lintasan kereta api (Suryo, 1989: 113-116).

(*)

Senin, 10 Maret 2025

17 Desa dan 5 Kecamatan di Tasikmalaya Terdampak Tol Getaci: Cari TauNama-Nya?

, KABUPATEN TASIKMALAYA - 17 desa serta 5 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya direncanakan akan terdampak oleh proyek pembangunan Tol Getaci, apakah Anda ingin mengetahui nama-nama desanya?

Di Kabupaten Tasikmalaya direncanakan untuk membagi menjadi 17 desa dan 5 kecamatan yang baru.

Berikut daftar 17 desa serta 5 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang direncanakan akan terhubung dengan Jalan Tol Gotesi: 1. Kecamatan Cisewu 2. Kecamatan Surian 3. Kecamatan Purbaratu 4. Kecamatan Banjaranyar 5. Kecamatan Bantarsari Serta 17 desa: 1. Desa Sukajadi 2. Desa Pasirwangi 3. Desa Sindangjaya 4. Desa Pagedongan 5. Desa Karangsumber 6. Desa Tegalgede 7. Desa Parigi 8. Desa Gunungsindur 9. Desa Kadugede 10. Desa Lebak Wangin 11. Desa Giri Mulya 12. Desa Bojong Kulon 13. Desa Rancabali 14. Desa Ciwaruga 15. Desa Mande 16. Desa Sapan 17. Desa Sukahaji

1. Kecamatan Padakembang

Desa Cilampunghilir

2. Kecamatan Leuwisari

Desa Arjasari

3. Kecamatan Salawu

Desa Sukahurip

Desa Neglasari

4. kecamatan cigalontang

Desa Kersamaju

Desa Lengkongjaya

Desa Nanggerang

Desa Nangtang

Desa Pusparaja

Desa Sirnagalih

Desa Sukamanah

Desa Tanjungkarang

Desa Tenjonagara

5. Kecamatan Singaparna

Desa Cikadongdong

Desa Sukaherang

Desa Cintaraja

Desa Cikunir

belum ada pemenang lelang

Dua konsorsium yang masing-masing beranggotakan empat perusahaan gagal lolos dalam tender untuk mengelola Toll Road Getaci. Salah satunya adalah sebuah perusahaan berasal dari China. BPJT atau Badan Pengatur Jalan Tol sudah merilis hasil penawaran untuk usaha jalan tol tersebut.

Dalam pengumuman nomor 24/BPJT/L/GTCM/2024, tim penilai tender untuk proyek jalan toll sudah menyelesaikan proses evaluasi berkas pra-kelayakan dari perusahaan atau konsorsium peserta dan menyatakan bahwa dua di antara mereka gagal memenuhi syarat dalam seleksi tersebut.

Dua kelompok yang dimaksud adalah pertama, Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi, dan kedua, Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Ketua Panitia lelang proyek tol Getaci, yaitu Sony Sulaksono Wibobo, menyebutkan bahwa berdasarkan aturan pada dokumen pra-kualifikasi bab II.Q.1, para calon yang tidak setuju dengan penilaian pra-kualifikasi diberi kesempatan untuk mengajukan sanggah secara tertulis paling lambat 5 hari kerja sejak tanggal pengumuman hasil pra-kualifikasi.

Dari total 17 Desa dan 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, setelah adanya pengumuman itu, 17 desa di kabupaten tasikmalaya perlu tetap sabar menunggu?

Berikut ini adalah daftar kabupaten dan kota yang dilalui oleh jalan Tol Getaci: Kabupaten Bandung, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.

Profil Jalan Tol Getaci

Jalan Tol Getaci tergolong sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), sesuai dengan yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 21 Tahun 2022 tentang Penyesuaian atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 9 Tahun 2022 mengenai Penyesuaian Daftar PSN.

Dalam kebijakan itu, target penyelesaian Tol Getaci adalah tahun 2024 untuk seksi Jalur Tol Gedebage-Tasikmalaya.

Melintasi Dua Provinsi

Tol Getaci melewati dua propinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat yang berkelanjutan selama 171,40 km dan Jawa Tengah dengan jarak 35,25 km. Dengan demikian, keseluruhan panjang dari Tol Getaci adalah 206,65 km.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan total panjang hingga 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menduduki posisi sebagai jalur toll terpanjang di Indonesia ketika sudah selesai dikonstruksi.

Ini berarti memindahkan lokasi jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), yang sekarang merupakan jalur toll terpanjang di Indonesia dengan panjang 189 kilometer.

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci memiliki empat bagian yaitu Bagian 1 Junction Gedebage-Garut Utara yang membentang selama 45,20 kilometer, Bagian 2 Garut Utara-Tasikmalaya dengan panjang 50,32 kilometer, Bagian 3 Tasikmalaya-Patimuan mencakup jarak 76,78 kilometer, serta Bagian 4 Patimuan-Cilacap berukuran 34,35 kilometer.

Memilikinya terdiri dari 9 Interchange dan 1 Persimpangan

Toll road ini akan mengandung 9 interchange serta 1 persimpangan, yakni Persimpangan Gedebage yang nantinya akan berhubungan dengan Jalur Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi). (*)

Jumat, 07 Maret 2025

Warga di Watubela SBT Rela Menyumbangkan Tanah untuk Bangun Puskesmas

Laporan Jurnalis, Haliyudin Ulima

BULA, - Penduduk di kecamatan Watubela, desa Lahema, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menyediakan tanah secara cuma-cuma bagi konstruksi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Persiapan tanah tersebut mengikuti permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Telah disepakati bahwa masyarakat akan menyumbangkan tanah dengan luas mencapai 200 meter persegi.

"Tadi pagi kita mengunjungi tempat rencana pembangunan Puskesmas Watubela di desa Lahema, yang nantinya direncanakan akan didirikan oleh Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri seperti janji beliau sebelumnya," kata salah satu penduduk setempat bernama Rudy Wajo saat berada di Kota Bula, Kabupaten SBT, Maluku pada Minggu, 6 April 2025.

Selanjutnya, tempat pembangunan tersebut sudah dievaluasi secara langsung bersama camat Wakate, dengan kehadiran beberapa kepala desa dan masyarakat setempat.

"Alhamdulillah, tiga desa di Pulau Watubela telah menyiapkan lokasi dengan luas area sebesar 200 x 200 meter persegi," ujarnya.

Diketahui, tindakan itu sesuai dengan komitmen yang diberikan oleh Bupati Fachri Alkatiri ketika ia menjalankan kampanye untuk Pilkada tahun 2024 silam.

Setelah diambil sumpah menjadi bupati, Fahri meminta kepada pejabat sekretaris daerah yang lalu yaitu Mirnawati Derlean serta pelaksana tugas kepala dinas kesehatan untuk segera mewujudkan pembangunan puskesmas di Watubela.

"Kepala Dinas Kesehatan, Ibu Sekretaris Daerah. Hal ini tak bisa dibiarkan berlarut-larut, fasilitas kesehatan perlu segera dibangun di Lahema," ungkap Fachri ketika melakukan kunjungan silaturahmi dan makan malam berbuka puasa bersama di area halaman Kantor Bupati, pada hari Minggu, tanggal 2 Maret 2025 yang lalu.

Diketahui, ketika melakukan pemenangan pemilihan kepala daerah tahun 2024 di Desa Lahema, dia menekankan bahwa pembangunan sarana kesehatan perlu dilakukan di wilayah tersebut.

Ternyata tak ada satupun sarana kesehatan di Pulau Watubela yang dapat menjangkau seluruh penduduk dari setiap desa dan dukuh di sana.

"Saya mengingat bahwa kemarin di Lahema terjadi kampanye dan pada saat itu saya menyatakan Lahema membutuhkan sebuah puskesmas. Saya berjanji untuk membangun fasilitas kesehatan di Lahema karena saya melihat bahwa tidak ada satupun disana," jelasnya.(*).

Sabtu, 01 Maret 2025

Simbol Toleransi: Miniatur Masjid Cheng Ho Meriahkan Perayaan Lebaran Ketupat di Kota Mataram

Laporan Jurnalis, Ahmad Wawan Sugandika

, KOTA MATARAM - Sebuah miniatur masjid Cheng Ho yang mencerminkan arsitektur khas Tionghoa menghiasi peringatan Lebaran Topat di Makam Bintaro Ampenan, pada hari Senin (7/4/2025).

Miniatur masjid ini menjadi ikon untuk peringatan Lebaran ketupat tahun 2025 dan dikombinasikan dengan dekorasi berbentuk ketupat yang merupakan ciri khas Lebaran.

Konstruksi model miniatur Masjid Cheng Ho untuk merayakan Lebaran Ketupat di Makam Bintaro Ampenan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan memiliki arti yang dalam mengenai kerukunan antara pemeluk agama yang berbeda.

Kepala Camat Ampenan Muzakkir Walad menyebutkan bahwa pembuatan model replika Masjid Ceng Ho yang dikombinasikan dengan dekorasi berbentuk ketupat khas Idulfitri adalah hasil dari diskusi dan ide kolektif warga setempat di Ampenan.

"Model kecil ini merupakan bagian dari filosofi 'satu perahu', slogan kami untuk menjaga hubungan baik antara warga Ampenan, sebab Ampenan adalah salah satu daerah yang komplet, dengan beragam suku bermukim di sana," terang Zakkir ketika ditemui pada hari Senin, 7 April 2025.

Di tegaskan pula bahwa masyarakat di Ampenan percaya bahwa keragaman merupakan suatu kekuatan, karenanya dalam merayakan hari-hari penting seperti Nyepi, Idul Fitri, termasuk juga Lebaran Ketupat yang ada sekarang.

"Masyarakat berharap untuk menggambarkan toleransi tersebut ada lewat lambang-lambang tertentu yang pastinya tak bertabrakan dengan kepercayaan penduduk lokal," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa miniatur Masjid Cheng Ho akan dipakai menjadi lambang peringatan Lebaran Ketupat pada tahun 2025 di Amplenan, melambangkan penyatuan adat, budaya, dan etnik yang harmonis di sana.

Cheng Ho menurut penjelasan tersebut adalah salah satu figur Muslim keturunan Tiongkok yang gigih dalam menyebarkankan agama Islam, dan ia juga membangun sebuah masjid dengan ciri khas Tionghoa unik.

Toleransi terlihat pula dalam acara Lebaran Ketupa di Makam Bintaro Ampenan melalui pertunjukan Barongsai sebagai sapaan untuk para tamu dan jamaah yang menghadiri tempat tersebut.

Ketua DPRD Kota Mataram, Abdul Malik menyebut bahwa pertunjukan barongsai mencerminkan tingkat toleransi yang terdapat di Kota Mataram, lebih spesifik di Kecamatan Ampenan.

"Karakter Barongsai ini menunjukkan harmoni di antara warga yang tinggal bersisian di Kota Mataram," ungkap Malik ketika ditemui di tempat acara tersebut.

Disebutkan pula, pertunjukan Barongsai dan berbagai tradisi lain kerap ditampilkan dalam setiap acara keagamaan yang ada.

"Di Ampenan sendiri memang terdapat berbagai macam etnik dan agama, jadi hal ini sudah biasa (pertunjukan barongsai saat Lebaran Ketupat)," katanya singkat.

Di samping itu, kata dia lagi, perayaan Lebaran Ketupat di Kota Mataram turut menjadi kesempatan bagi hubungan harmonis antara pemerintah dengan warga setempat, termasuk berbaur dengan para pemuka agama, remaja, serta kelompok masyarakat yang lainnya.

"Kegiatan ini merupakan acara rutin yang biasanya diselenggarakan setelah 7 hari perayaan Lebaran Idul Fitri," demikian katanya.

(*)

Minggu, 23 Februari 2025

Menyaksikan Kutoarjo Purworejo: Dua Desa Terdampak Gusi Proyek Tol Jogja-Cilacap Tahap Awal

-Proyek Besar Tol Cilacap-Yogyakarta bakal tersambung dengan Jalur Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, di samping itu ada juga Rencana Jalur Tol Pejagan-Cilacap dan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tol Jogja-Cilacap diyakini akan menimpa sebanyak 41 desa di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proyek jalan tol ini memiliki nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Perlu dicatat bahwa Pemerintah Kabupaten sebelumnya telah mengadakan diskusi tentang kebutuhan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Tol Cilacap-Jogja yang direncanakan memiliki panjang total 121,75 kilometer ini nantinya akan disambungkan ke Tol Gedebugaci alias Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Selain itu, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Publik Works dan Perumahan sudah menggelar acara Market Sounding bagi proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yakni pembangunan jalan tol dari Cilacap menuju Yogyakarta tersebut.

Sama seperti Proyek Tol Getagi, berbagai wilayah, termasuk kota dan kabupaten, diprediksi akan mengalami dampak dari pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ini.

Secara keseluruhan, 41 desa di Purworejo, Jawa Tengah, tersebar di 6 kecamatan dan semua wilayah ini diprediksi akan mengalami dampak dari pengembangan jalan tol Cilacap-Jogja.

Pemerintah sudah mencadangkan konstruksi Jalur Lalu Lintas Cilacap-Yogya yang memiliki jarak keseluruhan sebesar 121,75 kilometer.

Rencana ini melibatkan integrasi Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap dengan sejumlah jalur toll lainnya guna mempersingkat koneksi antar area spesifik, seperti Jalan Tol Getaci yang mencakup Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Pejagan-Cilacap, selain itu juga ada Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja direncanakan akan dimuali di tahun 2024 dan berakhir pada tahun 2029.

Pembangunannya akan dipecah menjadi tiga langkah.

Tahapan awal dijadwalkan akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase berikutnya akan dilaksanakan mulai kuartal ketiga tahun 2026 sampai dengan kuartal kedua di tahun 2028.

Tahap ketiga ini direncanakan akan berlangsung mulai Q3 2027 sampai Q2 2029.

Walau detail spesifik tentang jalur yang akan diproyeksikan di tiap fase masih belum tersedia, tetapi jelas bahwa pembangunan Jalur TOL Yogyakarta-Cilacap nantinya akan melewati beberapa wilayah, antara lain Purworejo.

Menurut informasi yang diperoleh dari situs pembiayaan.pu.go.id, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan sudah mengadakan kegiatan Market Sounding terkait dengan Proyek KPBU berupa Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2022.

Kegiatan Market Sounding ini adalah wadah bagi Pemerintah untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang proyek KPBU.

Di samping itu, tujuannya adalah mengumpulkan pendapat, umpan balik, serta ketertarikan terhadap proyek KPBU yang diusulkan oleh Kementerian PUPR sebagai Pelaksana Utama Kegiatan Kerja Sama (PJPK).

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, DJPI Reni Ahiantini, menyampaikan dalam pembacaannya atas sambutan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan bahwa proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memiliki nilai investasi senilai Rp 38,47 triliun, berpanjang 121,75 kilometer, dengan periode kon sesi selama 50 tahun serta menggunakan skema pemulihan biaya dari para pengguna yang dijadwalkan untuk dilelang pada triwulan ketiga tahun 2023. Proyek jalan tol tersebut adalah bagian dari Kemitraan Publik Swasta atauKPBU Initiatives.

Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memperkuat rangkaian jalur bebas hambatan di bagian selatan pulau Jawa, yang nantinya akan disambungkan dengan Jalur Bebas Hambatan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Jalur Bebas Hambatan Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Rencana jalan tol Cilacap-Yogyakarta dimasukkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019. Dengan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Propinsi Jawa Tengah, hal ini bisa membantu mereduce masalah ketimpangan ekonomi yang ada di bagian utara serta timur Propinsi Jawa Tengah.

Seperti yang terlihat pada situs resmi purworejokab.go.id, Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc menyampaikan bahwa rencana untuk memperluas jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta adalah bagian dari upaya dalam meningkatkan fasilitas jalan dan juga bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan sistem jaringan dengan melihat perkiraan akan pertumbuhan mobilitas di masa depan.

Proyek pengembangan jaringan jalan tol yang diinisiasi oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan dari Kementerian PUPR RI direncanakan akan mencakup panjang sekitar 121,754 km dan melintasi wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, serta Purworejo.

Jalur jalan tol ini kelak akan terhubung secara langsung dengan proyek jalur Jalan Tol Gedebage (Bandung) - Tasikmalaya - Cilacap yang dikenal sebagai Tol Getaci serta bagian dari Jalur Jalan TolSolo-Yogyakarta-Bandara NYIA di Kulonprogo.

Menurut dia, manfaat utama jalannya adalah menjadi pilihan jalan utama alternatif yang dapat menjangkau berbagai kota atau area dengan durasi perjalanan lebih pendek dan efisiensi tinggi dibandingkan rute jalan saat ini antara Cilacap ke arah Purworejo serta lokasi-area terdekat. Ini bakal mendorong perkembangan ekonomi di region-region tersebut.

Namun selain manfaat tersebut, kata Anggita, pasti ada efek samping yang harus kita waspadai akibar dari pembangunan jalur toll ini. Karena alasan itu dibutuhkan penilaian terhadap Pengaruh Lingkungan Hidup (PLH). Masukan dari pendapat serta tanggapan masyarakat penting untuk diungkap sebagai bahan pertimbangan dalam mengisi Rencana Dasar Pelaksanaan.

Berikut adalah daftar 41 desa yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Purworejo dan terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta:

1. Kecamatan Butuh

Desa Kunirejowetan

Desa Kunirejokulon

Desa Kedungagung

Desa Kedungsri

Desa Ketug

Desa Wareng

Desa Sruwohdukuh

Desa Sruwohrejo

2. Kecamatan Grabag

Desa Kumpulrejo

Desa Kese

Desa Sangubanyu

Desa Kedungkamal

Desa Dukuhdungus

3. Kecamatan Ngombol

Desa Secang

Desa Piyono

Desa Seboropasar

Desa Wingkotinumpuk

Desa Wingkosigromulyo

Desa Wingkosanggrahan

Desa Wingkoharjo

Desa Singkilkulon

Desa Singkilwetan

Desa Wonoboyo

Desa Walikoro

Desa Pulutan

Desa Kedondong

Desa Kuwukan

4. Kecamatan Kutoarjo

Desa Kebondalem

Desa Karangwuluh.

5. Kecamatan Purwodadi

Desa Jenarkidul

Desa Jenarwetan

Desa Sumbersari

Desa Bongkot

Desa Sukomanah

Desa Tegalaren

Desa Bubutan

Desa Sidoharjo

Desa Kebonsari

Desa Banjarsari

Desa Karangsari.

6. Kecamatan Bagelen

Desa Dadirejo

Profil Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

Tahap awal dari Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang di tahun 2022 sampai 2023.

Nanti, Tol Cilacap-Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, jaringan Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek jalan Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk menghubungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tahapan Tol Cilacap-Yogyakarta

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah langkah-langkah proyek tol Cilacap-Yogyakarta sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta melibatkan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah proses penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ditargetkan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan masa pembangunan fisik.

Proses pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan dapat dimulai operasi tahap demi tahap sampai tahun 2074.

Berikut adalah timeline dan rancangan konstruksi untuk membangun jalur Tol selama 121,75 kilometer yang dibagi dalam tiga fase:

Tahap 1 dari SS Kebumen hingga YIA Kulonprogo akan berlangsung mulai Juli 2024 sampai Juni 2026.

Tahap 2 dari SS Soempiuhe ke SS Kebumen akan berlangsung mulai Januari 2026 hingga Desember 2027.

Tahap 3 JC Cilacap – SS Soempioeh: Januari 2027 hingga Desember 2028.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dibiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya mencapai sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang ditujukan untuk pembelian (bagian pemerintah) mencapaiRp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Periode awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyeksi juga mencakup Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Rabu, 19 Februari 2025

Menyeberkan Dua Desa ke Petanahan Kebumen dalam Proyek Tol Jogja-Cilacap Mulai Banyumas

Proyek besar jalan tol Yogyakarta - Cilacap tetap terus berkembang.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Sebanyak 53 desa di wilayah kabupaten Kebumen akan terdampak oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp 38,47 triliun.

Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 lokasi keluar untuk jalan toll tersebut.

Pemerintah berencana untuk mengimplementasikan proyek tol jalan Cilacap-Yogyakarta dengan tujuan utama adalah memperpendek durasi perjalanan bagi kendaraan yang berkendara dari Yogyakarta menuju Cilacap di Jawa Tengah. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kemudahan mobilitas antar kedua kota tersebut.

Di sisi lain, proyek ini akan memberikan dampak pada beberapa desa di berbagai kabupaten yang terkena jalur pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelima puluh tiga desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen akan dipengaruhi oleh pembangunan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang diambil dari Situs Web Pemerintah Kabupaten Kebumen, diketahui bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total 57 kilometer.

Awalnya direncanakan hanya terdapat satu gerbang keluar toll, tetapi sang pejabat setempat memohon dan mendorong agar dibuat tiga titik keluar yang berlokasi di barat, tengah, dan timur Kabupaten Kebumen.

Beberapa gerbang keluar tol itu direncanakan berada di area Terminal Bus Kebumen untuk mencakup pusat Kota Kebumen, gerbang tol Kebumen Barat yang bakal dikembangkan di Kecamatan Ayah atau Rowokele, dan juga gerbang tol Kebumen Timur yang lokasinya ditargetkan ada di daerah Kecamatan Prembun.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Kebumen, kelak sebanyak 53 desa di 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detil tentang desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap bakal dimulai dengan fase awal yang meliputi persiapan proyek serta lelang pada tahun 2022 sampai 2023.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek tol yang menghubungkan Yogyakarta dengan Cilacap direncanakan memiliki panjang total 121,75 km.

Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan untuk menghubungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalur Tol Yogyakarta - Cilacap

Berawal tahun 2022, berikut adalah rincian timeline untuk tahapan pembangunan jalur tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal untuk Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di situs web Kompas.com.

Rencana persiapan proyek dan proses lelang untuk Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, ini meliputi penyelesaian keuangan dan pengalihan hak atas tanah.

Proses penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap ditargetkan akan rampung pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan.

Pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan tahun 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disisihkan untuk pembelian (bagian pemerintah) adalah sebesar Rp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Tahapan awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari Kuartal 3 tahun 2026 sampai Kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Rabu, 12 Februari 2025

Kisah Haru Kapolres Pematangsiantar: Membantu Nenek Tersesat dengan Kasih Sayang dan Perhatian

, PEMATANGSIANTAR -Suasana di Pos Pelayanan (Yan) II Sidamanik, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar tiba-tiba menjadi fokus perhatian pada hari Jumat, 4 April 2025.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur TM Sitinjak, beserta tim dari Polres lainnya, terkejut ketika seorang penduduk datang menggunakan mobil Innova berwarna hitam dan memiliki plat nomor BK 1906UP.

Penduduk itu melaporkan telah menemukan seorang nenek yang kelihatan kebingungan dan diperkirakan sedang hilang di jalanan.

Merespons informasi itu secara cepat, Kapolres Sah Udur, yang diikuti oleh Kasat Lantas IPTU Friska Susana SH serta Kapolsek Siantar Marihat AKP Doni Simanjuntak SH, segera bergegas menuju lokasi kejadian.

Mereka dengan hati-hati menolong nenek yang terlihat kesulitan tersebut untuk turun dari mobil. Sesampai di Pos Yan II Sidamanik, mereka langsung menyediakan pertolongan yang amat diperlukan.

Kepala Kepolisian memberikan makanan kepada si nenek itu serta menyediakan pakaian baru agar dia memakainya, sembari mengungkapkan perilaku yang sangat penuh dengan kebaikan hati dan perhatian.

Kepala Kepolisian Resort pun mengekspresikan ucapan terimakasihnya kepada supir mobil Innova atas keramahan yang ditunjukkan dengan mengantarkan nenek itu ke tempat layanan, sejalan dengan semangat peduli akan kemanusiaan.

"Kepada para pemudik yang sudah membantu mengantar nenek ini, kami ucapkan terima kasih. Saat ini kita sedang berupaya menemukan keluarga sang nenek agar bisa mengembalikan beliau pulang," jelas Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur TM Sitinjak SH. SIK. MH.

Ini merupakan bukti nyata bahwa dibalik tanggung jawab polisi, ada aspek kemanusiaan yang murni serta perhatian kepada orang lain tanpa melihat umur, posisi sosial, atau situasi mereka. (Jun-).

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay