Tampilkan postingan dengan label police reports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label police reports. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 April 2025

Polres Pematangsiantar Tangkap Dua Bandar Narkoba di Sumber Jaya

, PEMATANGSIANTAR Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar sukses menangkap dua pedagang obat terlarang jenis sabu-sabu di Jalan Sumber Jaya I, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar pada hari Sabtu (5/4/2025).

Dua individu yang telah diringkus yaitu ZPP (29), penduduk dari Jalanan Kauman, Wilayah Dusun I, Desa Karangsari, Distrik Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, serta AR (26), orang asli jalur Rakutta Sembiring, Komunitas Nagapita, Sektor Siantar Martoba. Proses penangkapan dimulai setelah kepolisian mendapatkan laporan dari publik tentang adanya transaksi obat-obatan terlarang dalam wilayah itu.

Setelah melaksanakan investigasi, petugas akhirnya dapat mengamankan ZPP pada jam 18:20 WIB di tepi Jalan Sumber Jaya I. Mereka menemukan 7 bungkus narkoba jenis sabu-sabu dalam saku celana bagian depannya dan satu unit telepon genggam merk Infinix juga disita.

Pada saat diperiksa, ZPP menyatakan bahwa dia memperoleh narkoba jenis sabu-sabu tersebut dari AR.

Kemudian, kepolisian mengendapkan AR dengan melakukan penyelundupan sabu-sabi dan sukses menahannya pada waktu sekitar pukul 8 malam di Jalan Tanjung Pinggir Ujung, Kelurahan Tanjung Pinggir.

Dari penggerebekan di tempat AR, didapatkan 6 bungkusan narkoba sabu yang dikemas dalam kardus rokok Magnum dan juga 1 buah telepon genggam Samsung.

Keduanya beserta dengan bukti narkotika berupa sabu yang memiliki bobot total 4,97 gram saat ini telah ditahan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar guna menjalani tahap selanjutnya dalam rangkaian proses hukum.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak lewat Kasat Resnarkoba AKP J.H. Pardede mengklaim bahwa kedua pelaku dikenakan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, tepatnya Pasal 114 Ayat (1) yang menjadi pemisalan dari Pasal 112 Ayat (1). (jun-).

Jumat, 21 Maret 2025

Jalan Penting di Penkase Oeleta Kecamatan Alak, Kupang, Mengalami Kerusakan Berat

Laporan Jurnalis, Petrus Chrisantus Gonsales

, KUPANG - Jalan B Lasbaun yang terletak di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang mengalami kerusakan berat.

Panjang jalan kira-kira 100 meter tersebut ditinggalkan selama bertahun-tahun hanya berupa tanah dan bebatuan karang.

Warga yang bertempat di Jalan B Lasbaun mengalami ketidaknyamanan saat melewati jalan itu.

Seorang penduduk lokal bernama Nurhayati Syaharia menyatakan bahwa dia merasa kurang nyaman ketika melintasi jalanan yang rusak itu, entah berjalan kaki atau pun naik sepeda motor.

Nurhayati mengatakan pada hari Senin (7/4/2025) bahwa sepeda motornya kerap kali mogok ketika melintas di area tersebut. Dia juga menambahkan ban kendaraannya dapat bocor akibat terus menerus melewati lokasi itu.

Nurhayati mengatakan kondisi jalanan sejak tahun 2014 tak pernah ada perubahan.

"Sejak tahun 2014, tidak terjadi peningkatan apa pun pada lebar jalan atau konstruksinya. Kondisinya tetap seperti sebelumnya," katanya.

Demikian pula hal ini dikemukakan oleh Christika Laia, seorang warganegara yang bertempat tinggal di Jalan B Lasbaun, Oeleta.

Christika dengan jujur mengatakan bahwa bapak kandungnya, Manotona Laia, kerapkali menimbun tanah putih memanfaatkan uang pribadinya.

"Saya jujur bilang ke kakak, sebenarnya aku merasa nggak enak karena kita dari tahun 2014 masih tinggal di tempat ini tapi jalannya belum diperbaiki dan bapak itu biasanya minta untuk menimbun dengan tanah putih," ungkap Christika.

Christika menambahkan bahwa ketika sedang musim hujan, perjalanan melalui jalan itu menjadi sangat sulit.

Sebab aliran air memecah dan merusak lapisan tanah putih yang tertutupi, hingga terbentuk lobang. (Moa)

Ikuti Berita lainnya di GOOGLE NEWS

Selasa, 18 Maret 2025

634 Petugas Gabungan Siap Amankan Lebaran Ketupat di Mataram

Laporan Jurnalis oleh Ahmad Wawan Sugandika

, KOTA MATARAM - Polres Mataram sudah menurunkan sebanyak 634 personil gabungan meliputi Basarnas, TNI, Pramuka, Satpol PP, dan Dishub guna memberikan perlindungan selama acara peringatan Lebaran Ketupat di kota Mataram.

Ratusan petugas ini didistribusikan ke berbagai lokasi padat dan area pemeringatan Lebaran Ketupat pada hari Senin (7/4/2025).

Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko menyebutkan bahwa pasukan telah dikerahkan mulai satu hari sebelum perayaan lebaran ketupat.

Seluruh elemen keamanan terlibat untuk memastikan lancarnya perayaan adat Lebaran Ketupat.

Pada tahun 2025, terdapat dua tempat untuk perayaan Lebaran Ketupat di Mataram, yaitu di Makam Loang Baloq dan juga Makam Bintaro Ampenan.

Hendro menyebutkan bahwa seluruh staf perlu berusaha lebih keras lagi dan melengkapi tempat penjagaan yang telah ditentukan.

"Kami perlu melakukan penanganan sehingga kemacetanan dapat dihindari. Jika suatu saat terjadi macet, kami akan memindahkan sementara waktu pengguna jalan untuk mendukung langkah-langkah yang dianjurkan oleh petugas," tandas Hendro.

Dia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah orang yang merayakan tradisi lebaran ketupat pada kesempatan ini lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu.

"Sebab kapasitas di satu tempat tersebut tidak cukup untuk menampung semua orang," kata petugas yang berjaga di sana.

"Untuk memastikan bahwa Lebaran Ketupat di tahun 2025 berlangsung lancar," tegasnya.

(*)

Selasa, 11 Maret 2025

Saksi Mata: Remaja Kepanasan, Kejang-Kejang hingga Tenggelam Maut di Kolam Pemancingan Kolaka

, KOLAKA - Berikut adalah kesaksian dari seorang saksi yang melihat kejadian remaja berusia 14 tahun meninggal dunia karena tenggelam di danau pemancingan, di kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa tersebut terjadi di Kolam Pemancingan Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, pada hari Senin (7/4/2025) sekitar pukul 10:00 WITA.

Sebuah kesaksian dari Andi menyebutkan bahwa sebelum menjadi tenggelam, dia melihat remaja berinisial R tersebut pertama-tama mengalami konvulsi atau kejang-kejang.

"Saya tidak begitu pasti karena baru saja lewat, tetapi sebelumnya secara jelas saya melihat bahwa korban sempat menggigil," katanya.

Sebelumnya R pernah memancing di danau pancingan, kemudian tidak lama setelah itu mengalami kejang sampai jatuh ke dalam kolam.

Karena merasa ketakutan dan tak dapat berenang, saksi langsung mengajukan permohonan bantuan kepada warga setempat.

Tidak berapa lama kemudian, warga datang dan segera menolong R (14) dengan cara membawanya ke kolam untuk ditolong. Setelah itu, mereka mengantar korban ke Puskesmas Kolakasi.

Namun korban R (14) dikabarkan telah meninggal dunia. (*)

(/Adrian Adnan Sholeh)

Rabu, 05 Maret 2025

Pantai Pamekasan Dipadati Wisatawan Saat Liburan Lebaran Ketupat: Pentingnya Prioritaskan Keamanan

Laporan Jurnalis, Kuswanto Ferdian

, PAMEKASAN - Penduduk Kabupaten Pamekasan, Madura menikmati waktu liburan Lebaran Ketupat dengan mengunjungi objek wisata di area pantai setempat.

Agar menjaga keselamatan dan ketenangan di area pesisir ini, Satuan Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polres Pamekasan mengerahkan lebih banyak polisi untuk berpatrol di beberapa tempat wisata pantai demi mencegah kemungkinan ancaman dan juga menyampaikan peringatan kepada para tamu yang berkunjung.

Kepala Satuan Polisi Udara dan Pantai Kepolisian Resor Pamekasan, Ipda Isrok Wahyudi mengatakan bahwa tujuan dari giat patrol ini adalah untuk menciptakan rasa keamanan bagi warga setempat, lebih-lebih berkaitan dengan perlindungan mereka ketika berada di area pesisir.

Mereka menyarankan kepada para pengunjung agar tidak berenang di lautan, khususnya di zona dengan arah air yang kuat dan gelombang besar.

"Kami menekankan kepada para pelancong untuk senantiasa memprioritaskan keamanan diri, hindari berenang di lautan ketika gelombangnya sedang besar, dan jangan lupa menjaga anak-anak yang asik bermain di area pesisir," ungkap Ipda Isrok Wahyudi pada hari Senin (7/4/2025).

Di samping itu, Polairud Polres Pamekasan memperingatkan para wisatawan supaya tetap menjaga milik pribadi mereka dan mewaspadai kemungkinan jadi korban perampokan.

Para tamu diminta untuk lebih hati-hati dan jangan meninggalkan benda bernilai tinggi tanpa ada yang menjaga.

Observasi di tempat menunjukkan bahwa patroli ini berlangsung di sejumlah pantai wisata terkenal di Pamekasan, termasuk Pantai Jumiyang, Pantai Talang Siring, serta destinasi pantai lain dalam area Polres Pamekasan yang umumnya dipadati pengunjung selama liburan Lebaran Ketupat.

Ikuti berita seputar Pamekasan

Jumat, 21 Februari 2025

Wartawan Dicekal Polisi: Meski Telah Dimaafkan, Mohon Jangan Tutup Mata

jateng. , SEMARANG - Jurnalis fotografi dari Kantor Berita Antara Makna Zaezar mengungkapkan bahwa dirinya sudah memaafkan secara pribadi tindakannya tersebut. kekerasan Yang dijalankan oleh anggota satuan keamanan Kapolri Ipda Endry Purwa Sefa.

Peristiwa itu terjadi ketika sedang dilakukan liputan kunjangan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Stasiun Semarang Tawang pada hari Sabtu, 5 April pagi.

"Malam ini, beliau tiba langsung dari Jakarta guna memimpin koordinasi terkait insiden kemarin," jelas Makna pasca pertemuan di Kantor Berita Antara Jateng.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Polda Jawa Tengah Pada Minggu (6/4) malam, Ipda Endry dengan langsung mengucapkan permohonan maafnya kepada Makna.

"Pribadi saya telah memberikan pengampunan, dari sudut pandang kemanusiaan saya sudah mengampuni," jelas Makna.

Meskipun sudah memberikan pengampunan secara personal, Makna masih menserahkan pemrosesan hukuman disipliner kepada lembaga Polri. Dia mendorong adanya konsekuensi yang kuat supaya insiden sejenis tidak berulang dan lingkungan kerja wartawan tetap tenang.

"Hanya saja akan ada langkah berikutnya yang dilakukan oleh Polri untuk Mas Endry," katanya.

Pada waktu bersamaan, Ipda Endry Purwa Sefa menyatakan penyesalannya atas tindakan berdasarkan emosi yang terjadi di tengah kerumunan selama kegiatan pengamanan kepala tertinggi Korps Bhayangkara.

"Kami sekali lagi mengucapkan penyesalan yang sebesar-besarnya dan memohon maaf kepada seluruh rekan-rekan media. Semoga ke depan kami bisa menjadi lebih humanis, profesional, dan lebih dewasa," kata Ipda Endry.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyatakan Ipda Endry Purwa Sefa akan diproses secara internal kepolisian setelah melakukan pemukulan dan mengintimidasi jurnalis.

"Akan tanpa keraguan kami memberikan hukuman berat," demikian pernyataan dari lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 itu.

Insiden penganiayaan ini pun mendapat kritikan dari beberapa asosiasi media, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang. Mereka meminta agar pihak terkait mengeluarkan permintaan maaf secara publik dan memberlakukan hukuman kepada para pelaku tindakan kekerasan terhadap wartawan. (wsn/jpnn)

Jumat, 14 Februari 2025

Begini Kisah Para Saksi tentang Kecelakaan Bus Laluna Corona di Kelok Batu Hitam Malalak Sumatera Barat

, PADANG - Bus Laluna Karona mengalami kecelakaan di Kelok Batu Hitam, Malalak Selatan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat karena dituduh remnya rusak dan menabrak bebatuan, pada hari Minggu (6/4/2025).

Menurut keterangan dari seorang saksi mata bernama Haris, dia menyaksikan sendiri ketika bus rem-nya rusak dan menabrak sebuah batu.

Menurut Haris, dia sedang berdiri tepat di balik bus pada saat peristiwa tersebut terjadi dan melihat semuanya dengan jelas.

"Posisi saya ada di bagian belakang bus," jelas lelaki berusia 40 tahun tersebut.

Selanjutnya, Haris meneruskan ceritanya bahwa dia tengah mengendarai sepeda motor dan memilih berhenti sejenak guna membantu penumpang tersebut.

"Bis tersebut miring ke sisi kanan. Kacanya retak akibat bersentuhan dengan bebatuan," jelas laki-laki yang berasal dari Malalak Timur itu.

Seterusnya, Haris mendengar seorang penumpang berteriak memohon pertolongan. Meskipun demikian, penumpang tersebut tidak terjatuh ketika mobil menghantam bebatuan itu.

"Pengguna tidak terjatuh ketika sisi kanan mobil bersentuhan dengan bebatuan," ujar Haris.

"Banyak penumpang mengalami cedera termasuk sang pengemudi, tetapi mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bukittinggi," jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan tentang kejadian sebuah bis mengalami kecelakaan di Kelok Batu Hitam, Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Diduga, penyebabnya adalah rem yang macet.

Kepala Kecamatan Malalak, Zulwardi, mengkonfirmasi tentang insiden kecelakaan bis yang dimaksud. Menurutnya, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12:00 WIB.

"Betul ada kejadian kecelakaan bis di sekitaran lengkung jalan ALS kira-kira pukul 12.00 WIB tadi," ucapnya ketika ditemui untuk diverifikasi.

Menurut Zulwardi, bus pariwisata yang mengalami kecelakaan adalah merek Lalupa Korona dengan plat nomor BK 7029 UA dan sedang menuju Palembang.

Selanjutnya, menurut Zulwardi, di dalam bis itu terdapat total 37 penumpang.

Tetapi setelah disampaikan kepada petugas kepolisian, jumlah penumpang keseluruhan adalah 43 orang.

Pada saat yang sama, enam orang dinyatakan mengalami cedera ringan sedangkan empat lainnya mendapat luka serius.

"Pasien yang terluka telah dibawa ke Puskesmas Malalak serta Rumah Sakit Bukittinggi," ujar Zulwardi.

"Kecelakan tersebut telah ditangani oleh Satlantas Polresta Bukittinggi, dan sekarang petugaspun sudah sampai di tempat kejadian," tutupnya. (*)

Rabu, 12 Februari 2025

Motif Di Balik Pelemparan Batu terhadap Traveler di Malaka: Penyelidikan Polres Temukan Jawaban

Pelaporannya oleh Kristoforus Bota

, BETUN - Dua remaja dari Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, diduga melempari batu ke para wisatawan dalam perjalanan keliling Indonesia saat mereka melintasi jalur Ahmad Yani di Desa Umalawain pada hari Rabu, 2 April 2025 kemarin.

Motif dari peristiwa itu diklarasikan oleh Polres Malaka, disebabkan karena dampak penyalahgunaan miras atau minuman beralkohol.

Seperti yang dinyatakan oleh Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu, 6 April 2025.

"Mereka mengungkapkan bahwa motif lemparan tersebut terjadi dengan spontanitas akibat dampak alkohol," jelas AKBP Riki Gumilar.

Selanjutnya menurut AKBP Riki Gumilar, kedua individu tersebut yaitu Oris Pah dan Febrianus Klau sedang dipengaruhi oleh alkohol di waktu itu.

"Pada hari Rabu, 2 April 2025 kemarin, tersangka Oris Pah dan Febrianus Klau sudah melempari mobil traveler Jajago Keliling Indonesia. Kedua individu ini mengaku sedang dipengaruhi alkohol (miras) ketika kejadian berlangsung sehingga menyebabkan tindakan tidak senonohnya," jelas AKBP Riki Gumilar.

AKBP Riki Ganjar Gumilar menambahkan pula bahwa kedua tersangka tersebut belum dijadikan tahanan pada saat ini, namun mereka tetap mendapatkan perlindungan.

"Kedua tersangka belum ditahan oleh kami sekarang. Namun, kita telah menerapkan tindakan perlindungan terlebih dahulu. Ini karena kasus mereka sedang dalam tahap pemrosesan hukumnya. Setelah semua bukti dan pernyataan dari saksi serta korban dikumpulkan, maka kita akan melanjutkannya ke tahapan penyelidikan. Penahanan baru bisa dijalankan setelah langkah tersebut," jelas AKBP Riki Gumilar. (ito)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay