Tampilkan postingan dengan label infrastructure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label infrastructure. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2025

Menyeberkan 11 Desa di Purwodadi Purworejo Akibat Proyek Tol Jogja-Cilacap Tahap Awal

-Proyek Besar Tol Cilacap-Yogyakarta akan berhubungan dengan Jalur Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, di samping itu juga Rencana Jalur Tol Pejagan-Cilacap dan Jalur Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta akan mempersingkat perjalanan antara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tol Jogja-Cilacap diyakini akan menggilir 41 desa di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan jumlah investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Perlu dicatat bahwa Pemerintah Kabupaten sebelumnya telah mengadakan diskusi tentang kebutuhan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Tol Cilacap-Jogja yang direncanakan memiliki panjang total 121,75 kilometer, nantinya akan disambungkan dengan Tol Gedebrugati atau lebih dikenal sebagai Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Selain itu, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Publik Works dan Permukiman Rakyat sudah mengadakan kegiatan Market Sounding dalam rangka proyek Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yakni pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta tersebut.

Sama seperti Proyek Tol GETACI, berbagai wilayah, termasuk kota dan kabupaten, diprediksi akan merasakan dampak dari pembangunan Tol Cilacap-Yogyakarta ini.

Secara keseluruhan, 41 desa di Purworejo, Jawa Tengah ini tersebar di 6 kecamatan dan semua wilayahnya diproyeksikan akan terpengaruh oleh konstruksi jalan tol Cilacap-Jogja.

Pemerintah sudah mencadangkan konstruksi Jalur Tol Cilacap-Yogyakarta yang memiliki jarak keseluruhan sebesar 121,75 kilometer.

Rencana ini melibatkan integrasi Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap ke sejumlah jalur tol lain yang bertujuan mempersingkat koneksi antar area spesifik, seperti Jalan Tol Getaci (yang mencakup Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) serta Jalan Tol Pejagan-Cilacap, juga Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Pembangunan jalur tol Cilacap-Jogja direncanakan akan diawali pada tahun 2024 dan ditargetkan rampung pada tahun 2029.

Pembangunan proyek ini akan dilaksanakan dalam tiga fase.

Tahapan awal dijadwalkan akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase berikutnya akan dilaksanakan mulai kuartal ketiga tahun 2026 sampai dengan kuartal kedua di tahun 2028.

Tahap ketiganya dijadwalkan akan berlangsung dari Q3 tahun 2027 sampai dengan Q2 tahun 2029.

Walaupun detail spesifik tentang jalur yang akan diproyeksikan di tiap fase masih belum tersedia, tetapi jelas bahwa pembangunan Jalur Tol Yogyakarta-Cilacap nantinya akan melewati beberapa wilayah, salah satunya adalah Purworejo.

Menurut informasi yang dipublikasikan oleh laman pembiayaan.pu.go.id, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan sudah mengadakan kegiatan Market Sounding terkait proyek KPBU berupa Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2022.

Acara Market Sounding ini adalah wadah di mana Pemerintah dapat memberikan penjelasan komprehensif tentang proyek KPBU.

Di samping itu, hal ini dilakukan pula untuk mengumpulkan pendapat, umpan balik, serta ketertarikan terhadap proyek KPBU yang diajukan oleh Kementerian PUPR sebagai Pengelola Proyek Kerja Sama (PJPK).

Direktur Pengelolaan Pendanaan untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan dari DJPI, Reni Ahiantini, menyampaikan dalam pembacaannya atas sambutan Direktur Jenderal Penyediaan Fasilitas Umum dan Permukiman bahwa Proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memiliki nilai investasi senilai Rp 38,47 triliun, berpanjang 121,75 kilometer, dengan periode koncesi selama 50 tahun menggunakan metode pemulihan biaya melalui tarif jalan tol. Rencananya tender ini akan dilakukan di kuarter ketiga tahun 2023. Projek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta termasuk dalam jenis KPBU yang diajukan oleh pihak swasta.

Tol Cilacap-Yogyakarta memperkuat rangkaian tol di bagian selatan Pulau Jawa yang nantinya akan berhubungan dengan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta dimasukkan ke dalam Daftar Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019. Pembaruan infrastruktur ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Propinsi Jawa Tengah sehingga bisa membantu mereduce kesenjangan ekonomi antara area tersebut dengan daerah-daerah di utara dan timur propinsi yang sama.

Seperti yang terlihat pada situs resmi purworejokab.go.id, Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc menyampaikan bahwa rencana untuk memperluas jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta adalah bagian dari strategi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan serta upaya untuk menerapkan sistem integrasi jaringan sesuai dengan perkiraan adanya peningkatan aktivitas perjalanan di masa depan.

Proyek pengembangan jaringan jalan tol yang diinisiasi oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR Republik Indonesia direncanakan akan mencakup panjang sekitar 121,754 km dan berlalu melalui wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, serta Purworejo.

Jalan tol ini pada akhirnya akan berhubungan secara langsung dengan rancangan jalur Jalan Tol Gedebage (Bandung) - Tasikmalaya - Cilacap yang dikenal sebagai Tol Getaci, serta sebagian dari Jalannya Tol Solo - Yogyakarta - Bandara NYIA di Kulonprogo.

Menurut dia, manfaat utama jalannya adalah menjadi pilihan jalan penghubung primer antara kota/kawasan dengan durasi perjalanan yang lebih cepat serta hemat waktu dibandingkan rute jalan lama yang ada saat ini untuk mencapai Cilacap dari arah Purworejo beserta area sekelilingnya. Ini akan mendorong perkembangan ekonomi dalam zona-zona tersebut.

Namun selain manfaat tersebut, kata Anggita, pasti ada efek samping yang harus kita pertimbangkan akibab dari pembangunan jalan toll ini. Karena itu dibutuhkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Masukan masyarakat berupa saran, pendapat, dan tanggapan penting untuk disampaikan sebagai bagian dari pengisi formulir kerangka acuan.

Berikut adalah daftar 41 desa yang berada di 6 kecamatan dalam Kabupaten Purworejo dan dipengaruhi oleh Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta:

1. Kecamatan Butuh

Desa Kunirejowetan

Desa Kunirejokulon

Desa Kedungagung

Desa Kedungsri

Desa Ketug

Desa Wareng

Desa Sruwohdukuh

Desa Sruwohrejo

2. Kecamatan Grabag

Desa Kumpulrejo

Desa Kese

Desa Sangubanyu

Desa Kedungkamal

Desa Dukuhdungus

3. Kecamatan Ngombol

Desa Secang

Desa Piyono

Desa Seboropasar

Desa Wingkotinumpuk

Desa Wingkosigromulyo

Desa Wingkosanggrahan

Desa Wingkoharjo

Desa Singkilkulon

Desa Singkilwetan

Desa Wonoboyo

Desa Walikoro

Desa Pulutan

Desa Kedondong

Desa Kuwukan

4. Kecamatan Kutoarjo

Desa Kebondalem

Desa Karangwuluh.

5. Kecamatan Purwodadi

Desa Jenarkidul

Desa Jenarwetan

Desa Sumbersari

Desa Bongkot

Desa Sukomanah

Desa Tegalaren

Desa Bubutan

Desa Sidoharjo

Desa Kebonsari

Desa Banjarsari

Desa Karangsari.

6. Kecamatan Bagelen

Desa Dadirejo

Profil Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

Tahap awal dari Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang di tahun 2022 sampai 2023.

Nanti jalan tol Cilacap-Yogyakarta ini akan tersambung dengan jalur tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 km.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk mempersingkat perjalanan antara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tahapan Tol Cilacap-Yogyakarta

Berawal tahun 2022, ini adalah langkah-langkah proyek tol Cilacap-Yogyakarta sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan persiapan proyek serta tahap lelang, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah.

Proses penutupan keuangan dan pengalihan tanah untuk proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan tahapan pembangunan fisik.

Pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaan, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan dapat mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Berikut adalah jadwal serta rancangan konstruksi untuk membangun sebuah jalur toll selama 121,75 kilometer yang dibagi ke dalam tiga tahapan:

Tahap 1 dari SS Kebumen ke YIA Kulonprogo: Juli 2024 hingga Juni 2026

Tahapan 2 dari SS Soempioeh hingga SS Kebumen akan berlangsung mulai Januari 2026 sampai dengan Desember 2027.

Tahap 3 JC Cilacap – SS Soempioeh: Januari 2027 hingga Desember 2028.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan model Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Nilai investasinya diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan dipergunakan untuk pembelian (bagian pemerintah) sebesar Rp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Fase awal akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan dilaksanakan dari Kuartal 3 tahun 2026 sampai Kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan sampai tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 hingga kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Selasa, 25 Maret 2025

HRD Sempurnakan Kinerja Kainduk PJR Tol Cikampek, Ingatkan Pentingnya Keamanan bagi Pengendara Arus Balik

, JAKARTA Anggota Komisi V DPR RI dari F-PKB, H Ruslan Daud (HRD), memberikan apresiasinya terhadap kinerja Kepala Induk (Kainduk) PJR Tol Cikampek, AKP Sandy Titah Nugraha beserta timnya yang telah berhasil menjamin keamanan perjalanan pemudik pada periode Idul Fitri 1446 Hijriyah/2025 Masehi.

Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pihak SDM yang bekerja sama dengan Kemenhub, Kementerian PU, Basarnas, BNPB, serta kementerian lainnya terkait, saat memberi keterangan pada awak media, Senin (7/4/2025).

Menurut HRD, sebelum perayaan Lebaran Idul Fitri atau sebelum musim mudik kali ini, dia beserta anggota Komisi V DPR RI yang lain sudah melaksanakan kunjungan khusus (Kunsfik) ke Tol Cikampek.

Di saat tersebut turut hadir pula beberapa petugas berwenang dari Kemenhub, Kementerian PUPR, BNPB, Basarnas, KNKT, Kakorlantas, serta Kepala Dinas PJR Tol Cikampek, AKP Sandy Titah Nugraha.

"Sungguh kami menghargai kerja keras Kainduk PJR Tol Cikampek beserta seluruh regu serta stakeholder lainnya yang sudah tak kenal lelah melayani dan merencanakan aliran lalu lintas pada masa perjalanan pulang dan liburan Lebaran di tol tersebut. Meski demikian, kendati masih ditemui sejumlah kasus ataupun tabrakan, staf-staff berhasil menanganinya dengan cepat," ungkap HRD.

Menurut politisi PKB asal Aceh tersebut, dia telah secara kontinu mengawasi sejumlah informasi selama musim mudik dan balik lebaran kali ini melalui beragam sumber seperti media elektronik serta bermacam platform media sosial.

"Alhamdulillah dengan hasil pemantuan kami, pergerakan orang pulang kampung dan kepulangan mereka setelah liburan Lebaran Idul Fitri kali ini berlangsung mulus, walaupun ada sejumlah laporan yang diterima tim di lapangan, nanti akan dievaluasi dan dibahas bersama-sama di DPR," jelas HRD.

Pada kesempatan itu, HRD juga menekankan pentingnya bagi para pengemudi untuk lebih mementingkan keamanan selama masa arus balik. "Marilah kita prioritaskan keselamatan di jalanan dengan tetap taat pada aturan dan tanda-tanda lalu lintas," pesan HRD.

Sekilas laporan sebelumnya menyebutkan bahwa HRD, yang merupakan anggota Komisi V dari DPR RI, telah melakukan pemeriksaan pada beberapa fasilitas dan struktur jalan tol Cikampek, Jawa Barat, pada hari Kamis tanggal 13 Maret 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota F-PKB yang mewakili Dapil Aceh 2 ini ditemani oleh Ketua bersama beberapa anggota Komisi V lainnya. Turut hadir pula para petinggi dari Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri beserta kepala induk PJR Tol Cikampek, AKP Sandy Titah Nugraha.

Selain itu, tampak pula Dirjen Bina Marga dari Kementerian PUPR, Dirjen Perhubungan Darat, Basarnas, KNKT, dan perwakilan dari BMKG serta beberapa elemen terkait lainnya.

Pemeriksaan sejumlah fasilitas jalan tol Cikampek dilakukan sebagai bagian dari kunjungan khusus (Kunsfik) yang diadakan oleh Komisi V DPR RI mendekati masa arus mudik Lebaran Idul Fitri pada tahun 2025 nanti.

Pada kesempatan itu, pihak HRD berharap agar Kementerian Perhubungan serta lembaga terkait lainnya menyediakan sejumlah fasilitas di Tol Cikampek. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan para pemudik yang akan merayakan Idul Fitri pada musim ini.

"Marilah kita beri rasa aman dan nyaman kepada semua pengendara mudik yang melewati Tol Cikampek serta jalur-jalur lain," harap HRD. (*)

Minggu, 23 Maret 2025

Rute Kapal Motor Baru Antarkan Penumpang ke 2 Kecamatan Anambas, Dishub LH Puji Jasa

ANAMBAS, - Jalur baru untuk angkutan laut antarpulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri sudah diluncurkan.

Sambungan rute terbaru ini mempersatukan dua area di Dusun, yaitu dari Desa Pesisir Timur hingga ke Desa Air Asuk.

Layanan transportasi laut yang menghubungi rute terbaru ini diberi nama KM Singa Laut 2 dan dibuat dari bahan serat.

Kapal ini berfungsi untuk mengangkut penumpang serta sepeda motor.

Kepala Bagian Perhubungan Laut di Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Anambas, Firdaus mengkonfirmasi kehadiran jalur penyebrangan antar pulau yang baru itu.

"Betul sekali, terdapat jalur baru untuk kapal feri yang mengangkut penumpang dan kendaraan. Jalur tersebut baru mulai beroperasi kurang dari satu minggu lalu," katanya ketika dihubungi, pada hari Senin (7/4/2025).

Dia menyebutkan bahwa dengan adanya jalur baru ini akan meningkatkan kenyamanan akses bagi warga dalam melakukan aktivitas kerja atau bepergian ke pulau lain.

Selain itu, rute ini juga membangun koneksi baru yang menjangkau dua kecamatan yaitu Kecamatan Siantan dan Kecamatan Siantan Tengah secara berlawanan arah.

"Sungguh kita mengapresiasi rute baru ini karena memudahkan mobilitas masyarakat khususnya mereka yang bepergian untuk kepentingan pekerjaan," jelasnya.

Mengenai peluncuran jalur kapal baru tersebut, kami bersiap untuk meninjau kelayakan peralatan keselamatan serta kapasitas angkutan guna mencegah overloading ketika operasional dimulai.

"Sebentar lagi kita akan mendarat dan kita sudah mengkoordinasikannya dengan manajemen kapal terlebih dahulu. Kami ingin memastikan bahwa segala sesuatunya telah siap sesuai peraturan," ujar Firdauz.

Berikut adalah detailnya: Kapal Marina Singa Laut 2 yang terbuat dari serat dengan tonase sebesar 10 GT ini melakukan perjalanan setiap harinya selain pada hari Jumat dan Sabtu.

Kapasitas yang dapat ditampung adalah sekitar 6-8 unit sepeda motor serta bisa menampung 15 penumpang.

Satu kali perjalanan, tarif bagi penumpang yang tidak memiliki kendaraan adalah sebesar Rp25 ribu.

Untuk sepeda motor yang membawa penumpang, apakah itu satu atau dua orang, cukup dikenai tarif sebesar Rp50 ribu. /Novenri Simanjuntak )

Jumat, 14 Maret 2025

24 Desa dan 4 Kecamatan di Ciamis Terdampak Tol Getaci: Berikut Nama-namanya?

, CIAMIS - 24 Desa serta 4 Kecamatan di Kabupaten Ciamis direncanakan terdampak oleh proyek jalan tol Getaci. Berikut adalah daftar desa yang bakal berpengaruh menurut data dari kabupaten setempat; totalnya mencapai 24 desa tersebar dalam empat kecamatan tersebut.

Daftar Desa dan Kecamatan yang akan terkena dampak proyek jalan tol tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kecamatan Banjarsari

Desa Ciherang

Desa Ratawangi

Desa Ciulu

Desa Purwasari

Desa Cibadak

Desa Cicapar

Desa Sindangasih

Desa Sindanghayu

Desa Sindangsari

2. Kecamatan Ciamis

Desa Linggasari

3. Kecamatan Pamarican

Desa Neglasari

Desa Pamarican

Desa Sidaharja

Desa Sukajadi

Desa Bangunsari

Desa Kertahayu

Desa Margajaya

Desa Sukamukti

4. Kecamatan Cidolog

Desa Cidolog

Desa Ciparay

Desa Hegarmanah

Desa Janggala

belum ada pemenang lelang

Dua konsorsium perusahaan tidak lolos dalam tender untuk mengelola Toll Road Getaci. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah merilis hasil dari proses penawaran tersebut.

Dalam pengumuman berkode: 24/BPJT/L/GTCM/2024, tim penilai tender untuk operasional jalur tol Getaci sudah menyelesaikan proses evaluasi terhadap dokumen pra-kelayakan dari perusahaan atau konsortium yang diajukan. Hasil akhir menyatakan bahwa ada dua entitas yang gagal memenuhi persyaratan dalam tahapan lelang tersebut.

Dua kelompok yang dimaksud adalah pertama, Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi, dan kedua, Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Ketua Panitia lelang proyek tol Getaci, Sony Sulaksono Wibowo, menyebutkan bahwa menurut aturan pada dokumen pra-kualifikasi bab II.Q.1, para calon yang tidak setuju dengan penilaian hasil pra-kualifikasi diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis paling lambat 5 hari kerja sejak tanggal pengumuman pra-kualifikasi.

Sebagaimana telah dikenal, pemerintah meluncurkan gagasan untuk membangun Proyek Besar Tol Getaci yang mencakup 24 Desa dan 4 Kecamatan di wilayah Kabupaten Ciamis. Dengan adanya informasi tersebut, 24 Desa di Ciamis perlu bersabar menunggu.

Profil Jalan Tol Getaci

Melintasi Dua Provinsi

Tol Getaci melewati dua propinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat yang berkelanjutan selama 171,40 km serta Jawa Tengah dengan jarak mencapai 35,25 km. Dengan demikian, keseluruhan panjang dari Tol Getaci adalah 206,65 km.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan total panjang hingga 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menjadikan dirinya sebagai jalur toll terpanjang di Indonesia ketika sudah siap dibangun.

Ini berarti memindahkan lokasi jalur Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), yang kini tetap sebagai jalan toll terpanjang di Tanah Air dengan panjang 189 kilometer.

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci memiliki empat bagian yaitu Bagian 1 Junction Gedebage-Garut Utara yang panjangnya mencapai 45,20 kilometer, Bagian 2 Garut Utara-Tasikmalaya berukuran 50,32 kilometer, Bagian 3 Tasikmalaya-Patimuan dengan jarak 76,78 kilometer, serta Bagian 4 Patimuan-Cilacap yang memanjang selama 34,35 kilometer.

Memiliki 9 Interchange dan 1 Persimpangan

Tol ini akan mencakup 9 interchange dan 1 gerbang masuk keluar, yakni Gerbang Masuk Keluar Gedebage yang akan berhubungan dengan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

Spesifikasi Teknis Tol Getaci

Jalan tol ini dirancang sebagai 2x2 jalur dengan setiap lintasan berlebar 3,6 meter. Proyek tersebut mencakup pembuatan jalan pada permukaan tanah selama 175,27 km, struktur tingkat atas yang membentang selama 22,26 km, ditambah konstruksi tipe pile slab senilai 9,12 km. (*)

Minggu, 23 Februari 2025

Menyaksikan Kutoarjo Purworejo: Dua Desa Terdampak Gusi Proyek Tol Jogja-Cilacap Tahap Awal

-Proyek Besar Tol Cilacap-Yogyakarta bakal tersambung dengan Jalur Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, di samping itu ada juga Rencana Jalur Tol Pejagan-Cilacap dan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tol Jogja-Cilacap diyakini akan menimpa sebanyak 41 desa di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proyek jalan tol ini memiliki nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Perlu dicatat bahwa Pemerintah Kabupaten sebelumnya telah mengadakan diskusi tentang kebutuhan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Tol Cilacap-Jogja yang direncanakan memiliki panjang total 121,75 kilometer ini nantinya akan disambungkan ke Tol Gedebugaci alias Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Selain itu, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Publik Works dan Perumahan sudah menggelar acara Market Sounding bagi proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yakni pembangunan jalan tol dari Cilacap menuju Yogyakarta tersebut.

Sama seperti Proyek Tol Getagi, berbagai wilayah, termasuk kota dan kabupaten, diprediksi akan mengalami dampak dari pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ini.

Secara keseluruhan, 41 desa di Purworejo, Jawa Tengah, tersebar di 6 kecamatan dan semua wilayah ini diprediksi akan mengalami dampak dari pengembangan jalan tol Cilacap-Jogja.

Pemerintah sudah mencadangkan konstruksi Jalur Lalu Lintas Cilacap-Yogya yang memiliki jarak keseluruhan sebesar 121,75 kilometer.

Rencana ini melibatkan integrasi Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap dengan sejumlah jalur toll lainnya guna mempersingkat koneksi antar area spesifik, seperti Jalan Tol Getaci yang mencakup Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Pejagan-Cilacap, selain itu juga ada Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja direncanakan akan dimuali di tahun 2024 dan berakhir pada tahun 2029.

Pembangunannya akan dipecah menjadi tiga langkah.

Tahapan awal dijadwalkan akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase berikutnya akan dilaksanakan mulai kuartal ketiga tahun 2026 sampai dengan kuartal kedua di tahun 2028.

Tahap ketiga ini direncanakan akan berlangsung mulai Q3 2027 sampai Q2 2029.

Walau detail spesifik tentang jalur yang akan diproyeksikan di tiap fase masih belum tersedia, tetapi jelas bahwa pembangunan Jalur TOL Yogyakarta-Cilacap nantinya akan melewati beberapa wilayah, antara lain Purworejo.

Menurut informasi yang diperoleh dari situs pembiayaan.pu.go.id, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan sudah mengadakan kegiatan Market Sounding terkait dengan Proyek KPBU berupa Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2022.

Kegiatan Market Sounding ini adalah wadah bagi Pemerintah untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang proyek KPBU.

Di samping itu, tujuannya adalah mengumpulkan pendapat, umpan balik, serta ketertarikan terhadap proyek KPBU yang diusulkan oleh Kementerian PUPR sebagai Pelaksana Utama Kegiatan Kerja Sama (PJPK).

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, DJPI Reni Ahiantini, menyampaikan dalam pembacaannya atas sambutan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan bahwa proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memiliki nilai investasi senilai Rp 38,47 triliun, berpanjang 121,75 kilometer, dengan periode kon sesi selama 50 tahun serta menggunakan skema pemulihan biaya dari para pengguna yang dijadwalkan untuk dilelang pada triwulan ketiga tahun 2023. Proyek jalan tol tersebut adalah bagian dari Kemitraan Publik Swasta atauKPBU Initiatives.

Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memperkuat rangkaian jalur bebas hambatan di bagian selatan pulau Jawa, yang nantinya akan disambungkan dengan Jalur Bebas Hambatan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Jalur Bebas Hambatan Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Rencana jalan tol Cilacap-Yogyakarta dimasukkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019. Dengan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Propinsi Jawa Tengah, hal ini bisa membantu mereduce masalah ketimpangan ekonomi yang ada di bagian utara serta timur Propinsi Jawa Tengah.

Seperti yang terlihat pada situs resmi purworejokab.go.id, Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc menyampaikan bahwa rencana untuk memperluas jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta adalah bagian dari upaya dalam meningkatkan fasilitas jalan dan juga bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan sistem jaringan dengan melihat perkiraan akan pertumbuhan mobilitas di masa depan.

Proyek pengembangan jaringan jalan tol yang diinisiasi oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan dari Kementerian PUPR RI direncanakan akan mencakup panjang sekitar 121,754 km dan melintasi wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, serta Purworejo.

Jalur jalan tol ini kelak akan terhubung secara langsung dengan proyek jalur Jalan Tol Gedebage (Bandung) - Tasikmalaya - Cilacap yang dikenal sebagai Tol Getaci serta bagian dari Jalur Jalan TolSolo-Yogyakarta-Bandara NYIA di Kulonprogo.

Menurut dia, manfaat utama jalannya adalah menjadi pilihan jalan utama alternatif yang dapat menjangkau berbagai kota atau area dengan durasi perjalanan lebih pendek dan efisiensi tinggi dibandingkan rute jalan saat ini antara Cilacap ke arah Purworejo serta lokasi-area terdekat. Ini bakal mendorong perkembangan ekonomi di region-region tersebut.

Namun selain manfaat tersebut, kata Anggita, pasti ada efek samping yang harus kita waspadai akibar dari pembangunan jalur toll ini. Karena alasan itu dibutuhkan penilaian terhadap Pengaruh Lingkungan Hidup (PLH). Masukan dari pendapat serta tanggapan masyarakat penting untuk diungkap sebagai bahan pertimbangan dalam mengisi Rencana Dasar Pelaksanaan.

Berikut adalah daftar 41 desa yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Purworejo dan terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta:

1. Kecamatan Butuh

Desa Kunirejowetan

Desa Kunirejokulon

Desa Kedungagung

Desa Kedungsri

Desa Ketug

Desa Wareng

Desa Sruwohdukuh

Desa Sruwohrejo

2. Kecamatan Grabag

Desa Kumpulrejo

Desa Kese

Desa Sangubanyu

Desa Kedungkamal

Desa Dukuhdungus

3. Kecamatan Ngombol

Desa Secang

Desa Piyono

Desa Seboropasar

Desa Wingkotinumpuk

Desa Wingkosigromulyo

Desa Wingkosanggrahan

Desa Wingkoharjo

Desa Singkilkulon

Desa Singkilwetan

Desa Wonoboyo

Desa Walikoro

Desa Pulutan

Desa Kedondong

Desa Kuwukan

4. Kecamatan Kutoarjo

Desa Kebondalem

Desa Karangwuluh.

5. Kecamatan Purwodadi

Desa Jenarkidul

Desa Jenarwetan

Desa Sumbersari

Desa Bongkot

Desa Sukomanah

Desa Tegalaren

Desa Bubutan

Desa Sidoharjo

Desa Kebonsari

Desa Banjarsari

Desa Karangsari.

6. Kecamatan Bagelen

Desa Dadirejo

Profil Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

Tahap awal dari Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang di tahun 2022 sampai 2023.

Nanti, Tol Cilacap-Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, jaringan Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek jalan Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk menghubungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tahapan Tol Cilacap-Yogyakarta

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah langkah-langkah proyek tol Cilacap-Yogyakarta sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta melibatkan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah proses penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ditargetkan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan masa pembangunan fisik.

Proses pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan dapat dimulai operasi tahap demi tahap sampai tahun 2074.

Berikut adalah timeline dan rancangan konstruksi untuk membangun jalur Tol selama 121,75 kilometer yang dibagi dalam tiga fase:

Tahap 1 dari SS Kebumen hingga YIA Kulonprogo akan berlangsung mulai Juli 2024 sampai Juni 2026.

Tahap 2 dari SS Soempiuhe ke SS Kebumen akan berlangsung mulai Januari 2026 hingga Desember 2027.

Tahap 3 JC Cilacap – SS Soempioeh: Januari 2027 hingga Desember 2028.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dibiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya mencapai sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang ditujukan untuk pembelian (bagian pemerintah) mencapaiRp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Periode awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyeksi juga mencakup Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Selasa, 18 Februari 2025

2 Desa di Petanahan Kebumen Siapkan Langkah Menuju Tol Jogja-Cilacap Mulai Dari Banyumas

Proyek besar Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap tetap sedang dalam tahap pelaksanaan.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan tersambung dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek tol yang menghubungkan Yogyakarta dengan Cilacap direncanakan memiliki panjang total 121,75 km.

Sebanyak 53 desa di Kabupaten Kebumen akan terdampak oleh proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 lokasi keluar untuk jalan tol tersebut.

Pihak berwenang akan cepat menjalankan konstruksi jalur tol Cilacap-Yogyakarta sehingga otomatis akan mengurangi durasi perjalanan dari Yogyakarta sampai Cilacap di Jawa Tengah.

Di sisi lain, dampak dari proyek ini mencakup beberapa desa di berbagai kabupaten yang akan terkena pengaruh akibat jalur proyek jalan tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelak, ada 53 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen yang bakal terpengaruh oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Berdasarkan informasi yang diambil dari Website Pemerintah Kabupaten Kebumen, diketahui bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total mencapai 57 kilometer.

Awalnya hanya direncanakan satu gerbang tol keluar, tetapi sang pejabat setempat memohon dan mendorong agar dibuat tiga gerbang tol keluar tersebut di Kebumen Barat, Tengah, dan Timur.

Beberapa gerbang keluar dari jalan tol itu direncanakan berada di area seputaran Terminal Bus Kebumen untuk daerah pusat Kota Kebumen, gerbang keluar Tol Kebumen Barat yang bakal dibuat di Kecamatan Ayah atau Rowokele, dan juga gerbang keluar Tol Kebumen Timur yang akan dikembangkan di zona Kecamatan Prembun.

Saat ini bagi Kabupaten Kebumen, direncanakan bahwa 53 desa dari 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh jalur Tol Cilacap-Jogja di kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detail tentang desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan Tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap akan memulai fase awalnya dengan persiapan proyek serta proses lelang dari tahun 2022 sampai 2023.

Nanti Tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan mencapai 121,75 km.

Tol Yogyakarta - Cilacap akan mengaitkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, serta Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalur Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah timeline untuk setiap fase proyek tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal untuk Jalur Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan proyek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di kompas.com.

Rencana persiapan proyek dan proses lelang untuk Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di fase selanjutnya, yang akan datang adalah penyelesaian keuangan dan pengosongan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap diperkirakan akan diselesaikan pada periode tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan fisik.

Pekerjaan pembangunan dapat dijalankan secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa pada tahun 2026 sebagian besar dari beberapa ruas jalan telah diselesaikan pembangunannya dan dapat mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan model Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Nilai investasinya diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disisihkan untuk pembelian (bagian pemerintah) adalah sebesar Rp 2,37 triliun.

Dana yang digunakan untuk pembangunan mencapai angka Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Fase awal akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta nantinya akan berhubungan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay