Tes Menjual Pertalite di Pertashop, ternyata Tak Semua Pedagang Bersedia
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kini tengah mencoba menjual Pertalite lewat platform Pertashop.
/ News
Hendra May 27th, 7:55 PM May 27th, 7:55 PM Badan Pengatur Hulu dan hilir Minyak serta Gas Bumi (BPH Migas) kini tengah mencoba menjual Pertalite lewat platform Pertashop.Uji coba ini dilaksanakan di sejumlah Pertashop yang terletak di luar Pulau Jawa.
"Sekitar 29 lokasi Pertashop di wilayah Sulawesi sedang dikerjakan saat ini," ungkap Dr. Ir. Saleh Abdurrahman, yang merupakan anggota dari Komite BPH Migas.
Menurut Saleh, kebijakan yang mengizinkan Pertashop menjual Pertalite ditujukan untuk daerah-daerah yang belum dilayani oleh SPBU.
"Maka area yang belum dilayani oleh SPBU dan memiliki Pertashop diprioritaskan untuk penjualan BBM bersubsidi ini," jelas Saleh.
Meskipun begitu, setelah tim dari BPH Migas dan Pertamina mengunjungi sejumlah penjual Pertashop, ternyata tidak semua pihak bersedia.
Saleh menjelaskan bahwa beberapa Pertashop enggan berpindah ke penjualan Pertalite.
Mengacu pada seseorang yang menyelesaikan studi Doktor di IPB, terdapat berbagai alasannya kenapa pihak Pertashop enggan melaksanakan hal tersebut.
"Beberapa orang berkata belum siap dengan berbagai alasan lainnya," jelas Saleh.
Kapan pelaksanaan uji coba ini selesai dan diimplementasikan secara resmi masih belum jelas.
Saleh tidak menyampaikan respons yang tegas.
"Masih dalam pertimbangan," kata Saleh.
Pertalite adalah jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKBK).
Harga bahan bakar JBKP di seluruh Indonesia ditentukan oleh pemerintah dan diberi subsidi berdasarkan harga yang ekonomis.
Target utama dari JBKP adalah mempertahankan stabilitas harga di pasaran serta melindungi kemampuan pembelian masyarakat.
Copyright 2024
Related Article