Tampilkan postingan dengan label racing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label racing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2025

Rider Gresini Racing Monopoli Sprint Race MotoGP Aragon, Lihat Klasemen Sementara

, ARAGON - Rider dari tim Gresini Racing yaitu Alex Marquez dan Fermin Aldeguer tidak bisa dibendung saat lomba Sprint MotoGP Aragon 2025 di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, pada hari Sabtu pukul WIB.

Berjuang melawan tunggangan Ducati Desmosedici GP24, Alex Marquez yang start di urutan kedua, sejajar dengan saudara kandungnya, Marc Marquez, menjaga kecepatannya hingga finish di peringkat dua.

Dia tertinggal 2.080 detik dari Marc yang meraih kemenangan dengan waktu total 19 menit, 43,026 detik.

"Saya mencoba untuk mempertahankan irama dan mengelakkan kekeliruan. Saya amat bersyukur atas hasil ini, dan tim sudah siap untuk tantangan lomba utama hari Minggu," ungkap Alex seperti dikutip dari pernyataan resmi Gresini Racing.

Pada saat bersamaan, Fermin Aldeguer yang memulai balapan di posisi ketujuh, dengan catatan waktu 1:46,360 detik pada sesi kualifikasi, juga tampil sangat baik.

Fermin berhasil mengoptimalkan kemampuan mesinnya dan menyelesaikan balapan di urutan ketiga.

"Tim strategi dan pemilihan ban medium yang kuseleksi, mungkin menjadi hal unik hanya pada perlombaan Sprint saja, ini membantu keserasian ku. Informasi ini sangat berharga untuk pertandingan hari Minggu nanti. Sangat menakjubkan dapat meraih posisi podium di depan penonton asal Spanyol," ucapnya.

Hasil itu semakin mengokohkan posisi Alex Marquez yang dibekali sepenuhnya oleh Federal Oil di urutan kedua klasemen MotoGP 2025 dengan total 181 poin, tertinggal 27 angka dari sang pemuncak klasemen, Marc Marquez.

Pada saat yang sama, penambahan skor membuat Aldeguer melompat ke peringkat delapan dengan total 63 poin.

Gresini Racing menginginkan momentum dari hasil podium ganda di lomba sprint dapat dilanjutkan ke perlombaan utama MotoGP Aragon pada hari Minggu, dengan total jarak sebanyak 23 putaran.

Klasemen Sementara Setelah Sprint Race MotoGP Aragon:

1. Marc MARQUEZ 208 poin

2. Alex MARQUEZ 181 points

3. Francesco Bagnaia mendapatkan 124 poin

4. Franco MORBIDELLI 104 poin

5. Johann ZARCO 97 points

6. Fabio Di Giannantonio 92 points

7. Marco BEZZECCHI 71 points

8. Fermin ALDEGUER 63 points

9. Pedro ACOSTA 63 points

10. Fabio QUARTARARO 59 points. (rdo/jpnn)

Kamis, 19 Juni 2025

Alex Marquez Kagetkan Diri Sendiri dengan Peringkat 9, Siapa Sangka...

- ARAGON - Alex Marquez sekali lagi harus mengakui bahwa kakaknya lebih cepat, Marc Marquez .

Pada Sprint MotoGP Aragon di MotorLand Aragon, Sabtu (7/8), Alex sempat memimpin balapan, tetapi kemudian disalip Marc dan harus puas finis kedua.

Alex juga menyebut bahwa dia pernah merasakan sensasi illusory sesaat setelah melihat Marc Marquez menghadapi kendala di garis awal race sprint.

Saat awal start, Marc Marquez yang menyandang status pole sitter, mendapat masalah yang mengakibatkan Marc melambat.

Pada momen yang mengejutkan tersebut, Marc kemudian menghadapi tantangan kedua ketika bertabrakan dengan Pedro Acosta sebelum masuk tikungan pertama.

Marc Márquez menempati peringkat ke-4, terletak di bawah Acosta, Franco Morbidelli, dan Alex Marquez sang pemuncak klasemen awal balapan.

Saya pernah berpikir dan merasakan seperti ada halusinasi yang membuatku percaya bahwa Marc sudah terpuruk sampai di urutan kedelapan atau kesembilan. Saat aku menyaksikan dia sedang bermasalah atau sesuatu sejenis itu, yups, aku pun berfikiran ini adalah saat (peluang) bagi ku.

Akan tetapi, ternyata Marc langsung menemukan cara untuk mengatasi masalahnya tersebut. Meskipun tidak di lapangan ke-9, ia cepat menebus ketertinggalannya dan kini sudah dekat dengan pemuncak klasemen balapan.

"Saya agak lebih rileks, namun tiba-tiba Marc telah berada di sisi belakangku dan melewatkanku. Oleh karena itu, aku hanya dapat berusaha mencapai finish line dengan sebaik mungkin," jelas Alex.

Alex Marquez menghilangkan kesan bahwa dia mudah menyerah setelah menyadari Marc telah melewati dan menjauhinya.

"Usaha saya untuk melaju ke depan tak bisa disalahartikan sebagai ketakutan akan tantangan. Meski begitu, bila tujuanmu adalah mengungguli dia (Marc) di sana (Sirkuit Motorland Aragon – salah satu trek favorit Marc Marquez), hal tersebut sangat sulit dicapai. Ini bukanlah sesuatu yang mustahil," ujarnya.

"Berada dalam lomba ini seperti bermain sepak bola di mana semua hal mungkin terjadi. Perlombaan besok akan jauh lebih panjang. Siapa tahu masih ada peluang lain," tambah Alex. (crash/jpnn)

Rabu, 18 Juni 2025

Sprint MotoGP Aragon: Marc Marquez Dominasi, Pecco Terpuruk

- ARAGON – Tidak ada kejadian mengejutkan di Sprint MotoGP Aragon Pada tahun 2025 di sirkuit MotorLand Aragon, pada hari Sabtu (7/6) pukul malam waktu Indonesia Barat. Marc Marquez menyelesaikan balapan di posisi terdepan.

Walaupun dimuali dengan awal yang kurang menguntungkan dan sempat merosot ke peringkat ketiga, Marc tetap menampilkan dominasi dan kontrolnya atas trek sehingga berhasil kembali menduduki posisi terdepan hingga akhir balapan.

Alex Marquez yang awalnya memimpin lomba setelah Marc mengalami kendala pada awal perlombaan, terpaksa melihat saudaranya itu dengan cepat melewatinya di tikungan berikutnya.

"Iya, aku telah mencoba untuk menjaga jarak sejak mengetahui bahwa Marc ada di posisi kedua. Kita semua tahu, dia cukup unggul di beberapa tikungan di sini. Aku perlu lebih siap lagi untuk balapan yang panjang besok," kata Alex Marquez kepada petugas MotoGP usai perlombaan sprint.

Pada saat yang sama, Marc Marquez menyatakan bahwa ia pernah hilang ritme ketika memulai balapan.

"Kesalahan ada di sini. Saya kehilangan kendali atas irama awal balapan. Usahaku sekarang adalah mengoreksinya dan mencari jalan untuk maju lagi," ujar Marc.

Pada urutan ke-tiga adalah Fermin Aldeguer yang berhasil mengalahkan Franco Morbidelli dalam pertarungan sengit di lap terakhir.

Sahabat seorang Marc Marquez dari tim resmi Ducati, Francesco Bagnaia a.k.a Pecco kembali gagal bersinar.

Dimulai dari grid ke-4, Pecco berakhir di posisi ke-12.

Sepanjang masa persiapan lomba ini, ketika sempat terlihat di depan kamera, Pecco kelihatan kesulitan untuk memegangi motornya dengan baik, sampai akhirnya pada satu titik pebalap bernomor motor 63 tersebut melambat dan dilewati oleh sejumlah rivalnya. (adk/jpnn)

Hasil Balapan Motor MotoGP di Aragon Tahun 2025

Pos Pemacu Tim Nasional Waktu/Selisih

1. Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo (GP25) mencatat waktu 19 menit 43,026 detik.

2. Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) +2.080s

3. Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) +4.630s

4. Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24) +5.944 detik

5. Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +6.095 detik

6. Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +6.379 detik

7. Maverick Viñales di SPA bersama Red Bull KTM Tech3 (RC16), selisih waktu 7,213 detik

8. Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25) +8.343 detik

9. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +9.982 detik

10. Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25) +11,427 detik

11. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +13.331s

12. Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25) +14,017 detik

13. Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +16.494s

14. Alex Rins di Spa dengan Motor Monster Yamaha (YZR-M1), selisih waktu 17.202 detik

15. Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) +18.287 detik

16. Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +19.284s

17. Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +19,841 detik

18. Lorenzo Savadori ITA Aprilia Factory (RS-GP25) +23.763 detik

19. Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V) +31.069 detik

Gagal Finis

Augusto Fernandez di SPA Pramac Yamaha (YZR-M1)

Selasa, 17 Juni 2025

Hasil Kualifikasi MotoGP Aragon: Marc Marquez Raih Rekor Sejarah

- ARAGON – Marc Marquez mendapatkan posisi terdepan di sesi kualifikasi. MotoGP Aragon Di Circuit Aragon pada hari Sabtu (7/6) petang waktu Indonesia Barat.

Marc mengesankan dengan penampilannya, mencatatkan waktu putaran tercepat di Aragon sebesar satu menit 45,704 detik, melewati rekornya sendiri dari tahun 2024 yaitu satu menit 45,801 detik.

Pengendara Ducati Iron Horse dengan nomor 93 tersebut nampak sangat yakin sejak sesi kualifikasi pertama. Tidak ada tanda-tanda adanya kendala.

Pada akhir kualifikasi, Marc sementara waktu tergeser posisinya oleh adiknya. Alex Marquez Namun, Marc masih memiliki peluang untuk melakukan serangan waktu.

Marc mengambil peluang terakhir tersebut secara spektakuler dan mencetak rekornya.

Alex Marquez berada di posisi kedua sementara Franco Morbidelli menempati urutan ketiga.

"Tim telah melakukan pekerjaan luar biasa di seputar motornya, sehingga saya pun bersemangat untuk mengeluarkan performa terbaik dari diri sendiri. Saya menargetkan posisi barisan depan, dan tentu saja, kegembiraan saya meningkat karena hal tersebut berhasil direalisasikan," ungkap Morbidelli kepada petugas MotoGP pasca sesi kualifikasi.

"Saya senang dapat berdiri di garis terdepan. Iya, Marc ada di posisi pertama. Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk tetap mengikutinya selanjutnya (dalam sprint dan balapan)," ujar Alex Marquez.

"Kita melihat hasil pada sesi kualifikasi pertama, setelah itu saya mencoba untuk mendorong sekuat tenaga motor ini di percobaan akhir, dan ternyata sukses," ujar Marc Marquez. (adk/jpnn)

Hasil Babak Kualifikasi MotoGP Aragon Tahun 2025

Pos Rider Nat Team

1. Marc Marquez SPA Ducati Lenovo (GP25)

2. Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)

3. Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24)

4. Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25)

5. Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16)

6. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16)

7. Fermin Aldeguer dari tim SPA BK8 Gresini Ducati (GP24)

8. Maverick Vinales membalap untuk SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)

9. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1)

10. Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25)

11. Joan Mir di Spa menggunakan Honda HRC Castrol (RC213V)

12. Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V)

13. Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25)

14. Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1)

15. Alex Rins di SPA denganMonster Yamaha (YZR-M1)

16. Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1)

17. Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16)

18. Augusto Fernandez dari tim Pramac Yamaha (YZR-M1)

19. Lorenzo Savadori ITA Aprilia Factory (RS-GP25)

20. Marco Bezzecchi ITA Aprilia Factory (RS-GP25)

21. Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V)

data: crash

MotoGP Aragon 2025

Jumat (6/6)

15.45-16.30 WIB: Free Practice 1 (Marc Marquez)

20.00-21.00 WIB: Practice (Marc Marquez)

Sabtu (7/6)

15.10-15.40 WIB: Latihan Bebas Kedua (Marc Marquez)

15.50-16.05 WIB: Putaran Kualifikasi 1 (Fabio Di Giannantonio, Fabio Quartararo)

16.15-16.30 WIB: Putaran Kualifikasi 2 (Marc Marquez, Alex Marquez, Franco Morbidelli)

20.00 WIB: Lakukan Peregangan Selama 11 Putaran

Minggu (8/6)

14.40-14.50 WIB: Warm Up

19.00 WIB: Balapan Grand Prix sebanyak 23 Lap

Minggu, 15 Juni 2025

MotoGP Aragon: Marc Marquez Dominasi dengan Kemudahan di 3 Tikungan

- ARAGORN - Tidak ada yang merahasiakan hal ini bahwa Marc Marquez hebat sekali dalam mengendarai sepeda sambil belok kiri secara berlawanan arah putaran jarum jam.

Saat para pembalap menghadapi kesulitan untuk menanjakkan kecepatan pada tikungan kiri, Marc Marquez mampu melakukan hal tersebut dengan cepat, tenang, dan tanpa usaha yang berlebihan.

Sirkuit MotorLand Aragon, lokasi di mana acara tersebut diselenggarakan MotoGP Aragon menjadi pilihan utama bagi Marc Marquez.

Hal itu karena terdapat beberapa belokan ke kiri yang membuat Marc mengakselerasi kecepatan motornya sebagai strategi.

Adiknya, Alex Marquez, mengungkap hal tersebut setelah Practice MotoGP Aragon 2025.

"Marc memberi nama Tikungan 8 dengan namanya sendiri karena dia cukup pintar. Dia sadar dirinya luar biasa dalam hal itu," jelas Alex.

"Pagi (sebelum practice) saya membuka grafik bahwa pada 2019 Marc unggul 1,6 detik dari pembalap yang berada di posisi kedua. Hari ini selisihnya 0,9 detik (antara Marc dengan Alex), tidak seberapa. Saya belajar, saya mencoba melakukan apa yang dia lakukan di sini. Susah, tetapi saya mencoba untuk meningkatkannya," imbuh Alex.

Marquez yang kecil itu lalu bercerita.

"Tidak mudah meniru apa yang dia lakukan di sini. Ada tiga tikungan di mana dia melaju sangat cepat, bisa membuat perbedaan besar, dan dia melakukannya dengan sangat mudah," kata Alex.

"Kami merasakan kesulitan dalam mengikuti jejaknya, sebab walaupun sudah berusaha keras, masih sangat susah bagaimana caranya melakukan itu secara santainya layaknya dirinya. Itulah yang membuatnya unik," jelasnya.

Alex mengatakan bahwa ada dua belokan ke kanan yang menyulitkan Marc.

Akan tetapi, terdapat berbagai belokan ke kiri dimana sejumlah pembalap seperti Alex perlu menggunakan rem depan, namun hal itu justru menjadi kesempatan baik bagi Marc karena dia sangat handal dalam menghadapi situasi tersebut.

MotorLand Aragon. (motogp)

"Pada saat berada di Tikungan 7, sekitar arah kanan, tikungan tersebut tidak memberikan banyak dampak. Tetapi setelah itu, muncullah Tikungan 8, 9, dan 10. Ia (Marc) menyematkan nama dirinya pada tikungan tertentu, khususnya Tikungan 8, untuk sebuah alasan," katanya.

"Inilah tempat di mana ia dapat memberikan dampak luar biasa bagi saya, bagi kita semua. Semua hal terjadi secara alamiah untuknya. Hal tersebut, meskipun Anda mencoba menirukannya atau memaksakannya, pasti tidak akan berhasil," jelas Alex. (ms/jpnn)

MotoGP 2025: Marc Marquez Enggan Ganggu Hubungan Jorge Martín dengan Aprilia

- Pembalap Ducati Marc Marquez tak mau merecoki hubungan Jorge Martin dan Aprilia yang digosipkan sedang renggang.

Marquez justru berharap tak mada masalah antara Martin dengan pabrikan asal Italia itu.

Sebelumnya, muncul rumor Martin akan angkat kaki dari Aprilia sebelum MotoGP 2025 berakhir.

Sang juara bertahan kabarnya tak puas dengan performa kuda besi racikan Aprilia.

Ketika ditanyakan tentang kabar berita itu, Marquez berusaha untuk merespons dengan cara yang sopan.

Menurut dia, tentunya ada alasan tertentu yang mendorong Martin untuk meninggalkan Aprilia.

"Saat saya menyaksikan laporan tentang Jorge Martin, tentu saja ada alasannya serta penejasan yang perlu disampaikan," kata Marquez seperti dikutip Motosport .

Marquez lebih suka berbicara tentang kembalinya Martin ke arena balapan. Sebab, Martin perlu menghindari beberapa perlombaan. race karena masih dalam tahap pemulihan cedera.

"Semoga ia cepat sembuh dan kembali ke lintasan," lanjut sangjuara enam kali tersebut. (motosport/mcr15/jpnn)

Inilah 10 Pembalap Teratas di Praktik Aragon MotoGP 2025

- ARAGON - Marc Marquez Belum tertahan di Motorland Aragon, sirkuit yang menjadi tuan rumah acaranya MotoGP Aragon 2025.

Setelah menunjukkan performa gemilang di latihan bebas 1, Jumat (6/6) sore WIB, Marc kembali menguasai sesi latihan yang sekaligus menjadi bagian dari proses kualifikasi.

Pada practice Jumat malam, Marc mendominasi sejak awal.

Pertarungan ketat berlangsung di posisi di bawah Marc dalam upaya meraih tempat di sepuluh besar.

Hanya sepuluh pembalap elit saja yang boleh masuk secara langsung ke dalam sesi kualifikasi kedua (Q2). Sementara itu, para pengendara di bawah peringkat sepuluh dalam sesi latihan wajib ikut serta dalam sesi kualifikasi pertama (Q1).

Dua pembalap teratas di sesi kualifikasi pertama akan lolos ke sesi kedua, serta secara otomatis sudah memastikan tempat awal setidaknya di posisi ke-12 untuk balapan sprint dan utama. (adk/jpnn)

Hasil Latihan Motogp Aragon 2025

Pos Rider Nat Team Time/Diff Lap Max

1. Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo (GP25) mencatat waktu 1 menit 46,397 detik pada putaran ke-17 dari total 23 putaran dengan kecepatan rata-rata 341 km/jam.

2. Alex Marquez SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) +0.204s 20/21 338K

3. Maverick Vinales SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +0.556 detik 23/24 343K

4. Joan Mir Spa Honda HRC Castrol (RC213V) +0.556 detik 21/22 338K

5. Pedro Acosta SPA Red Bull KTM (RC16) +0.603s 22/23 343k

6. Johann Zarco FRA Castrol Honda LCR (RC213V) +0.661s 19/20 343 km

7. Brad Binder RSA Red Bull KTM (RC16) +0.699 detik 22/24 346km

8. Fermin Aldeguer SPA BK8 Gresini Ducati (GP24) +0.733s 21/21 337K

9. Francesco Bagnaia ITA Ducati Lenovo (GP25) +0.788 detik 18/20 342k

10. Franco Morbidelli ITA Pertamina VR46 Ducati (GP24) +0.816s 20/20 339K

11. Marco Bezzecchi ITA Aprilia Racing (RS-GP25) +0.825 detik 23/26 346 kali

12. Fabio Di Giannantonio ITA Pertamina VR46 Ducati (GP25) +0.844 detik 19/20 339K

13. Enea Bastianini ITA Red Bull KTM Tech3 (RC16) +1.074s 20/21 342km

14. Raul Fernandez SPA Trackhouse Aprilia (RS-GP25) +1.083 detik 19/21 339k

15. Alex Rins di Spa dengan Motor Monster Yamaha (YZR-M1) yang berjarak +1.112 detik, selesai dalam 19/21 lap dan menempuh jarak 340km.

16. Jack Miller AUS Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.155 detik 19/21 340k

17. Augusto Fernandez SPA Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.226 detik 19/20 339K

18. Fabio Quartararo FRA Monster Yamaha (YZR-M1) +1.445 detik 18/22 337k

19. Lorenzo Savadori ITA Aprilia Factory (RS-GP25) +1.726 detik 19/20 340K

20. Miguel Oliveira POR Pramac Yamaha (YZR-M1) +1.893 detik 10/20 343k

21. Somkiat Chantra THA Idemitsu Honda LCR (RC213V) +2.104s 19/21 338k

data: Crash

MotoGP Aragon 2025

Jumat (6/6)

15.45-16.30 WIB: Praktik Bebas 1 (Marc Marquez)

20.00-21.00 WIB: Latihan (Marc Marquez)

Sabtu (7/6)

15.10-15.40 WIB: Praktek Bebas 2

15.50-16.05 WIB: Qualifying 1

16.15-16.30 WIB: Qualifying 2

20.00 WIB: Lakukan Peregangan Selama 11 Putaran

Minggu (8/6)

14.40-14.50 WIB: Warm Up

19.00 WIB: Balapan Grand Prix sebanyak 23 Lap

Senin, 10 Maret 2025

Jack Doohan Picu Kekhawatiran Besar Soal Keamanan DRS di F1

Insiden tragis melanda Jack Doohan selama sesi latihan bebas untuk Grand Prix Jepang 2025 di Sirkuit Suzuka. Kendaraannya hilang kontrol saat melewati tikungan 130R, salah satu dari jalur tercepat dan paling riskan dalam kalender balapan F1, karena sistem DRS-nya tidak bisa ditutup. Kecelakaan parah tersebut terjadi pada kecepatan mendekati 300 km per jam, segera menciptakan suasana khawatir tentang keselamatan. drag reduction system (DRS) .

Setelah insiden itu, tim Formula 1 Alpine melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut. Informasi dari data menunjukan bahwa sistem Drag Reduction System (DRS) pada kendaraan milik Doohan berfungsi ketika dia masuk ke tikungan, suatu situasi yang tidak harus terjadi sesuai aturan. Keadaan ini pun kemudian memicu diskusi panjang antara para pembalap serta pakar otomotif tentang keselamatan menggunakan DRS seperti saat ini.

1. Alpine mengonfirmasi adanya masalah dengan sistem DRS pada mobil Jack Doohan.

Insiden yang dialami Jack Doohan di sirkuit Suzuka telah menciptakan rasa keterkejutan besar pada publik karena insiden tersebut berlangsung dalam situasi langka dan tak terduga. Sesuai dengan data dari hasil penyelidikan yang dikumpulkan, PlanetF1 , Mobil DRS dengan nomor plat A525 yang dimiliki oleh Doohan tetap dalam mode aktif ketika dia masuk ke Tikungan 130R, suatu area di mana biasanya DRS tidak dapat digunakan akibat risiko hilangnya traksi. Informasi dari kendaraan tersebut mengindikasikan bahwa tak ada intervensi rem sama sekali dan juga tidak ada petunjuk yang menyatakan sistem gagal mendiagnosis kapan harus menonaktifkan fitur DRS.

F1 Alpine menyatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh campuran jarang dari variasi gaya dan muatan udara yang mengacaukan respons sistem pengendalian. Ketika DRS dalam posisi terbuka, penurunan daya cengkeraman sedikit pada mobil terjadi akibat pergantian tekanan samping selama tikungan, sehingga sistem gagal mendeteksi situasi bahaya ini dan tidak membatalkan pembukaan sayap bagian belakang. Walaupun komponen fisik DRS tak bermasalah secara teknis, alat detektor sensor kurang mampu untuk bereaksi dengan cepat atas hilangnya kendali. grip yang mendadak​.

Ini menjadi perhatian utama karena mengundang pertanyaan tentang keselamatan DRS saat masih dapat dibuka dalam situasi ekstrim. Data transmisi jarak jauh serta sensor yang semestinya bertindak sebagai pengaman malah gagal mencegah insiden besar itu. Di luar cedera ringan yang dialami oleh Doohan, masalah yang lebih signifikan timbul dari potensi bahaya bahwa hal seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja di trek balapan dengan kecepatan tinggi lainnya.

2. Di luar mendukung pembalap untuk melakukan overtaking, sistem DRS juga menyertakan beberapa risiko ketika digunakan.

DRS pada awalnya diciptakan untuk memperbesar kesempatan melewatkan lawan di F1 dengan mereduksi rintangan udara lewat penerapan sayap belakang yang dapat dibuka. Di lapangan, teknologi tersebut membawa manfaat besar bagi kecepatan kendaraan, ditambahengan top speed Kira-kira 10–15 kilometer per jam pada trek lurus. Akan tetapi, dengan kemajuan dalam teknologi dan taktik balap, timbul pula bahaya-bahaya baru terkait pemakaian DRS.

Sebelum peristiwa Doohan, sejumlah kejadian lain sudah menggarisbawahi bahaya dari sistem tersebut. Satu contoh terjadi pada Grand Prix Arab Saudi tahun 2022, tempat para pembalap sengaja memperlambat laju mereka saat mendekati zona DRS untuk meraih manfaat aktivasinya di trek lurus selanjutnya. Tindakan itu disebut " DRS baiting ", yang walaupun sah dari segi peraturan, sering kali menciptakan kondisi berisiko di trek saat para pembalap mendadak mengurangi kecepatan mobil mereka selama pertarungan cepat kencang tersebut.

Selain itu, ciri khas setiap sirkuit juga ikut mempengaruhi tingkat keselamatan saat menggunakan DRS. Di lintasan seperti Suzuka atau Spa-Francorchamps dengan kelokan yang cepat serta area perubahan elevasi, penerapan DRS dapat justru berbalik merugikan. Apabila sistem dibuka ketika kendaraan belum benar-benar stabil, risiko hilang kontrol akan bertambah signifikan. Inilah aspek di mana manfaat strategi bersitegang dengan ancaman tabrakan parah saling berkaitan.

3. Carlos Sainz dan Pierre Gasly meminta FIA mengulas kembali aturan keamanan terkait DRS.

Insiden yang dialami Doohan menjadi alasan kuat bagi para pembalap F1 untuk mendesak peninjauan kembali aturan tentang Drag Reduction System (DRS). Carlos Sainz, seorang pembalap tim Williams dan juga direktur terbaru Asosiasi Pengemudi Grand Prix (GPDA), berpendapat bahwa kecelakaan itu perlu ditangani dengan serius oleh Federasi Internasional Otomobil (FIA). Dia menegaskan, sistem DRS jangan dibiarkan aktif di area tertentu seperti 130R, meskipun secara tehnis mungkin dilakukan melalui setting elektroni pada mobil.

Sainz pun mengatakan bahwa sistem automasi yang ditambahkan ke DRS harus mempunyai lapisan perlindungan ekstra agar tidak membuka sayap saat melintas di area rawan. Dia mendesak ada peningkatan kerjasama antar sensor. grip Dan kontroler DRS digunakan untuk memastikan bahwa sistem hanya berfungsi ketika kondisinya sungguh-sungguh aman. Di samping itu, sejumlah pembalap mendesak kebutuhan adanya "zonai hitam" DRS, yaitu bagian tertentu dari trek di mana penerapan sistem ini secara keseluruhan dibatalkan walaupun kendaraannya berada dalam batas yang disyaratkan.

Kekuatan tekanan dari masyarakat umum serta dunia motorsport terus bertambah untuk membuat FIA tidak hanya menjawab dengan cara yang defensif saja. Berbagai kalangan menginginkan otoritas pengatur tersebut secepatnya melakukan evaluasi kembali pada software manajemen DRS dan merancang sebuah protokol baru. fail-safe Penambahan ini bertujuan supaya teknologi yang pada mulanya dirancang untuk memperbaiki kinerja dalam perlombaan tidak berbalik menjadi ancaman baru di trek.

Kecelakaan Jack Doohan merupakan sebuah peringatan penting bahwa inovasi pada lintasan harus senantiasa disertai dengan penguasaan aspek keamanan secara cukup. Sekaranglah waktunya bagi Formula 1 dan FIA untuk mengkaji ulang tentang ambang batas keamanan dari penggunaan sistem DRS agar dapat menjaga keselamatan pebalap mereka.

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay