,
Jakarta
- Hasil akhir sempurna dicapai di lomba sektornya tunggal putri dalam kejuaraan tersebut.
French Open 2025
Petenis peringkat teratas di seluruh dunia,
Aryna Sabalenka
akan berjumpa dengan pemain peringkat kedua,
Coco Gauff
, pada pertandingan final Grand Slam Roland Garros.
Sabalenka, pemenang gelar tunggal Grand Slam sebanyak tiga kali serta menjadi runner-up dua kali, berhasil mencapai final Grand Slam pertamanya di permukaan tanah liat setelah mengalahkan Iga Swiatek. "Saya sungguh gembira atas kemenangan hari ini dan dapat mengungguli Iga di ajang Roland Garros," ujar Sabalenka. "Ini merupakan pencapaian istimewa bagi saya dan hal yang patut dibanggakan, jadi merasa cukup puas telah mampu menaklukkan permainan yang berat ini."
Sabalenka menghabiskan waktu dua jam dan 19 menit untuk mengakhiri rekor 26 kemenangan berturut-turut petenis peraih gelar keempat Swiatek di turnamen itu.
Sabalenka sudah meraih enam kemenangan di babak final Grand Slam sejak awal tahun 2020. Dia menyampaikan, "Ini penting sekali untukku dan tim karena aku perlu mengungkapkan bahwa sebagian besar hidupku, orang lain terus memberitahu bahwa permukaan tanah liat tak cocok dengan gayaku dan akibatnya kurang percaya pada diriku sendiri."
Penyihir kelahiran Belarusia tersebut melanjutkan, "Di masa lalu, yang saya ingat beberapa dekade silam, kita berhasil meningkatkan permainan saya dengan signifikan sehingga membuat saya merasa amat nyaman pada jenis permukaan ini serta sungguh menikmati bertanding di lapangan tanah liat. Kalau saja saya dapat memperoleh piala ini, pastinya memiliki arti besar untuk tim kami."
Sabalenka saat ini menjadi pemain tenis perempuan pertama yang berhasil mencapai babak final tunggal di tiga turnamen Grand Slam beruntun (US Open 2024, Australian Open 2025, dan French Open 2025), sejak catatan Serena Williams yang meraih prestasi tersebut pada tahun 2016 dengan mengikuti Australian Open, French Open, dan Wimbledon.
Komentar Gauff
Petenis AS Coco Gauff mengakhiri perjalanan mengejutkan petenis wildcard Prancis Lois Boisson di semifinal dengan skor 6-1, 6-2, sehingga dia maju ke final French Open untuk kedua kali. “Di final pertama saya di sini, saya benar-benar cemas, dan rasanya seperti saya sudah lemas sebelum pertandingan mulai,” ungkap Gauff, mantan wakil juara terhadap Swiatek tahun 2022, dilansir dari WTA, Jumat lalu.
Coco Gauff. (Instagram/@cocogauff)
Gauff bakal mencoba memperoleh trofi Grand Slam kedua di Paris usai sukses di US Open 2023, yakni pada tanggal 7 Juni. Dia sebelumnya berhasil menaklukkan Sabalenka dalam tiga sets saat bertanding di partai final tahun ini.
Gauff menyampaikan rasa percaya dirinya meningkat pesat setelah bertanding dalam final Grand Slam sebelumnya serta menunjukkan performa apik pada beberapa kesempatan tersebut. Dia menjelaskan, “Iya, saat menuju ke hari Sabtu nanti, saya berniat untuk memberitukan segalanya dan berusaha semaksimal mungkin dengan tetap tenang dan santai.” Selain itu dia juga menambahkan, “Apapun hasil akhirnya, mari kita lihat apa yang terjadi; namun ingatlah bahwa saya sudah memberikan usaha terbaikku.”
Kontes antara pemain peringkat satu dan dua dunia untuk merebut gelar Grand Slam yang sebelumnya terjadi di Australian Open tahun 2018 ketika Caroline Wozniacki unggul atas Simona Halep serta di Paris tahun 2013 dengan kemenangan Maria Sharapova melawan Serena Williams.
Sabalenka dan Gauff mempunyai catatan pertemuan langsung yang seimbang. Mereka memiliki rekam jejak total 5-5 serta berada di posisi seri 1-1 dalam turnamen Grand Slam.