Tampilkan postingan dengan label incident. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label incident. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 April 2025

Petugas Beraksi Tangkap Buaya di Tanahlaut, Kades Ingatkan Prioritaskan Keamanan Warga

, PELAIHARI - Kejadian kembali adanya serangan buaya di perairan Desa Batakan-Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.

Perasaan tersebut khususnya dialami oleh para nelayan lokal dan mereka yang tinggal di dekat tepi Sungai. Ini juga mencakup penduduk lainnya yang sering kali melaksanakan kegiatan di Sungai Batakan-Tanjungdewa.

Buaya kembali melakukan serangan pada warga pada minggu malam sebelumnya, mengakibatkan Sugianor (49) mendapat luka gigitan di berbagai bagian tubuh dan perlu dirawat di rumah sakit.

Informasi dikumpulkan pada hari Selasa (8/4/2025). Upaya penangkapan makhluk sungai itu dimulai sejak Senin lalu oleh BKSDA Kalimantan Selatan bekerja sama dengan pihak berwenang dan masyarakat setempat.

"Alhamdulillah BKSDA KalSel segera tiba di tempat. Mereka juga mengantongi peralatan yang dibutuhkan untuk penangkapan buaya tersebut. Saya melihat adanya selang air serta beberapa barang lainnya," jelas H Patnur, kepala desa Batakan.

Dia menyambut positif tindakan cepat BKSDA Kalimantan Selatan yang menanggapi insiden serangan buaya di perairan Batakan-Tanjungdewa. Sebab, serangan binatang buas tersebut semakin membuat khawatir masyarakat setempat.

Patnur mengingatkan warga bahwa mereka sudah memahami saat BKSDA menyebut buaya termasuk dalam kategori hewan terlindung.

Akan tetapi, masyarakat juga menginginkan bahwa dalam menanggapi serangan buaya itu, keamanan manusia harus menjadi prioritas utama.

"Pastikan tidak terjadi kasus di mana karena status buaya sebagai hewan pelindungan, manusia menjadi korban serangan mereka," tegas Patnur.

Menurut pernyataan tersebut, insiden serangan buaya di daerah Batakan-Tanjungdewa sudah berlangsung sebanyak tiga kali dalam satu tahun terakhir. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang lebih akurat untuk mencegah adanya korban tambahan.

(/banyu langit roynalendra nareswara)

Minggu, 06 April 2025

Akibat Jalanan Berkelok, Truk Miring di Kolaka Sulawesi Tenggara

,KOLAKA - Karena jalannya berkontur tidak rata, truk di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) terlibat dalam sebuah kecelakaan.

Insiden itu mengakibatkan truk milik jadi terguling, tepatnya di hadapan depot Pertamina Jalan Poros Kolaka-Kolaka Utara, Kecamatan Latambaga, Kolaka, pada hari Senin (7/4/2025) sekitar pukul 20.00 WITA.

Truk yang mengalami kecelakaan tersebut dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif.

"Jalan di hadapan depot Pertamina Latambaga mengalami kerusakan dengan kondisi bergelombang sehingga menimbulkan kecelakaan truk terbalik," katanya, Selasa (8/4/2025).

Iptu Dwi Arif menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden truk yang terbalik dengan nomor polisi DT 8113 BB.

Petugas dari Polres Kolaka juga sudah melakukan evakuasi pada truk yang terbalik tersebut dengan memanfaatkan peralatan bertekanan tinggi. (*)

(/Adrian Adnan Sholeh)

Kamis, 27 Maret 2025

Peluang Temukan Korban Selamat Semakin Tipis, Operasi Penyelaman Gempa Myanmar Diprioritaskan Minimalisasi

BANGKOK, — Usaha mencari korban yang selamat setelah gempabumi besar di Myanmar tanggal 28 Maret 2025 mulai berkurang pada Senin (7/4/2025). Saat ini, fokus telah bergeser ke arah meningkatkan tindakan bantuan dan pemulihan.

Seperti dikutip dari The Associated Press , hingga kini jumlah korban meninggal karena musibah itu sudah melebihi 3.500 orang dan diprediksi angka tersebut kemungkinan besar masih akan naik.

Di ibukota Myanmar, Naypyitaw, warga tampak sedang menyapu sisa-sisa reruntuhan dan mengumpulkan kayu dari bangunan-bangunan rumah yang telah hancur sembari diguyuri hujan tipis. Di tempat lain, pasukan militer dilihat membawa peralatan berat untuk memindahkan material bekas bangunan di sejumlah vihara Buddha.

Kementerian Penanggulangan Kebakaran Myanmar melaporkan bahwa regu pencarian dan pertolongan sudah menemukan 10 jenazah dari sisa-sisa gedung yang roboh di Mandalay, kota terbesar kedua di negara tersebut.

Para penyelamat internasional asal Singapura, Malaysia, dan India sudah pulang ke tanah air mereka karena misi mencari korban selamat dinilai usai. Jumlah regu penyelamat yang bekerja di area pemukiman Naypyitaw semakin berkurang.

Gempa dengan kekuatan 7,7 pada Skala Richter mengguncang sejumlah besar area negara ini, merusak enam daerah serta provinsi yang ada. Bencana gempa bumi tersebut membuat pasokan listrik putus di beberapa tempat. Di luar itu, koneksi telepon tetap dan layanan seluler ikut terganggu, sedangkan kondisi jalur dan jembatan pun menjadi buruk, menjadikannya sukar untuk menilai tingkat kerusakan keseluruhan.

Hujan deras bersama dengan angin kuat menghambat upaya evakuasi dan pertolongan pada hari Sabtu malam itu, sekaligus memperparah kondisi mereka yang tanpa rumah harus tertidur di luar ruangan. Prediksi iklim untuk pekan ini mencatat bahwa kemungkinan akan turunnya hujan disertai guntur dapat melanda berbagai wilayah negara tersebut.

Pada saat bersamaan, rezim militer Myanmar dan kelompok-kelompok oposisi di daerah konflik sama-sama menyalahkan satu sama lain karena diduga melanggar deklarasi cease-fire yang sudah disepakati guna mendukung operasi bantuan pasca-gempa.

Myanmar sudah dihantui ketidakstabilan politik sejak militer merebut kendali negara pada tahun 2021 dan menyingkirkan pemerintah Aung San Suu Kyi yang dipilih melalui pemilihan umum. Hal tersebut memicu demonstrasi damai di seluruh negeri, yang kemudian berkembang menjadi pertempuran bersenjata. Saat ini situasinya bahkan berubah menjadi konflik bersaudara.

Walaupun pemerintahan militer serta angkatan bersenjata telah menyatakan gencatan senjata satu arah untuk jangka waktu tertentu, konflik diprediksi tetap akan berlangsung di beberapa daerah. Berdasarkan laporan dari media Myanmar, tindakan pengeboman udara oleh tentara menjadi fokus utama yang memprihatinkan.

Akan tetapi, keberlangsungan pertempuran belum bisa dipastikan sepenuhnya, sebab area di mana konflik tersebut berlaku sungguh sulit dijangkau dan ada pula batasan bagi para wartawan.

Kamis, 20 Maret 2025

Detik-Detik Dramatis Penyelamatan Wanita di Atas Rel Kereta Api Serpong

   Tidak ada komentar     
categories: , , , ,

Usaha seorang perempuan yang diyakini ingin mencoba akhir hayatnya dengan cara melompat ke rel kereta api daerah Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), dapat dicegah pada Minggu malam (6/4/2025).

Kepala Polisi Sektor Serpong, Kompol Suhardono, menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi kira-kira pada jam 9:30 malam dan telah berhasil ditangani oleh personil keamanan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Petugas keamanan PT Kereta Api Indonesia sukses menghentikan seorang wanita yang berada di atas rel kereta api dan selanjutnya menyerahkan perihal ini kepada pihak kepolisian Polsek Serpong," jelas Suhardono pada laporannya, Senin (7/4/2025).

Setelah menerima laporannya, ia mengatakan bahwa timnya segera bergegas ke tempat kejadian untuk melakukan verifikasi dan menjaga keamanan.

Selanjutnya, dia diantarkan ke Polsek Serpong guna diperiksa dan dicarikan informasi tentang keluarganya.

Suhardono menyatakan, dia masih belum tahu dengan jelas siapa wanita itu.

Akan tetapi, menurut informasi awal, umurnya dikira kurang lebih 25 tahun.

"Perempuan, kira-kira berusia 25 tahun, alamatnya masih belum diketahui," terangnya.

Pada peristiwa tersebut, petugas pun menginterogasi dua individu yang menjadi saksi, yaitu Fiki berusia 30 tahun dari Karawaci serta Andi yang berumur 25 tahun berasal dari Rangkasbitung.

Selanjutnya, dia menyatakan, masih tidak tahu alasan dibalik upaya bunuh diri itu.

"Saat ini kita masih menginvestigasi tetapi kami telah menahan dia di Polsek Serpong untuk menemukan keluarganya," katanya.

()

Selasa, 11 Maret 2025

Saksi Mata: Remaja Kepanasan, Kejang-Kejang hingga Tenggelam Maut di Kolam Pemancingan Kolaka

, KOLAKA - Berikut adalah kesaksian dari seorang saksi yang melihat kejadian remaja berusia 14 tahun meninggal dunia karena tenggelam di danau pemancingan, di kabupaten Kolaka, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peristiwa tersebut terjadi di Kolam Pemancingan Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga, pada hari Senin (7/4/2025) sekitar pukul 10:00 WITA.

Sebuah kesaksian dari Andi menyebutkan bahwa sebelum menjadi tenggelam, dia melihat remaja berinisial R tersebut pertama-tama mengalami konvulsi atau kejang-kejang.

"Saya tidak begitu pasti karena baru saja lewat, tetapi sebelumnya secara jelas saya melihat bahwa korban sempat menggigil," katanya.

Sebelumnya R pernah memancing di danau pancingan, kemudian tidak lama setelah itu mengalami kejang sampai jatuh ke dalam kolam.

Karena merasa ketakutan dan tak dapat berenang, saksi langsung mengajukan permohonan bantuan kepada warga setempat.

Tidak berapa lama kemudian, warga datang dan segera menolong R (14) dengan cara membawanya ke kolam untuk ditolong. Setelah itu, mereka mengantar korban ke Puskesmas Kolakasi.

Namun korban R (14) dikabarkan telah meninggal dunia. (*)

(/Adrian Adnan Sholeh)

Senin, 10 Maret 2025

Jack Doohan Picu Kekhawatiran Besar Soal Keamanan DRS di F1

Insiden tragis melanda Jack Doohan selama sesi latihan bebas untuk Grand Prix Jepang 2025 di Sirkuit Suzuka. Kendaraannya hilang kontrol saat melewati tikungan 130R, salah satu dari jalur tercepat dan paling riskan dalam kalender balapan F1, karena sistem DRS-nya tidak bisa ditutup. Kecelakaan parah tersebut terjadi pada kecepatan mendekati 300 km per jam, segera menciptakan suasana khawatir tentang keselamatan. drag reduction system (DRS) .

Setelah insiden itu, tim Formula 1 Alpine melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut. Informasi dari data menunjukan bahwa sistem Drag Reduction System (DRS) pada kendaraan milik Doohan berfungsi ketika dia masuk ke tikungan, suatu situasi yang tidak harus terjadi sesuai aturan. Keadaan ini pun kemudian memicu diskusi panjang antara para pembalap serta pakar otomotif tentang keselamatan menggunakan DRS seperti saat ini.

1. Alpine mengonfirmasi adanya masalah dengan sistem DRS pada mobil Jack Doohan.

Insiden yang dialami Jack Doohan di sirkuit Suzuka telah menciptakan rasa keterkejutan besar pada publik karena insiden tersebut berlangsung dalam situasi langka dan tak terduga. Sesuai dengan data dari hasil penyelidikan yang dikumpulkan, PlanetF1 , Mobil DRS dengan nomor plat A525 yang dimiliki oleh Doohan tetap dalam mode aktif ketika dia masuk ke Tikungan 130R, suatu area di mana biasanya DRS tidak dapat digunakan akibat risiko hilangnya traksi. Informasi dari kendaraan tersebut mengindikasikan bahwa tak ada intervensi rem sama sekali dan juga tidak ada petunjuk yang menyatakan sistem gagal mendiagnosis kapan harus menonaktifkan fitur DRS.

F1 Alpine menyatakan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh campuran jarang dari variasi gaya dan muatan udara yang mengacaukan respons sistem pengendalian. Ketika DRS dalam posisi terbuka, penurunan daya cengkeraman sedikit pada mobil terjadi akibat pergantian tekanan samping selama tikungan, sehingga sistem gagal mendeteksi situasi bahaya ini dan tidak membatalkan pembukaan sayap bagian belakang. Walaupun komponen fisik DRS tak bermasalah secara teknis, alat detektor sensor kurang mampu untuk bereaksi dengan cepat atas hilangnya kendali. grip yang mendadak​.

Ini menjadi perhatian utama karena mengundang pertanyaan tentang keselamatan DRS saat masih dapat dibuka dalam situasi ekstrim. Data transmisi jarak jauh serta sensor yang semestinya bertindak sebagai pengaman malah gagal mencegah insiden besar itu. Di luar cedera ringan yang dialami oleh Doohan, masalah yang lebih signifikan timbul dari potensi bahaya bahwa hal seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja di trek balapan dengan kecepatan tinggi lainnya.

2. Di luar mendukung pembalap untuk melakukan overtaking, sistem DRS juga menyertakan beberapa risiko ketika digunakan.

DRS pada awalnya diciptakan untuk memperbesar kesempatan melewatkan lawan di F1 dengan mereduksi rintangan udara lewat penerapan sayap belakang yang dapat dibuka. Di lapangan, teknologi tersebut membawa manfaat besar bagi kecepatan kendaraan, ditambahengan top speed Kira-kira 10–15 kilometer per jam pada trek lurus. Akan tetapi, dengan kemajuan dalam teknologi dan taktik balap, timbul pula bahaya-bahaya baru terkait pemakaian DRS.

Sebelum peristiwa Doohan, sejumlah kejadian lain sudah menggarisbawahi bahaya dari sistem tersebut. Satu contoh terjadi pada Grand Prix Arab Saudi tahun 2022, tempat para pembalap sengaja memperlambat laju mereka saat mendekati zona DRS untuk meraih manfaat aktivasinya di trek lurus selanjutnya. Tindakan itu disebut " DRS baiting ", yang walaupun sah dari segi peraturan, sering kali menciptakan kondisi berisiko di trek saat para pembalap mendadak mengurangi kecepatan mobil mereka selama pertarungan cepat kencang tersebut.

Selain itu, ciri khas setiap sirkuit juga ikut mempengaruhi tingkat keselamatan saat menggunakan DRS. Di lintasan seperti Suzuka atau Spa-Francorchamps dengan kelokan yang cepat serta area perubahan elevasi, penerapan DRS dapat justru berbalik merugikan. Apabila sistem dibuka ketika kendaraan belum benar-benar stabil, risiko hilang kontrol akan bertambah signifikan. Inilah aspek di mana manfaat strategi bersitegang dengan ancaman tabrakan parah saling berkaitan.

3. Carlos Sainz dan Pierre Gasly meminta FIA mengulas kembali aturan keamanan terkait DRS.

Insiden yang dialami Doohan menjadi alasan kuat bagi para pembalap F1 untuk mendesak peninjauan kembali aturan tentang Drag Reduction System (DRS). Carlos Sainz, seorang pembalap tim Williams dan juga direktur terbaru Asosiasi Pengemudi Grand Prix (GPDA), berpendapat bahwa kecelakaan itu perlu ditangani dengan serius oleh Federasi Internasional Otomobil (FIA). Dia menegaskan, sistem DRS jangan dibiarkan aktif di area tertentu seperti 130R, meskipun secara tehnis mungkin dilakukan melalui setting elektroni pada mobil.

Sainz pun mengatakan bahwa sistem automasi yang ditambahkan ke DRS harus mempunyai lapisan perlindungan ekstra agar tidak membuka sayap saat melintas di area rawan. Dia mendesak ada peningkatan kerjasama antar sensor. grip Dan kontroler DRS digunakan untuk memastikan bahwa sistem hanya berfungsi ketika kondisinya sungguh-sungguh aman. Di samping itu, sejumlah pembalap mendesak kebutuhan adanya "zonai hitam" DRS, yaitu bagian tertentu dari trek di mana penerapan sistem ini secara keseluruhan dibatalkan walaupun kendaraannya berada dalam batas yang disyaratkan.

Kekuatan tekanan dari masyarakat umum serta dunia motorsport terus bertambah untuk membuat FIA tidak hanya menjawab dengan cara yang defensif saja. Berbagai kalangan menginginkan otoritas pengatur tersebut secepatnya melakukan evaluasi kembali pada software manajemen DRS dan merancang sebuah protokol baru. fail-safe Penambahan ini bertujuan supaya teknologi yang pada mulanya dirancang untuk memperbaiki kinerja dalam perlombaan tidak berbalik menjadi ancaman baru di trek.

Kecelakaan Jack Doohan merupakan sebuah peringatan penting bahwa inovasi pada lintasan harus senantiasa disertai dengan penguasaan aspek keamanan secara cukup. Sekaranglah waktunya bagi Formula 1 dan FIA untuk mengkaji ulang tentang ambang batas keamanan dari penggunaan sistem DRS agar dapat menjaga keselamatan pebalap mereka.

Jumat, 14 Februari 2025

Begini Kisah Para Saksi tentang Kecelakaan Bus Laluna Corona di Kelok Batu Hitam Malalak Sumatera Barat

, PADANG - Bus Laluna Karona mengalami kecelakaan di Kelok Batu Hitam, Malalak Selatan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat karena dituduh remnya rusak dan menabrak bebatuan, pada hari Minggu (6/4/2025).

Menurut keterangan dari seorang saksi mata bernama Haris, dia menyaksikan sendiri ketika bus rem-nya rusak dan menabrak sebuah batu.

Menurut Haris, dia sedang berdiri tepat di balik bus pada saat peristiwa tersebut terjadi dan melihat semuanya dengan jelas.

"Posisi saya ada di bagian belakang bus," jelas lelaki berusia 40 tahun tersebut.

Selanjutnya, Haris meneruskan ceritanya bahwa dia tengah mengendarai sepeda motor dan memilih berhenti sejenak guna membantu penumpang tersebut.

"Bis tersebut miring ke sisi kanan. Kacanya retak akibat bersentuhan dengan bebatuan," jelas laki-laki yang berasal dari Malalak Timur itu.

Seterusnya, Haris mendengar seorang penumpang berteriak memohon pertolongan. Meskipun demikian, penumpang tersebut tidak terjatuh ketika mobil menghantam bebatuan itu.

"Pengguna tidak terjatuh ketika sisi kanan mobil bersentuhan dengan bebatuan," ujar Haris.

"Banyak penumpang mengalami cedera termasuk sang pengemudi, tetapi mereka telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bukittinggi," jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan tentang kejadian sebuah bis mengalami kecelakaan di Kelok Batu Hitam, Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Diduga, penyebabnya adalah rem yang macet.

Kepala Kecamatan Malalak, Zulwardi, mengkonfirmasi tentang insiden kecelakaan bis yang dimaksud. Menurutnya, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12:00 WIB.

"Betul ada kejadian kecelakaan bis di sekitaran lengkung jalan ALS kira-kira pukul 12.00 WIB tadi," ucapnya ketika ditemui untuk diverifikasi.

Menurut Zulwardi, bus pariwisata yang mengalami kecelakaan adalah merek Lalupa Korona dengan plat nomor BK 7029 UA dan sedang menuju Palembang.

Selanjutnya, menurut Zulwardi, di dalam bis itu terdapat total 37 penumpang.

Tetapi setelah disampaikan kepada petugas kepolisian, jumlah penumpang keseluruhan adalah 43 orang.

Pada saat yang sama, enam orang dinyatakan mengalami cedera ringan sedangkan empat lainnya mendapat luka serius.

"Pasien yang terluka telah dibawa ke Puskesmas Malalak serta Rumah Sakit Bukittinggi," ujar Zulwardi.

"Kecelakan tersebut telah ditangani oleh Satlantas Polresta Bukittinggi, dan sekarang petugaspun sudah sampai di tempat kejadian," tutupnya. (*)

Kamis, 13 Februari 2025

Tabrakan Maut di Simpang Pematang: Satu Korban Alami Patah Tulang

, Mesuji - Dua kendaraan roda dua mengalami kecelakaan di jalur utama Brabasan, desa Simpang Pematang, distrik yang sama, pada hari Sabtu tanggal 5 April 2025 di waktu malam. |

Sebagai akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut, seorang wanita mengalami cedera patah tulang.

Seorang warga lokal yang bernama Ari menyatakan bahwa pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas, mereka berada di tempat kejadian perkara (TKP).

"Tepatnya rumahku dekat dengan tempat kejadian laka dan saat terjadi kecelakaan, aku berada di sana," katanya pada hari Minggu, (6/4).

Ari mengatakan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh saling mengejar antara dua sepeda motor.

Dua sepeda motor yang terlibat adalah merek Honda Verza serta Yamaha Vega ZR.

Lelaki yang mengemudikan sepeda motor Honda Verza dalam keadaan aman.

Untuk sepeda motor Yamaha Vega ZR digunakan oleh suami dan istrinya sebagai kendaraan mereka.

"Maka istri tersebut mengalami luka serius, dia berhasil diselamatkan namun tulang leher bagian bawahnya retak dan harus dirujuk ke rumah sakit di kotanya," tambahnya.

Ketika dimintai informasi tentang identitas korban yang mengalami kecelakaan, mereka tidak memiliki pengetahuan yang jelas.

Meski demikian, jelas bahwa pengemudi sepeda motor Yamaha Vega berasal dari Muara Tenang, Kecamatan Tanjung Raya. Di sisi lain, pemotor Honda Vera adalah penduduk Simpang Penawar.

Hingga berita ini dirilis, belum ada informasi resmi dari Satlantas Polres Mesuji tentang hal tersebut.

(/ M Rangga Yusuf)

Rabu, 12 Februari 2025

Motif Di Balik Pelemparan Batu terhadap Traveler di Malaka: Penyelidikan Polres Temukan Jawaban

Pelaporannya oleh Kristoforus Bota

, BETUN - Dua remaja dari Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, diduga melempari batu ke para wisatawan dalam perjalanan keliling Indonesia saat mereka melintasi jalur Ahmad Yani di Desa Umalawain pada hari Rabu, 2 April 2025 kemarin.

Motif dari peristiwa itu diklarasikan oleh Polres Malaka, disebabkan karena dampak penyalahgunaan miras atau minuman beralkohol.

Seperti yang dinyatakan oleh Kapolres Malaka, AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu, 6 April 2025.

"Mereka mengungkapkan bahwa motif lemparan tersebut terjadi dengan spontanitas akibat dampak alkohol," jelas AKBP Riki Gumilar.

Selanjutnya menurut AKBP Riki Gumilar, kedua individu tersebut yaitu Oris Pah dan Febrianus Klau sedang dipengaruhi oleh alkohol di waktu itu.

"Pada hari Rabu, 2 April 2025 kemarin, tersangka Oris Pah dan Febrianus Klau sudah melempari mobil traveler Jajago Keliling Indonesia. Kedua individu ini mengaku sedang dipengaruhi alkohol (miras) ketika kejadian berlangsung sehingga menyebabkan tindakan tidak senonohnya," jelas AKBP Riki Gumilar.

AKBP Riki Ganjar Gumilar menambahkan pula bahwa kedua tersangka tersebut belum dijadikan tahanan pada saat ini, namun mereka tetap mendapatkan perlindungan.

"Kedua tersangka belum ditahan oleh kami sekarang. Namun, kita telah menerapkan tindakan perlindungan terlebih dahulu. Ini karena kasus mereka sedang dalam tahap pemrosesan hukumnya. Setelah semua bukti dan pernyataan dari saksi serta korban dikumpulkan, maka kita akan melanjutkannya ke tahapan penyelidikan. Penahanan baru bisa dijalankan setelah langkah tersebut," jelas AKBP Riki Gumilar. (ito)

Ikuti Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay