, PELAIHARI - Kejadian kembali adanya serangan buaya di perairan Desa Batakan-Tanjungdewa, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.
Perasaan tersebut khususnya dialami oleh para nelayan lokal dan mereka yang tinggal di dekat tepi Sungai. Ini juga mencakup penduduk lainnya yang sering kali melaksanakan kegiatan di Sungai Batakan-Tanjungdewa.
Buaya kembali melakukan serangan pada warga pada minggu malam sebelumnya, mengakibatkan Sugianor (49) mendapat luka gigitan di berbagai bagian tubuh dan perlu dirawat di rumah sakit.
Informasi dikumpulkan pada hari Selasa (8/4/2025). Upaya penangkapan makhluk sungai itu dimulai sejak Senin lalu oleh BKSDA Kalimantan Selatan bekerja sama dengan pihak berwenang dan masyarakat setempat.
"Alhamdulillah BKSDA KalSel segera tiba di tempat. Mereka juga mengantongi peralatan yang dibutuhkan untuk penangkapan buaya tersebut. Saya melihat adanya selang air serta beberapa barang lainnya," jelas H Patnur, kepala desa Batakan.
Dia menyambut positif tindakan cepat BKSDA Kalimantan Selatan yang menanggapi insiden serangan buaya di perairan Batakan-Tanjungdewa. Sebab, serangan binatang buas tersebut semakin membuat khawatir masyarakat setempat.
Patnur mengingatkan warga bahwa mereka sudah memahami saat BKSDA menyebut buaya termasuk dalam kategori hewan terlindung.
Akan tetapi, masyarakat juga menginginkan bahwa dalam menanggapi serangan buaya itu, keamanan manusia harus menjadi prioritas utama.
"Pastikan tidak terjadi kasus di mana karena status buaya sebagai hewan pelindungan, manusia menjadi korban serangan mereka," tegas Patnur.
Menurut pernyataan tersebut, insiden serangan buaya di daerah Batakan-Tanjungdewa sudah berlangsung sebanyak tiga kali dalam satu tahun terakhir. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang lebih akurat untuk mencegah adanya korban tambahan.
(/banyu langit roynalendra nareswara)