Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label history. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2025

Indonesia vs China: Menjelajahi Prinsip dan Sejarah VAR dalam Pertandingan Sepakbola

, Jakarta - Laga kedelapan putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2026 di wilayah asia yang mempertemukan Timnas Indonesia Dan pertandingan antara China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis, 5 Juni 2025, berkesinambungan dengan hasil kemenangan tipis 1-0 untuk Indonesia.

Gol yang dicetak oleh Ole Romeny disahkan setelah wasit mengulas kejadian dalam kotak penalti dengan bantuan teknologi VAR. VAR .

Prinsip Penggunaan VAR

Dikutip dari theifab.com , penerapan VAR dalam laga sepak bola mengacu pada sejumlah konsep kunci yang perlu dilaksanakan pada masing-masing pertandingan yang memanfaatkan teknologi tersebut:

  1. Asisten Wasit Video (VAR) merupakan petugas resmi dalam pertandingan yang memiliki hak mengakses rekaman laga secara mandiri. Mereka cuma akan mendukung sang wasit bila terdapat 'kekeliruan besar dan jelas', atau apabila ada peristiwa penting yang luput dilihat, khususnya berkaitan dengan:

    a. Putusan mengenai tendangan ke gawang atau tidak

    b. Apakah itu tendangan pinalti atau bukan?

    c. Kartu merah instan (bukan kartu kuning keduanya)

    d. Kesalahan pengenalan pemain oleh wasit, contohnya saat wasit menegur peserta yang tidak tepat

  2. Wasit masih bertindak sebagai pihak yang mengambil keputusan terpenting dan tak boleh melepas kewenangan mereka kepada sistem Video Assistant Referee (VAR) tanpa adanya penilaian sebelumnya. Keputusan tentang kelanjutan permainan pasca adanya klaim pelanggaran dapat dikaji kembali.
  3. Putusan awal wasit baru akan diperbaiki apabila analisis video membuktikan terdapat kekeliruan yang signifikan dan nyata.
  4. Cuma sang hakim lapangan yang boleh mengawali prosedur pengulasan; sementara itu, VAR dan petinggi lainnya cuma bisa memberi masukan tentang pengujian tersebut kepadanya.
  5. Pilihan terakhir tetap ada di tangan hakim lapang, apakah itu berdasarkan saran dari VAR atau setelah dia mengecek langsung ke lapangan.
  6. Tidak terdapat batas waktu untuk proses pemeriksaan agar kesempurnaan dari keputusan menjadi prioritas utama dibandingkan dengan cepatnya penyelesaian.
  7. Pemain serta staf teknis dari sebuah tim tidak boleh mendekati wasit atau mencoba mengubah hasil pengkajian maupun putusan terakhir.
  8. Wasit perlu tetap nampak sepanjang proses evaluasi agar kejelasannya terjamin.
  9. Apabila pertandingan dilanjutkan kembali dan kemudiannya terdapat tinjauan video untuk memeriksa satu insiden, hukuman disiplin yang telah dijatuhkan sebelumnya tetap berlaku. Hukuman tersebut hanya dapat dipadamkan jika ia melibatkan peringatan atau pemasukan keluar yang berkaitan dengan menghalangi kesempatan mencetak gol atau melakukan pelanggaran besar lainnya.
  10. Setelah pertandingan dihentikan lalu dilanjutkan, wasit dilarang untuk memeriksa kembali kecuali jika terjadi kesalahan pengenalan pemain atau pelanggaran serius seperti tindak kekerasan, mencampuradukkan air liur, gigitan, ataupun perilaku yang betul-betul bertentangan dengan semangat olahraga.
  11. Waktu pertandingan sebelum dan setelah kejadian yang bisa dianalisis dikendalikan oleh Aturan Pertandingan serta protokol VAR.
  12. Sebab VAR dengan sendirinya sudah mengecek semua keputusan, maka pelatih maupun pemain tak perlu mengajukan pengayaan tambahan.

Sejarah VAR

Dinukil dari olympics.com , konsep penggunaan VAR pertama kali muncul dalam rangkaian proyek besar bernama Refereeing 2.0 yang dirancang oleh Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) pada tahun 2010. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan teknologi guna mendukung wasit dalam menyusun keputusan di lapangan agar menjadi lebih tepat serta berkurangnya kesalahan.

Meskipun teknologi garis gawang, yang menjadi komponen proyek itu sendiri, dengan cepat diserap dan diakui oleh FIFA pasca tes tahun 2012, VAR justru butuh proses lebih panjang hingga akhirnya mendapat penghargaan.

Setelah sejumlah tes simulasi, pengujian langsung perdana dari VAR diadakan dalam laga persahabatan melibatkan tim Eredivisie yakni PSV dan FC Eindhoven pada bulan Juli tahun 2016. Di tingkat internasional, sistem VAR dipakai untuk pertama kalinya dalam pertandingan persahabatan antara Italia dengan Prancis yang berlangsung tanggal 1 September 2016.

Pertandingan profesional resmi pertama yang mengaplikasikan teknologi Video Assistant Referee (VAR) terjadi pada babak pertama Piala KNVB antara Ajax melawan Willem II tanggal 21 September 2016, acara ini sekaligus menjadi momen debut layar tepi lapangan khusus VAR. Sementara itu, aplikasi VAR dalam sebuah kejuaran internasional pertama kali dilakukan saat Piala Konfederasi FIFA tahun 2017.

A-League Australia adalah liga profesional pertama yang menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada tahun 2017, disusul oleh Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. Sedangkan di Benua Biru, Bundesliga Jerman dan Serie A Italia mulai menggunakan VAR sejak musim 2017-2018, kemudian La Liga Spanyol serta Ligue 1 Prancis melakukannya pada musim berikutnya yaitu 2018-2019. Baru-baru ini, Liga Primer Inggris juga ikut merombak aturan dengan pemberlakukan sistem tersebut saat menjalani musim 2019-2020.

Penerapan VAR Di Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia terjadi momen signifikan yang memulai implementasi sistem tersebut di Liga Champions UEFA pada musim 2018-2019.

Rina Widiastuti berpartisipasi dalam penyusunan artikel ini.

Rabu, 05 Maret 2025

NTT Menakjubkan: Pesona Pantai Oesain, Permata Tersembunyi di Pulau Timor

POS KUPAG.COM -- Pulau Timor yang terletak di Nusa Tenggara Timur memiliki beragam pantai yang masih kurang diketahui dan dirintis oleh para pelancong.

Salah satu pantai yang menakjubkan adalah Pantai Oesain di Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang - NTT.

Keindahan pantai ini seperti sebuah permata yang tertutupi dan berada di antara deretan pantai-pantai cantik di NTT.

Ile mandiri Amarasi Barat yang terletak di bagian selatan Pulau Timor, NTT memiliki banyak tempat wisata memukau seperti Pantai Puru, Pantai Haubenkase Buatam, serta Pantai Oesain di Desa Erbaum, Amarasi Barat.

Setiap pantai memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang memungkinkan para pengunjung secara leluasa memilih tempat wisata mana yang akan mereka kunjungi.

Dari ketiga pantai tersebut, hanya Pantai Puru di Desa Merbaun yang sudah dieksploitasi dengan cukup baik dan menyediakan berbagai fasilitas untuk para pengunjung.

Di sini, sang pengarang cuma mau membahas tentang pantai Oesain yang memesona seperti surganya tetapi masih kurang dikenali masyarakat. Untuk mereka yang hobi menjelajahi lokasi terpencil, penulis dengan senang hati akan merujukkan destinasi pariwisata ini sebagai pilihan.

Lokasinya berada di desa Erbun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Pantai Oesain termasuk pantai yang masih sangat natural dan belum banyak mendapat intervensi manusia.

Menuju ke sana membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dari Kota Kupang. Anda bisa melanjutkan jalan melalui Sikumana, tetap ikuti jalan utama hingga mencapai Baun. Setelah sampai di pasar Baun, ambil rute yang ada di sebelah kanan dan setelah itu belok kiri sesudah berjalan sekitar 4-5 kilometer.

Berikutnya adalah melintasi jalan aspal Lapen yang memiliki beberapa area bergelombang dan akan mencapai jalan turunan, melewati Sungai Oesain dan kemudian tiba di pantai kurang lebih 500 meter dari sana.

Walaupun lintasan agak kurang baik, pastinya sebandelnya bakal terbalas saat sampai tujuan. Pengunjung diminta jangan lewatkan membawa makanan ringan karena belum tersedia tempat makan di area tersebut. Makanan yang diboyong dapat dinikmati sembari menikmati pemandangan pantainya yang memesona.

Oleh karena posisinya ada di pesisir selatan yang menghadap langsung ke Laut Timur, pantai ini menampilkan gelombang air yang cukup tinggi, menjadikannya tidak ideal untuk berenang.

Akan tetapi, keindahan utama dari tempat ini terletak pada area pasir berwarna krem dengan nuansa cokelat yang luas serta adanya batu karang di sekitar tepi pantainya.

Mirip seperti rangkaian pantai di bagian selatan Pulau Timor yang mayoritas dipenuhi oleh karang besar baik terapung atau menonjol ke laut, lokasi pantai Oesain sangat ideal untuk mendapatkan foto dengan background batu karang raksasa serta panorama samudera yang tidak boleh Anda lewatkan.

Pada bagian tepi pantai ini, jarang sekali kita menemui para nelayan sebab penduduk di daerah pesisir selatan mayoritas terdiri dari petani dan aktivitas berlayar hanyalah sebagai profesi tambahan yang dilakukan oleh beberapa orang saja.

Meskipun didominasi oleh terumbu karang, pantai dan pasirnya yang mempesona membuat para pengunjung tidak hanya bisa mengambil foto tetapi juga berinteraksi dengan warga lokal yang sedang mencari hasil dari laut. Bahkan, wisatawan memiliki kesempatan untuk ikut serta dalam pencarian siput dan kerang yang nantinya dapat dimasak sebagai hidangan bernutrisi tinggi.

Tempat wisata yang memesona ini benar-benar pantas untuk mendapatkan perhatian dari pihak pemerintahan. Apalagi setelah Pemkab Kupang telah menyelesaikan pembangunan infrastrukturnya hingga ke desa Erbaun. Dengan tujuan agar sektor ekonomi serta pariwisata bisa bangkit dan masuk dalam tahap Revolusi 5P, diharapkan hal tersebut akan mampu direalisasikan oleh Pemkab Kupang.

Adam Kaseh salah seorang pendiri Forum Komunikasi Putra-Putri Desa Arbaun (FKP2DE) menyampaikan bahwa untuk mendukung pengembangan pariwisata di kawasan desa Erbaun, termasuk pantai Oesain, tim ini akan berkolaborasi dengan beberapa instansi yang relevan dan juga pihak pemerintahan. Selanjutnya, mereka juga bermaksud menjadikan desa Erbaun sebagai destinasi wisata utama melalui promosi aktif.

"Kami melakukan ini untuk mempercepat pembangunan desa tercinta," tutup Kaseh.(ary).

Baca berita selanjutnya di Pos Kupang.com KLIK >>> GOOGLE.NEWS

Selasa, 04 Maret 2025

Alasan Klaten Disebut "Kota Seribu Mata Air": Rahasia Di Balik Banyaknya Umbul

, KLATEN - Kabupaten Klaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dikenal karena keragaman tempat wisata alamnya, termasuk salah satunya yaitu destinasi umbul atau sumber air panas.

Di area tersebut, destinasi umbul berperan sebagai magnet besar untuk pelancong. Gelar Klaten sebagi "Kota Ribuan Sumber Air" atau "Kota 1001 Umbul" tidak datang begitu saja, mengingat jumlah sumber air yang amat banyak dan tersebar luas di kawasan ini.

Beberapa sumber air alami yang populer diantaranya adalah Umbul Cokro, Umbul Ponggok, Umbul Pluneng, Umbul Manten, Umbul Sigedang-Kapilaler, Umbul Besuki, Umbul Siblarak, Umbul Pelem Waterpark, Umbul Nilo, serta Umbul Jolotundo.

Kehadiran umbul-umbul ini sungguh istimewa dan mengundang minat, apalagi karena air di dalamnya begitu bersih dan tak pernah surut, termasuk saat musim kemarau.

Phenomenon ini pastinya menarik lebih banyak pengunjung keumbul di Klaten dari berbagai wilayah.

Kenapa Ada Banyak Sumber Air Di Klaten?

Beberapa pertanyaan umum yang kerap ditanyakan ialah kenapa Klaten mempunyai jumlah sumber air tanah yang sangat melimpah?

Alasannya berada di lokasi yang ditentukan oleh karakteristik geografis dan peta gunung-gunung di daerah Kabupaten Klaten.

Klaten berlokasi di tengah antara dua pegunungan utama, yakni Gunung Merapi dan Pegunungan Seribu. Lokasinya itu memiliki pengaruh baik pada eksistensi sumber air alami di wilayah tersebut.

Topografi daerah Klaten dibagi menjadi tiga zona, yaitu kawasan di sekitar Lereng Gunung Merapi, area dataran rendah, serta region perbukitan karst.

Di area pegunungan Merapi serta di daerah berkelok-kelok ini terdapat banyak sumber mata air yang menjadikannya sebagai umbul.

Kehadiran sumber air ini disebabkan oleh suatu proses alam yang mencakup karakteristik geologis dari daerah itu, yang memfasilitasi pergerakan air tanah ke dalam permukaan.

Di luar menjadi penyedia air untuk kebutuhan sehari-hari, beberapa mata air di Klaten pun digunakan sebagai destinasi pariwisata.

Kecantikan alam dari umbul-umbul ini menyedot perhatian para pelancong yang menginginkan kesegaran serta kemurnian airnya.

Satu yang populer ialah Umbul Ponggok, tempat ini ternama karena kualitas airnya yang luar biasa bening serta mempunyai kedalaman yang beragam, menjadikannya pilihan utama untuk kegiatan snorkeling dan diving.

Bukan hanya itu saja, sejumlah umbul ini pun telah disertai dengan sarana penunjang kenyamanan para tamu, termasuk adanya kolam renang, perosak hiburan air, serta zona bermain.

Ini menjadikan wisata umbul sebagai pilihan ideal untuk berlibur bersama keluarga ataupun hanya untuk menyegarkan diri dengan memandangi pesona alamnya.

Satu hal menonjol dari objek wisata umbul di Klaten adalah kejernihan airnya. Sumber air yang berasal dari mata air umbul ini tak terganggu oleh kondisi kering akibat musim kemarau; ia selalu bersih dan berlimpah.

Phenomenon ini makin menyita minat publik, terutama di area lain yang mana sumber air alam cenderung kekeringan saat memasuki musim kemarau.

Kepolisian air di beberapa sumber air di Klaten turut menyihir para wisatawan. Pengunjung bisa merasakan pesona dasar laut, di mana ikan-ikan berkeliaran secara leluasa di seputar mata air tersebut.

Untuk para penyelam pemula, lokasi-lokasi tersebut pun cocok sebagai tempat latihan.

(*)

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay