Probe Parker Solar yang dimiliki NASA sudah sukses menuntaskan penerbangan mendekati Matahari untuk kali kedua.
Berdasarkan informasi di situs web Live Science, pesawat ruang angkasa ukuran mobil ini meluncurkan diri hingga kedalaman 3,8 juta mil (6,1 juta kilometer) dari permukaan Matahari dengan kelajuan mencapai 430.000 mil per jam (692.000 kilometer per jam). Hal itu setara dengan catatan tertinggi yang telah dicetak ketika mendekati Matahari pada akhir Desember tahun lalu.
Tujuan NASA
Pada pendekatan tersebut, yang tercatat tanggal 22 Maret 2025, probe solar Parker menjalankan fungsi otodidaknya. Empat alat pengukur telah disetting sebelumnya untuk memperoleh informasi ilmiah perihal angin surya di lingkungan paling luar atmosfer matahari, yakni korona matahari.
Pada tanggal 25 Maret 2025, pesawat ruang angkasa tersebut mengirimkan sinyal audio yang menyatakan kondisinya yang baik serta kesempurnaan fungsi seluruh sistemnya.
"Terbang di luar jalur biasa, yang kedua mengingat jarak dan kecepatan saat itu, membolehkan pesawat ruang angkasa untuk melaksanakan pengamatan sains yang unggul dari angin surya dan fenomena berhubungan," seperti disebut dalam pernyataan tersebut.
Untuk prediksi cuaca antariksa
Ilmuwan optimis bahwa informasi detail yang diperoleh dari misi tersebut dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam meramal iklim ruang angkasa serta menyelesaikan teka-teki lama terkait matahari, termasuk alasan di balik suhu koronanya yang mencapai ribuan derajat lebih tinggi dibanding permukaannya saat menjalar ke luarnya.
"Pencarian revolusioner ini akan mengarang kembali buku-buku pelajaran tentang sains matahari dengan menjelajahi wilayah yang belum pernah dilanda benda besaran ciptaan manusia," jelas Janett Petro, pejabat administrator NASA.
Capaian pesawat luar angkasa ini membuktikan efektivitas perlindungan khusus yang diciptakannya, yaitu sebuah perisai panas yang mampu menjaga pesawat tetap aman dari paparan sinar matahari secara intens, memungkinkan semua peralatan elektronik serta instrumentasi dalam kondisi suhu normal bahkan saat pesawat harus mengarahkan dirinya tepat ke arah bintang untuk mendapatkan sampel material matahari.
Saling berkolaborasi
Diberikan sebagai apresiasi atas konsep pelindung panas unik mereka serta peningkatan-peningkatan teknologi dalam sektor penerbangan yang telah mendukung pembentukan kapal antariksa tersebut, regu Parker Solar Probe—terdiri dari rangkaian insinyur dan pakar sains hingga dari NASA, Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins di Maryland, bersama dengan lebih dari empat puluh entitas kerja sama internasional lainnya—telah baru saja menerima anugerah tahunan Robert J. Collier Trophy 2024 dari National Aeronautical Association.
Probe Parker Solar, yang ditembakkan pada 2018, direncanakan akan melaksanakan penerbangan melewati matahari sekali lagi bulan depan dengan kecepatan serta jarak hampir serupa, tepatnya tanggal 19 Juni nanti.