Laporan oleh Wartawan dari Tribun Jatim Network, Anggit Pujie Widodo.
, JOMBANG Sekolah Rakyat akan segera direalisasikan di Kabupaten Jombang.
Secara teknis, kelak masing-masing kecamatan akan mengirimkan tiga pemuda pilihan.
Demikian dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo.
Dia menyebut bahwa proses seleksi untuk sekolah rakyat telah didiskusikan dengan cermat.
Sekolah khusus bagi anak-anak dengan kemampuan ekonomi rendah tersebut pada akhirnya hanya akan dapat menampung sejumlah kecil siswa terpilih secara keseluruhan.
Agus mengatakan bahwa langkah pertama sudah dimulai dengan menerbitkan surat edaran kepada camat-camat agar memilih tiga kandidat siswa setiap kecamatan.
Di Kabupaten Jombang ada sebanyak 21 kecamatan, sehingga apabila semua kecamatan turut serta, perkiraannya akan terhimpun sekitar 63 bakal pelajar baru.
Akan tetapi, angka tersebut belum tentu dan masih berubah. Sebab, dalam kurikulum 2025-2026 yang akan datang, program Sekolah Rakyat di Jombang merencanakan pembukaan dua rumah belajar untuk tiap tingkat pendidikan.
Dimulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Setiap rumah belajar itu akan memuat sebanyak 25 murid dari tiap-tiap tempat tinggal para pelajar. Dengan demikian, jumlah keseluruhan peserta didik yang dapat ditangani pada setiap tahapan pendidikan hanyalah 50 individu saja.
"Maka dari 63 orang yang datang dari seluruh kecamatan tersebut, akan diseleksi kembali berdasarkan tingkat pendidikan mereka. Dengan demikian, setiap tingkatan pendidikan akan mendapatkan 50 peserta," katanya ketika ditemui seusai acara panen raya di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, pada hari Senin (7/4/2025).
Proyek Sekolah Rakyat sepertinya akan benar-benar direalisasikan di Jombang. Berdasarkan data yang dikumpulkan, Sekretaris Jenderal serta Direktur Jenderal terkait dari Kementerian Sosial berencana mengunjungi Jombang sendiri pada pekan kedua bulan April mendatang.
Kunjungan Menteri ini bertujuan untuk mensosialisasikan secara langsung kepada para calon peserta didik dan juga orang tuanya.
Apabila proses penyosialan berlangsung sesuai harapan, diharapkan program Sekolah Rakyat ini bisa dimulai bersamaan dengan pembukaan tahun pelajaran 2025-2026.
Langkah pertama, proses pembelajaran sementara akan dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung.
"Bila segalanya berjalan sesuai rencana, program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2024-2026 dapat diluncurkan dengan sementara menempatkannya di SKB Mojoagung," tambah Agus.