, Jakarta - Laga kedelapan putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2026 di wilayah asia yang mempertemukan Timnas Indonesia Dan pertandingan antara China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis, 5 Juni 2025, berkesinambungan dengan hasil kemenangan tipis 1-0 untuk Indonesia.
Gol yang dicetak oleh Ole Romeny disahkan setelah wasit mengulas kejadian dalam kotak penalti dengan bantuan teknologi VAR. VAR .
Prinsip Penggunaan VAR
Dikutip dari theifab.com , penerapan VAR dalam laga sepak bola mengacu pada sejumlah konsep kunci yang perlu dilaksanakan pada masing-masing pertandingan yang memanfaatkan teknologi tersebut:
-
Asisten Wasit Video (VAR) merupakan petugas resmi dalam pertandingan yang memiliki hak mengakses rekaman laga secara mandiri. Mereka cuma akan mendukung sang wasit bila terdapat 'kekeliruan besar dan jelas', atau apabila ada peristiwa penting yang luput dilihat, khususnya berkaitan dengan:
a. Putusan mengenai tendangan ke gawang atau tidak
b. Apakah itu tendangan pinalti atau bukan?
c. Kartu merah instan (bukan kartu kuning keduanya)
d. Kesalahan pengenalan pemain oleh wasit, contohnya saat wasit menegur peserta yang tidak tepat
- Wasit masih bertindak sebagai pihak yang mengambil keputusan terpenting dan tak boleh melepas kewenangan mereka kepada sistem Video Assistant Referee (VAR) tanpa adanya penilaian sebelumnya. Keputusan tentang kelanjutan permainan pasca adanya klaim pelanggaran dapat dikaji kembali.
- Putusan awal wasit baru akan diperbaiki apabila analisis video membuktikan terdapat kekeliruan yang signifikan dan nyata.
- Cuma sang hakim lapangan yang boleh mengawali prosedur pengulasan; sementara itu, VAR dan petinggi lainnya cuma bisa memberi masukan tentang pengujian tersebut kepadanya.
- Pilihan terakhir tetap ada di tangan hakim lapang, apakah itu berdasarkan saran dari VAR atau setelah dia mengecek langsung ke lapangan.
- Tidak terdapat batas waktu untuk proses pemeriksaan agar kesempurnaan dari keputusan menjadi prioritas utama dibandingkan dengan cepatnya penyelesaian.
- Pemain serta staf teknis dari sebuah tim tidak boleh mendekati wasit atau mencoba mengubah hasil pengkajian maupun putusan terakhir.
- Wasit perlu tetap nampak sepanjang proses evaluasi agar kejelasannya terjamin.
- Apabila pertandingan dilanjutkan kembali dan kemudiannya terdapat tinjauan video untuk memeriksa satu insiden, hukuman disiplin yang telah dijatuhkan sebelumnya tetap berlaku. Hukuman tersebut hanya dapat dipadamkan jika ia melibatkan peringatan atau pemasukan keluar yang berkaitan dengan menghalangi kesempatan mencetak gol atau melakukan pelanggaran besar lainnya.
- Setelah pertandingan dihentikan lalu dilanjutkan, wasit dilarang untuk memeriksa kembali kecuali jika terjadi kesalahan pengenalan pemain atau pelanggaran serius seperti tindak kekerasan, mencampuradukkan air liur, gigitan, ataupun perilaku yang betul-betul bertentangan dengan semangat olahraga.
- Waktu pertandingan sebelum dan setelah kejadian yang bisa dianalisis dikendalikan oleh Aturan Pertandingan serta protokol VAR.
- Sebab VAR dengan sendirinya sudah mengecek semua keputusan, maka pelatih maupun pemain tak perlu mengajukan pengayaan tambahan.
Sejarah VAR
Dinukil dari olympics.com , konsep penggunaan VAR pertama kali muncul dalam rangkaian proyek besar bernama Refereeing 2.0 yang dirancang oleh Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) pada tahun 2010. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan teknologi guna mendukung wasit dalam menyusun keputusan di lapangan agar menjadi lebih tepat serta berkurangnya kesalahan.
Meskipun teknologi garis gawang, yang menjadi komponen proyek itu sendiri, dengan cepat diserap dan diakui oleh FIFA pasca tes tahun 2012, VAR justru butuh proses lebih panjang hingga akhirnya mendapat penghargaan.
Setelah sejumlah tes simulasi, pengujian langsung perdana dari VAR diadakan dalam laga persahabatan melibatkan tim Eredivisie yakni PSV dan FC Eindhoven pada bulan Juli tahun 2016. Di tingkat internasional, sistem VAR dipakai untuk pertama kalinya dalam pertandingan persahabatan antara Italia dengan Prancis yang berlangsung tanggal 1 September 2016.
Pertandingan profesional resmi pertama yang mengaplikasikan teknologi Video Assistant Referee (VAR) terjadi pada babak pertama Piala KNVB antara Ajax melawan Willem II tanggal 21 September 2016, acara ini sekaligus menjadi momen debut layar tepi lapangan khusus VAR. Sementara itu, aplikasi VAR dalam sebuah kejuaran internasional pertama kali dilakukan saat Piala Konfederasi FIFA tahun 2017.
A-League Australia adalah liga profesional pertama yang menerapkan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada tahun 2017, disusul oleh Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. Sedangkan di Benua Biru, Bundesliga Jerman dan Serie A Italia mulai menggunakan VAR sejak musim 2017-2018, kemudian La Liga Spanyol serta Ligue 1 Prancis melakukannya pada musim berikutnya yaitu 2018-2019. Baru-baru ini, Liga Primer Inggris juga ikut merombak aturan dengan pemberlakukan sistem tersebut saat menjalani musim 2019-2020.
Penerapan VAR Di Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia terjadi momen signifikan yang memulai implementasi sistem tersebut di Liga Champions UEFA pada musim 2018-2019.
Rina Widiastuti berpartisipasi dalam penyusunan artikel ini.
Setelah melihat pertandingan antara Timnas Indonesia versus China, Irwan Fecho meresponsinya.
Tulis Ya! Ini Petunjuk Menggunakan TransJakarta Menuju TMII
Pedoman Menuju Taman Kota GBK: Jalur Angkutan Publik, Biaya Pemasukan, dan Sarana yang Ada
Langkah Membeli Tiket Fast Track di Dufan serta Harga Tiket 2024, Menaiki wahana tanpa perlu mengantri