Tampilkan postingan dengan label scandals. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label scandals. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Maret 2025

Dedi Mulyadi Buat Kabid Dishub Bogor Menangis, Curiga Uang Sopir Angkot Hilang Rp 200 Ribu

Dedi Mulyadi Buat Kabid Dishub Bogor Menangis Tanpa Berhenti, Gugup Mengambil Uang Supir Angkot Sebesar Rp 200 Ribuan

Dedi Mulyadi Buat Kabid Dishub Bogor Menangis Tanpa Berhenti, Gugup Mengambil Uang Supir Angkot Sebesar Rp 200 Ribuan

Ekspresi kesedihan yang ditampilkan oleh Kabag Lalu Lintas dan Transportasi Dishub kabupaten Bogor, Dadang Kosasiah saat berada di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

/ Peristiwa

Irsyaad W 7 Apr, jam 19:15 7 Apr, jam 19:15

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat Cabang Lalu Lintas dan Transportasi Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasiah meneteskan air mata.

Dadang merasa gugup kemudian meneteskan air mata ketika menghadapi sidang dengan Dedi Mulyadi terkait kasus penyerahan uang kompensasi sopir angkot senilai Rp 200 ribu yang tertunda.

Kasus suap menyuap itu terkuak setelah seorang supir angkutan kota bernama Emen, yang merupakan salah satu korban pemotongan upah, mengungkapkan nama lembaga tersebut.

Para pengemudi angkutan kota mestinya mendapatkan ganti rugi sejumlah Rp1,5 juta yang mencakup uang tunai sebesar Rp1 juta serta paket bahan pokok dengan nilaiRp500 ribu.

Tetapi, para pengemudi angkutan kota menyatakan bahwa mereka hanya membawa uang tunai kurang lebih antaraRp 400 hingga 800 juta pulang ke rumah.

Karena diharuskan membayar sebesar Rp 200.000 untuk setiap orang ke pihak-pihak tak bertanggung jawab tersebut.

Tudingan terkait penggelapan dana kompensasi juga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, orang yang merintis program tersebut.

Momennya Dadang Kosasih meneteskan air mata tersebut dikirimkan oleh Dedi Mulyadi melalui akun Instagram-nya pada tanggal 6 April 2025.

Di dalam videonya, Dadang Kosasih tetap memakai seragam kerjanya.

Sepertinya ia menyeka air mata yang mengalir di wajahnya sambil bernapas tersenggal-senggal.

"Intinya adalah untuk melayani masyarakat. Ternyata, jawabannya datang dari Allah lewat bantuan Pak Gubernur," kata Dadang sembari meneteskan air mata.

"Apa pun itu, harus siap," kata seorang laki-laki yang berada di samping Dadang.

Sebelumnya, Dadang Kosasih pun sudah mengeluarkan pernyataan menjelaskan tentang adanya tuduhan penggelapan dana kompensasi untuk supir angkutan umum di daerah Jalur Puncak itu.

Dadang Kosasih menyebutkan bahwa sebenarnya uang itu diwujudkan dengan suka rela oleh para pengemudi untuk kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU).

Dadang mengatakan bahwa supir angkutan kota tidak pernah diharuskan untuk memberikan sejumlah uang itu.

"Awalnya supir mengantarkan dengan sukarela ke KKSU, namun setelah itu terjadi penyesuaian, ada potongan sebesar Rp 200.000," ungkap Dadang saat berada di Pos Dishub Gadog, Puncak Bogor, pada tanggal (4/4/25) yang dirilis oleh Kompas.com.

Dia membongkar kabar-kabar bertentangan tentang klaim melibatkan Dishub atau Organda dalam pengambilan dana kompensasi tersebut sebagai informasi yang salah.

Menurut dia, kemunculan masalah tersebut disebabkan oleh kesalahan komunikasi di antara para pihak yang terkait.

"Terlepas dari berbagai informasi yang bertentangan datang dari Organda, Dishub, hingga KKSU serta para pemilik kendaraan, kami telah menyepakati bersama bahwa apa yang disampaikan kepada Gubernur kemarin adalah tidak tepat. Ini terjadi akibat kesalahan komunikasi," ungkapnya.

Dishub pun menjamin bahwa masalah itu sudah diselesaikan.

Jumlah uang senilai Rp 11,2 juta yang pernah terkumpul dari para pengemudi sudah dikembalikan secara utuh.

"Kini pada hari ini, kita telah melihat sendiri bahwa seluruh dana sebesar Rp200.000, Rp100.000, dan Rp50.000, dengan total keseluruhan mencapai Rp11,2 juta, sudah dikembalikan kepada sang supir," terangnya.

" Ini benar-benar berasal langsung dari KKSU. Ternyata apa yang kemarin dipungut itu adalah kesadaran sukarela dari para pengemudi," ungkap Dadang.

Sekarang ini, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor, Haryandi, menyangkal tuduhan terkait pengurangan dana kompensasi bagi para supir angkutan kota.

Pernyataan itu tidak sepenuhnya tepat, namun memang ada anggota tim kami dilapangan yang menerima sejumlah dana secara sukarela dari beberapa pengurus paguyuban atau komunitas sebagai bentuk apresiasi. Hal ini disampaikannya saat berada di Simpang Gadog pada tanggal 3 April 2025 dan kutipan tersebut berasal dari laporan TribunnewsBogor.com.

Haryandi menyatakan bahwa dana yang dikumpulkan sebagai tanda penghargaan sukarela dari para supir angkot sebesar Rp 3,2 juta.

Dia juga menekankan bahwa pengumpulan dana dilakukan secara sukarela dan tidak semua supir angkutan umum berpartisipasi.

Pada saat yang sama, dia menyebutkan bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas bantuan timnya yang cepat dalam melakukan pencacahan setelah aturan baru itu ditetapkan.

"Kami kembali dari Organda Kabupaten Bogor menegaskan bahwa tindakan pemotongan tersebut tidaklah tepat, namun hanya mendapatkan apresiasi berupa ucapan terima kasih yang sekali lagi bersifat suka rela," ujarnya.

Diketahui pula, Dedi Mulyadi telah menyerahkan dana ganti rugi ke pada para pengemudi angkutan umum di Puncak Bogor supaya mereka tidak menjalankan operasionalnya saat masa perjalanan pulang kampung dan kepulangan Lebaran tahun 2025.

Kompensasinya adalah Rp 1,5 juta untuk setiap individu, terdiri dari uang tunai sebesar Rp 1 juta serta paket bahan makanan senilai Rp 500.000 yang akan di distribusikan dalam dua tahap yaitu sebelum dan sesudah Idul Fitri.

Merespon protes dari para pengemudi, Dedi Mulyadi berencana untuk menggantikan kerugian yang disebabkan oleh tindakan tidak benar petugas Dishub, Organda, serta KKSU tersebut.

Untuk mencegah pengurangan dana kompensasi, Dedi Mulyadi berencana untuk merombak sistem pemberiannya di masa depan.

Apabila angkot yang sedang dikaji untuk diberhentikan sementara kembali beroperasi pada hari libur panjang selanjutnya, Dedi Mulyadi akan segera melakukan transfer uang ganti rugi sehingga tak terjadi pengurangan pendapatan lagi.

"Rencananya kelak bukanlah proses serah terima uang semacam itu, nantinya aku akan mentransfernya," ungkap Dedi yang dilansir dalam siaran di saluran YouTube Dedi Mulyadi, sebagaimana dirilis TribunJabar pada 4 April 2025.

Uang ganti rugi tidak hanya untuk para supir angkot, tetapi juga akan diterima oleh pemilik kendaraan tersebut.

Berikut detailnya: apabila libur selama satu hari, Dedi Mulyadi akan mentransfer sebesar Rp 100 ribu kepada supir danRp 150 ribu kepada pemilik kendaraan kota tersebut.

Agar lebih mudah dalam melakukan transaksi, dia akan mengajak supir dan pemilik angkot untuk membuka akun di Bank Jabar.

Maka dana dapat segera dipindahkan tanpa adanya pengurangan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Maka nantinya pemilik kendaraan angkutan umum dan pengemudi angkutan umum membuka rekening di Bank Jabar, setelah itu uangnya cukup dilakukan transfer, tanpa adanya potongan-potongan lagi," terangnya.

Copyright 2025

Related Article

Sabtu, 22 Maret 2025

Dedi Mulyadi Buat Kabid Dishub Bogor Menangis, Ketakutan dan Kejahatan Pengenaan Uang Sopir Angkot Rp 200 Ribu

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat Cabang Lalu Lintas dan Transportasi di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor merana hingga meneteskan air mata Dadang Kosasiah, si Kepala Bidangnya.

Dadang merasa cemas kemudian meneteskan air mata ketika menghadapi sidang dengan Dedi Mulyadi terkait kasus penundaan dana kompensasi sopir angkot senilai Rp 200 ribu.

Kasus pungutan liar pun terbongkar usai supir angkot bernama Emen, yang merupakan salah satu korbannya, mengidentifikasi lembaga itu.

Secara ideal, para pengemudi angkutan kota harus mendapatkan ganti rugi sebesar Rp1,5 juta yang mencakup uang tunai sebesarRp1 juta serta paket bahan pokok dengan nilai Rp500 ribu.

Tetapi, para pengemudi angkutan kota menyatakan bahwa mereka hanya membawa uang tunai kurang lebih antara Rp 400 hingga 800 juta pulang ke rumah.

Sebab diharuskan membayar sebesar Rp 200.000 per orang ke pihak-pihak tak bertanggung jawab tersebut.

Tudingan terkait penggelapan dana kompensasi juga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, orang yang merintis program tersebut.

Momennya Dadang Kosasih menangis tersebut di postingan Dedi Mulyadi di akun Instagram-nya pada tanggal 6 April 2025.

Di dalam videonya, Dadang Kosasih tetap memakai pakaian dinasnya.

Sepertinya dia menyeka air mata yang menetes di pipinya sambil bernapas tersenggal-senggol.

"Intinya adalah melayani masyarakat. Ternyata jawabannya, Allah memberikan solusinya lewat Pak Gubernur," kata Dadang sembari meneteskan air mata.

"Apa pun itu, harus siap," kata seorang laki-laki yang berada dekat dengan Dadang.

Sebelumnya, Dadang Kosasih sudah mengeluarkan pernyataan tentang tuduhan penggelapan dana kompensasi untuk supir angkutan umum di daerah Jalur Puncak itu.

Dadang Kosasih menyebutkan bahwa sebenarnya uang itu diwujudkan dengan suka rela oleh para pengemudi ke kelompok Koperasi Serba Usaha (KKSU) sebagai awal.

Dadang mengatakan bahwa supir angkutan kota itu tidak pernah diharuskan untuk memberikan sejumlah uang tersebut.

"Sopir awalnya menawarkan bantuan secara sukarela kepada KKSU, namun setelah itu terjadi penyesuaian dengan pengurangan sebesar Rp 200.000," jelas Dadang saat berada di Pos Dishub Gadog, Puncak Bogor, pada tanggal (4/4/25) yang dipaparkan oleh Kompas.com.

Dia menjelaskan bahwa kabar campur-campur tentang keterlibatan Dishub atau Organda dalam pengurangan dana kompensasi adalah tidak tepat.

Menurut dia, kemunculan masalah tersebut disebabkan oleh kesalahan komunikasi di antara para pihak yang terkait.

"Terlepas dari berbagai informasi yang bertentangan datang dari Organda, Dishub, hingga KKSU, serta para pemilik kendaraan, kami telah setuju bahwa apa yang disampaikan kepada Gubernur sebelumnya adalah tidak akurat. Ini terjadi karena adanya kesalahan komunikasi," ungkapnya.

Dishub pun menyatakan bahwa masalah itu sudah diselesaikan.

Jumlah uang senilai Rp 11,2 juta yang pernah terkumpul dari para pengemudi sudah dikembalikan secara keseluruhan.

"Kini pada hari ini, kita telah melihat bahwa seluruh dana sebesar Rp200.000, Rp100.000, dan Rp50.000, dengan total mencapaiRp11,2 juta, sudah dikembalikan kepada sang pengemudi," terangnya.

" Ini benar-benar berasal langsung dari KKSU. Yang sebelumnya ada pemungutan uang tersebut, ternyata itu adalah kesadaran sukarela dari para pengemudi," jelas Dadang.

Sekarang ini, Sekretaris DPC Organda Kabupaten Bogor, Haryandi, menyangkal adanya klaim tentang pengurangan dana kompensasi bagi para supir angkutan kota.

"Pernyataan itu tidak tepat, namun memang ada anggota tim kami dilapangan yang menerima sejumlah dana sebagai ungkapan rasa terimakasih secara sukarela dari beberapa pengurus paguyuban ataupun komunitas," katanya saat berada di Simpang Gadog, (3/4/25), seperti ditulis oleh TribunnewsBogor.com.

Haryandi menyatakan bahwa dana yang dikumpulkan sebagai tanda penghargaan sukarela dari para supir angkot sebesar Rp 3,2 juta.

Dia juga menekankan bahwa pengumpulan dana dilakukan secara sukarela dan tidak semua supir angkutan kota berpartisipasi.

Pada saat yang sama, dia menyebutkan bahwa hadiah tersebut diserahkan sebagai tanda penghargaan atas bantuan timnya yang cepat dalam proses pencacahan setelah keputusan itu dibuat.

"Kami kembali dari Organda Kabupaten Bogor menegaskan bahwa tindakan pemotongan tersebut tidak tepat, namun hanya mengambil imbalan berupa ucapan terima kasih yang sekali lagi bersifat suka rela," ujarnya.

Diketahui bahwa Dedi Mulyadi memberikan dana ganti rugi kepada pengemudi angkutan umum di Puncak Bogor supaya mereka tidak menjalankan operasionalnya saat musim mudik dan balik Lebaran tahun 2025.

Kompenasasi ditransfer sejumlah Rp 1,5 juta kepada setiap individu, terdiri dari uang tunai sebesar Rp 1 juta serta paket bahan makanan senilai Rp 500.000 yang akan dipecah menjadi dua kali distribusi yaitu sebelum dan juga pasca Idul Adha.

Menghadapi protes dari para pengemudi, Dedi Mulyadi berencana untuk mengkompensasi segala kerugian yang disebabkan oleh tindakan tidak benar-oknum staf Dishub, Organda, serta KKSU itu.

Untuk mencegah pengurangan dana kompensasinya, Dedi Mulyadi berencana merombak sistem pemberiannya di masa depan.

Apabila angkot yang sedang diberhentikan operasinya kembali berfungsi pada hari libur besar selanjutnya, Dedi Mulyadi akan segera mengirim uang ganti rugi untuk mencegah terulangnya pengambilan dana tersebut.

"Rencananya, proses tersebut tak akan melibatkan pertukaran tunai langsung begitu saja. Nantinya, saya akan melakukan transfer," ungkap Dedi dalam wawancara yang ditampilkan pada saluran YouTube Dedi Mulyadi, sebagaimana dilansir TribunJabar (4/4/2025).

Uang ganti rugi ini tidak hanya ditujukan untuk para supir angkot, tetapi juga akan diterima oleh pemilik kendaraan roda empat tersebut.

Berikut detailnya, apabila libur selama satu hari, Dedi Mulyadi akan mentransfer sebesar Rp 100 ribu kepada supir sertaRp 150 ribu bagi pemilik kendaraan angkutan umum tersebut.

Agar lebih mudah dalam hal tranfer, dia akan mengajak supir dan pemilik angkutan umum untuk membuat akun di Bank Jabar.

Maka dana dapat segera dipindahkan tanpa adanya potongan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Maka setelah itu, pemilik angkot dan supir angkot membuka rekening di Bank Jabar, kemudian uang tersebut cukup ditransferkan saja, tanpa adanya potongan-potongan lagi," terangnya.

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay