Tampilkan postingan dengan label transportation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label transportation. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 April 2025

Penting untuk Liburan Nataru: Tips Tepat Membawa Barang ke Dalam Kargo Pesawat

Krusial untuk Musim Liburan Natal dan Tahun Baru, Berikut Cara Membawa Barang ke Dalam Kabin dengan Tepat

Krusial Untuk Musim Liburan Natal dan Tahun Baru, Begini Cara Membawa Barang ke Dalam Kabin dengan Baik

Dengan menata dengan benar barang bawaan Anda dalam bagasi mobil, dapat memastikan keamanan serta keselamatan selama perjalanan.

/ Tips & Trick

Radityo Herdianto 19 Desember pukul 7:00 malam 19 Desember pukul 7:00 malam

- Berangkat untuk merayakan liburan Nataru (Christmas dan New Year) pasti akan memuat banyak benda dalam koper kendaraan Anda.

Namun, cara meletakkan barang bawaan di bagasi mobil harus diperhatikan dengan baik.

Menurut Adrianto Sugierto Wiyono dari Praktisi Keselamatan Jalan PT Karya Fajar Ultima (KyFu), meletakkan barang bawaan secara tepat di dalam bagasi mobil dapat meningkatkan keamanan serta keselamatan saat mengemudi.

"Alami peningkatan beban pasti akan memengaruhi kontrol kendaraan," jelas Adrianto.

Koper besar atau kotak dengan beban berat harus diletakkan di dasar ruang penyimpanan barang semaksimal mungkin.

Baru setelah itu isi dengan barang bawaan yang lebih ringan diatasnya.

"Beban bagasi yang berat harus diletakkan di posisi terbawah agar pusat gravitasi tetap rendah dan memastikan keseimbangan mobil tetap optimal," jelas Adrianto.

"Perlengkapan yang ringan dan sering digunakan sebaiknya disimpan di bagian atas untuk memudahkan pengambilannya," jelasnya.

Atur perlengkapanmu seperti pieces of a puzzle, diposisikan untuk saling terkait satu sama lain.

Apabila terdapat benda yang dapat dimasukkan ke dalam celah di antara barang-barang lain untuk mengisi ruang kosong tersebut.

"Posisi mengunci mencegah pergerakan massa pada barang yang bergeser saat mobil melakukan manuver untuk mempertahankan stabilitas kendali mobil," terang Adrianto.

Akhirnya, pastikan untuk tidak mengumpulkan barang sampai memblokir area kaca jendela belakang.

"Jendela belakang masih perlu dipastikan dapat dilihat untuk memantau area di sekeliling bagian belakang kendaraan," jelas Adrianto.

Copyright 2024

Related Article

Selasa, 08 April 2025

Menyeberkan 3 Desa di Kecamatan Bonorowo ke Jalan Tol Jogja-Cilacap Lewat Banyumas

Proyek besar Tol Yogyakarta - Cilacap tetap terus berkembang.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan memiliki panjang total 121,75 kilometer.

Sebanyak 53 desa di wilayah kabupaten Kebumen akan terdampak oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Untuk wilayah Kabupaten Kebumen, direncanakan akan dibangun 3 lokasi keluar jalan tol.

Pihak berwenang akan secepatnya mengerjakan pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta yang tentunya bakal mengurangi durasi perjalanan dari Yogyakarta sampai Cilacap di Jawa Tengah.

Di sisi lain, dampak dari proyek ini mencakup beberapa desa di berbagai kabupaten yang terkena pengaruh jalur proyek jalan Tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelima puluh tiga desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen akan terpengaruh oleh pembangunan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta.

Menurut informasi yang diambil dari Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Kebumen, pembangunan jalannya toll iniakan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total mencapai 57 kilometer.

Awalnya hanya direncanakan satu gerbang keluar Tol, tetapi sang pejabat setempat memohon dan mendesak agar diberikan tiga gerbang keluar Tol tersebut (exit Toll), yakni yang berlokasi di barat, tengah, dan timur Kabupaten Kebumen.

Beberapa gerbang keluar toll itu direncanakan akan dibuat di area Sekitar Terminal Bus Kebumen guna melayani daerah Kebumen Kota, sedangkan gerbang tol Kebumen Barat bakal dikembangkan di antara Kecamatan Ayah dan Rowokele, selain itu ada juga exit tol Kebumen Timur yang konstruksinya berada di lokasi Kecamatan Prembun.

Saat ini, bagi Kabupaten Kebumen, direncanakan bahwa 53 desa di 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan Jalan Tol Cilacap-Jogja.

Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detail mengenai desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Tahap awal dari Proyek Tol Yogyakarta - Cilacap akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang yang dijadwalkan mulai tahun 2022 sampai 2023.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek tol yang menghubungkan Yogyakarta dengan Cilacap direncanakan memiliki panjang keseluruhan 121,75 kilometer.

Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan untuk menyambungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, serta Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalur Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap

Berawal dari tahun 2022, di bawah ini adalah rincian timeline untuk tahapan pembangunan jalur tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di situs web kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah proses penyelesaian keuangan dan pengosongan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Yogyakarta - Cilacap diperkirakan akan diselesaikan antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan fisik.

Pekerjaan pembangunan dapat dijalankan secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa beberapa jalur jalan akan selesai dibangun pada tahun 2026 dan dapat dimulai operasionalnya secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dibiayai menggunakan model kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU), dengan total invesasi yang mencapai angka Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disalurkan untuk pembelian (bagian pemerintah) adalah sebesar Rp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapaiRp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Tahapan awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari Kuartal 3 tahun 2026 sampai dengan Kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyeksi juga mencakup Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Minggu, 06 April 2025

Akibat Jalanan Berkelok, Truk Miring di Kolaka Sulawesi Tenggara

,KOLAKA - Karena jalannya berkontur tidak rata, truk di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) terlibat dalam sebuah kecelakaan.

Insiden itu mengakibatkan truk milik jadi terguling, tepatnya di hadapan depot Pertamina Jalan Poros Kolaka-Kolaka Utara, Kecamatan Latambaga, Kolaka, pada hari Senin (7/4/2025) sekitar pukul 20.00 WITA.

Truk yang mengalami kecelakaan tersebut dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif.

"Jalan di hadapan depot Pertamina Latambaga mengalami kerusakan dengan kondisi bergelombang sehingga menimbulkan kecelakaan truk terbalik," katanya, Selasa (8/4/2025).

Iptu Dwi Arif menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden truk yang terbalik dengan nomor polisi DT 8113 BB.

Petugas dari Polres Kolaka juga sudah melakukan evakuasi pada truk yang terbalik tersebut dengan memanfaatkan peralatan bertekanan tinggi. (*)

(/Adrian Adnan Sholeh)

Senin, 31 Maret 2025

Menyeberkan 11 Desa di Purwodadi Purworejo Akibat Proyek Tol Jogja-Cilacap Tahap Awal

-Proyek Besar Tol Cilacap-Yogyakarta akan berhubungan dengan Jalur Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, di samping itu juga Rencana Jalur Tol Pejagan-Cilacap dan Jalur Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta akan mempersingkat perjalanan antara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tol Jogja-Cilacap diyakini akan menggilir 41 desa di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dengan jumlah investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Perlu dicatat bahwa Pemerintah Kabupaten sebelumnya telah mengadakan diskusi tentang kebutuhan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Tol Cilacap-Jogja yang direncanakan memiliki panjang total 121,75 kilometer, nantinya akan disambungkan dengan Tol Gedebrugati atau lebih dikenal sebagai Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Selain itu, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Publik Works dan Permukiman Rakyat sudah mengadakan kegiatan Market Sounding dalam rangka proyek Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yakni pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta tersebut.

Sama seperti Proyek Tol GETACI, berbagai wilayah, termasuk kota dan kabupaten, diprediksi akan merasakan dampak dari pembangunan Tol Cilacap-Yogyakarta ini.

Secara keseluruhan, 41 desa di Purworejo, Jawa Tengah ini tersebar di 6 kecamatan dan semua wilayahnya diproyeksikan akan terpengaruh oleh konstruksi jalan tol Cilacap-Jogja.

Pemerintah sudah mencadangkan konstruksi Jalur Tol Cilacap-Yogyakarta yang memiliki jarak keseluruhan sebesar 121,75 kilometer.

Rencana ini melibatkan integrasi Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap ke sejumlah jalur tol lain yang bertujuan mempersingkat koneksi antar area spesifik, seperti Jalan Tol Getaci (yang mencakup Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap) serta Jalan Tol Pejagan-Cilacap, juga Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Pembangunan jalur tol Cilacap-Jogja direncanakan akan diawali pada tahun 2024 dan ditargetkan rampung pada tahun 2029.

Pembangunan proyek ini akan dilaksanakan dalam tiga fase.

Tahapan awal dijadwalkan akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase berikutnya akan dilaksanakan mulai kuartal ketiga tahun 2026 sampai dengan kuartal kedua di tahun 2028.

Tahap ketiganya dijadwalkan akan berlangsung dari Q3 tahun 2027 sampai dengan Q2 tahun 2029.

Walaupun detail spesifik tentang jalur yang akan diproyeksikan di tiap fase masih belum tersedia, tetapi jelas bahwa pembangunan Jalur Tol Yogyakarta-Cilacap nantinya akan melewati beberapa wilayah, salah satunya adalah Purworejo.

Menurut informasi yang dipublikasikan oleh laman pembiayaan.pu.go.id, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan sudah mengadakan kegiatan Market Sounding terkait proyek KPBU berupa Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2022.

Acara Market Sounding ini adalah wadah di mana Pemerintah dapat memberikan penjelasan komprehensif tentang proyek KPBU.

Di samping itu, hal ini dilakukan pula untuk mengumpulkan pendapat, umpan balik, serta ketertarikan terhadap proyek KPBU yang diajukan oleh Kementerian PUPR sebagai Pengelola Proyek Kerja Sama (PJPK).

Direktur Pengelolaan Pendanaan untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan dari DJPI, Reni Ahiantini, menyampaikan dalam pembacaannya atas sambutan Direktur Jenderal Penyediaan Fasilitas Umum dan Permukiman bahwa Proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memiliki nilai investasi senilai Rp 38,47 triliun, berpanjang 121,75 kilometer, dengan periode koncesi selama 50 tahun menggunakan metode pemulihan biaya melalui tarif jalan tol. Rencananya tender ini akan dilakukan di kuarter ketiga tahun 2023. Projek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta termasuk dalam jenis KPBU yang diajukan oleh pihak swasta.

Tol Cilacap-Yogyakarta memperkuat rangkaian tol di bagian selatan Pulau Jawa yang nantinya akan berhubungan dengan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta dimasukkan ke dalam Daftar Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019. Pembaruan infrastruktur ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Propinsi Jawa Tengah sehingga bisa membantu mereduce kesenjangan ekonomi antara area tersebut dengan daerah-daerah di utara dan timur propinsi yang sama.

Seperti yang terlihat pada situs resmi purworejokab.go.id, Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc menyampaikan bahwa rencana untuk memperluas jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta adalah bagian dari strategi dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan serta upaya untuk menerapkan sistem integrasi jaringan sesuai dengan perkiraan adanya peningkatan aktivitas perjalanan di masa depan.

Proyek pengembangan jaringan jalan tol yang diinisiasi oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Kementerian PUPR Republik Indonesia direncanakan akan mencakup panjang sekitar 121,754 km dan berlalu melalui wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, serta Purworejo.

Jalan tol ini pada akhirnya akan berhubungan secara langsung dengan rancangan jalur Jalan Tol Gedebage (Bandung) - Tasikmalaya - Cilacap yang dikenal sebagai Tol Getaci, serta sebagian dari Jalannya Tol Solo - Yogyakarta - Bandara NYIA di Kulonprogo.

Menurut dia, manfaat utama jalannya adalah menjadi pilihan jalan penghubung primer antara kota/kawasan dengan durasi perjalanan yang lebih cepat serta hemat waktu dibandingkan rute jalan lama yang ada saat ini untuk mencapai Cilacap dari arah Purworejo beserta area sekelilingnya. Ini akan mendorong perkembangan ekonomi dalam zona-zona tersebut.

Namun selain manfaat tersebut, kata Anggita, pasti ada efek samping yang harus kita pertimbangkan akibab dari pembangunan jalan toll ini. Karena itu dibutuhkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Masukan masyarakat berupa saran, pendapat, dan tanggapan penting untuk disampaikan sebagai bagian dari pengisi formulir kerangka acuan.

Berikut adalah daftar 41 desa yang berada di 6 kecamatan dalam Kabupaten Purworejo dan dipengaruhi oleh Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta:

1. Kecamatan Butuh

Desa Kunirejowetan

Desa Kunirejokulon

Desa Kedungagung

Desa Kedungsri

Desa Ketug

Desa Wareng

Desa Sruwohdukuh

Desa Sruwohrejo

2. Kecamatan Grabag

Desa Kumpulrejo

Desa Kese

Desa Sangubanyu

Desa Kedungkamal

Desa Dukuhdungus

3. Kecamatan Ngombol

Desa Secang

Desa Piyono

Desa Seboropasar

Desa Wingkotinumpuk

Desa Wingkosigromulyo

Desa Wingkosanggrahan

Desa Wingkoharjo

Desa Singkilkulon

Desa Singkilwetan

Desa Wonoboyo

Desa Walikoro

Desa Pulutan

Desa Kedondong

Desa Kuwukan

4. Kecamatan Kutoarjo

Desa Kebondalem

Desa Karangwuluh.

5. Kecamatan Purwodadi

Desa Jenarkidul

Desa Jenarwetan

Desa Sumbersari

Desa Bongkot

Desa Sukomanah

Desa Tegalaren

Desa Bubutan

Desa Sidoharjo

Desa Kebonsari

Desa Banjarsari

Desa Karangsari.

6. Kecamatan Bagelen

Desa Dadirejo

Profil Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

Tahap awal dari Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang di tahun 2022 sampai 2023.

Nanti jalan tol Cilacap-Yogyakarta ini akan tersambung dengan jalur tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 km.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk mempersingkat perjalanan antara provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tahapan Tol Cilacap-Yogyakarta

Berawal tahun 2022, ini adalah langkah-langkah proyek tol Cilacap-Yogyakarta sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan persiapan proyek serta tahap lelang, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah.

Proses penutupan keuangan dan pengalihan tanah untuk proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan tahapan pembangunan fisik.

Pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaan, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan dapat mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Berikut adalah jadwal serta rancangan konstruksi untuk membangun sebuah jalur toll selama 121,75 kilometer yang dibagi ke dalam tiga tahapan:

Tahap 1 dari SS Kebumen ke YIA Kulonprogo: Juli 2024 hingga Juni 2026

Tahapan 2 dari SS Soempioeh hingga SS Kebumen akan berlangsung mulai Januari 2026 sampai dengan Desember 2027.

Tahap 3 JC Cilacap – SS Soempioeh: Januari 2027 hingga Desember 2028.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan model Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Nilai investasinya diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan dipergunakan untuk pembelian (bagian pemerintah) sebesar Rp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Fase awal akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan dilaksanakan dari Kuartal 3 tahun 2026 sampai Kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan sampai tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 hingga kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Minggu, 23 Maret 2025

Rute Kapal Motor Baru Antarkan Penumpang ke 2 Kecamatan Anambas, Dishub LH Puji Jasa

ANAMBAS, - Jalur baru untuk angkutan laut antarpulau di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri sudah diluncurkan.

Sambungan rute terbaru ini mempersatukan dua area di Dusun, yaitu dari Desa Pesisir Timur hingga ke Desa Air Asuk.

Layanan transportasi laut yang menghubungi rute terbaru ini diberi nama KM Singa Laut 2 dan dibuat dari bahan serat.

Kapal ini berfungsi untuk mengangkut penumpang serta sepeda motor.

Kepala Bagian Perhubungan Laut di Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Anambas, Firdaus mengkonfirmasi kehadiran jalur penyebrangan antar pulau yang baru itu.

"Betul sekali, terdapat jalur baru untuk kapal feri yang mengangkut penumpang dan kendaraan. Jalur tersebut baru mulai beroperasi kurang dari satu minggu lalu," katanya ketika dihubungi, pada hari Senin (7/4/2025).

Dia menyebutkan bahwa dengan adanya jalur baru ini akan meningkatkan kenyamanan akses bagi warga dalam melakukan aktivitas kerja atau bepergian ke pulau lain.

Selain itu, rute ini juga membangun koneksi baru yang menjangkau dua kecamatan yaitu Kecamatan Siantan dan Kecamatan Siantan Tengah secara berlawanan arah.

"Sungguh kita mengapresiasi rute baru ini karena memudahkan mobilitas masyarakat khususnya mereka yang bepergian untuk kepentingan pekerjaan," jelasnya.

Mengenai peluncuran jalur kapal baru tersebut, kami bersiap untuk meninjau kelayakan peralatan keselamatan serta kapasitas angkutan guna mencegah overloading ketika operasional dimulai.

"Sebentar lagi kita akan mendarat dan kita sudah mengkoordinasikannya dengan manajemen kapal terlebih dahulu. Kami ingin memastikan bahwa segala sesuatunya telah siap sesuai peraturan," ujar Firdauz.

Berikut adalah detailnya: Kapal Marina Singa Laut 2 yang terbuat dari serat dengan tonase sebesar 10 GT ini melakukan perjalanan setiap harinya selain pada hari Jumat dan Sabtu.

Kapasitas yang dapat ditampung adalah sekitar 6-8 unit sepeda motor serta bisa menampung 15 penumpang.

Satu kali perjalanan, tarif bagi penumpang yang tidak memiliki kendaraan adalah sebesar Rp25 ribu.

Untuk sepeda motor yang membawa penumpang, apakah itu satu atau dua orang, cukup dikenai tarif sebesar Rp50 ribu. /Novenri Simanjuntak )

Minggu, 16 Maret 2025

28 Desa dan 6 Kecamatan di Bandung Terdampak Tol Getaci: Cari Tahu Nama-namanya!

, KABUPATEN BANDUNG - Sebanyak 28 desa serta 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung direncanakan terkena dampak dari proyek jalan tol Getaci. Apakah Anda tahu nama-nama desa tersebut?

Di kabupaten bandung, desa manakah yang telah dilalui oleh jalur tol getaci?

Pemeriksaan daftar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Bandung yang terdampak proyek jalan tol beton dapat dilaksanakan:

1. Kecamatan Cicalengka

Desa Bojong

Desa Mandalawangi

Des Narawita

Desa Margaasih

Desa Ciherang

Desa Ganjar Sabar

Desa Citaman

Desa Nagreg

2. Kecamatan Paseh

Desa Cigentur

Desa Karangtunggal

Desa Tangsimekar

Desa Cijagra

Desa Cipedes

3. Kecamatan Bojongsoang

Desa Tegalluar

Desa Sukamanah

4. Kecamatan Solokan Jeruk

Desa Cibodas

Desa Langensari

Desa Padamukti

Desa Panyadap

5. Kecamatan Cikancung

Desa Srirahayu

Desa Mekarlaksana

Desa Ciluluk

Desa Cikancung

Desa Mandalasari

Desa Cihanyir

6. Kecamatan Rancaekek

Desa Bojongloa

Desa Tegal Sumedang

Desa Sukamanah

belum ada pemenang lelang

Dalam pengumuman nomor: 24/BPJT/L/GTCM/2024, tim penilai tender untuk operasional jalan tol sudah menyelesaikan proses evaluasi berkas pra-kelayakan dari perusahaan atau konсорسيум yang mendaftar dan memutuskan bahwa dua entitas tersebut gagal lolos dalam seleksi ini.

Dua kelompok yang dimaksud adalah pertama Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi dan kedua Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Ketua Panitia lelang proyek tol Getaci, Sony Sulaksono Wibobo, menyebutkan bahwa berdasarkan peraturan pada dokumen pra-kualifikasi bab II.Q.1, para calon yang tidak setuju dengan penilaian pra-kualifikasi memiliki hak untuk mengajukan sanggahan secara tertulis paling lambat 5 hari kerja sejak pengumuman hasil pra-kualifikasi.

Sebanyak 28 desa dan 6 kecamatan di Kabupaten Bandung masih perlu menantikan pengumumannya.

Melintasi Dua Provinsi

Tol Cgetaci melewati dua propinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat yang berkelok selama 171,40 km dan Jawa Tengah dengan jarak 35,25 km. Dengan demikian, keseluruhan panjang jalannya mencapai 206,65 km.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan total panjang hingga 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menjadikan dirinya sebagai jalur toll terpanjang di Indonesia setelah pembangunan selesai.

Ini berarti memindahkan lokasi jalur Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), yang sekarang merupakan jalan bebas hambatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 189 kilometer.

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci memiliki empat bagian utama yaitu Bagian 1 yang menghubungkan Junction Gedebage dengan Garut Utara seluas 45,20 kilometer, Bagian 2 antara Garut Utara hingga Tasikmalaya berjarak 50,32 kilometer, Bagian 3 meliputi rute Tasikmalaya sampai Patimuan senilai 76,78 kilometer, serta Bagian 4 dari Patimuan ke Cilacap dengan panjang 34,35 kilometer.

Memiliki 9 Interchange dan 1 Persimpangan

Toll road ini akan mengandalkan 9 interchange serta 1 persimpangan khusus bernama Persimpangan Gedebage yang nantinya akan disambungkan dengan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi). (*)

Jumat, 14 Maret 2025

24 Desa dan 4 Kecamatan di Ciamis Terdampak Tol Getaci: Berikut Nama-namanya?

, CIAMIS - 24 Desa serta 4 Kecamatan di Kabupaten Ciamis direncanakan terdampak oleh proyek jalan tol Getaci. Berikut adalah daftar desa yang bakal berpengaruh menurut data dari kabupaten setempat; totalnya mencapai 24 desa tersebar dalam empat kecamatan tersebut.

Daftar Desa dan Kecamatan yang akan terkena dampak proyek jalan tol tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kecamatan Banjarsari

Desa Ciherang

Desa Ratawangi

Desa Ciulu

Desa Purwasari

Desa Cibadak

Desa Cicapar

Desa Sindangasih

Desa Sindanghayu

Desa Sindangsari

2. Kecamatan Ciamis

Desa Linggasari

3. Kecamatan Pamarican

Desa Neglasari

Desa Pamarican

Desa Sidaharja

Desa Sukajadi

Desa Bangunsari

Desa Kertahayu

Desa Margajaya

Desa Sukamukti

4. Kecamatan Cidolog

Desa Cidolog

Desa Ciparay

Desa Hegarmanah

Desa Janggala

belum ada pemenang lelang

Dua konsorsium perusahaan tidak lolos dalam tender untuk mengelola Toll Road Getaci. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah merilis hasil dari proses penawaran tersebut.

Dalam pengumuman berkode: 24/BPJT/L/GTCM/2024, tim penilai tender untuk operasional jalur tol Getaci sudah menyelesaikan proses evaluasi terhadap dokumen pra-kelayakan dari perusahaan atau konsortium yang diajukan. Hasil akhir menyatakan bahwa ada dua entitas yang gagal memenuhi persyaratan dalam tahapan lelang tersebut.

Dua kelompok yang dimaksud adalah pertama, Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi, dan kedua, Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Ketua Panitia lelang proyek tol Getaci, Sony Sulaksono Wibowo, menyebutkan bahwa menurut aturan pada dokumen pra-kualifikasi bab II.Q.1, para calon yang tidak setuju dengan penilaian hasil pra-kualifikasi diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis paling lambat 5 hari kerja sejak tanggal pengumuman pra-kualifikasi.

Sebagaimana telah dikenal, pemerintah meluncurkan gagasan untuk membangun Proyek Besar Tol Getaci yang mencakup 24 Desa dan 4 Kecamatan di wilayah Kabupaten Ciamis. Dengan adanya informasi tersebut, 24 Desa di Ciamis perlu bersabar menunggu.

Profil Jalan Tol Getaci

Melintasi Dua Provinsi

Tol Getaci melewati dua propinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat yang berkelanjutan selama 171,40 km serta Jawa Tengah dengan jarak mencapai 35,25 km. Dengan demikian, keseluruhan panjang dari Tol Getaci adalah 206,65 km.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan total panjang hingga 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menjadikan dirinya sebagai jalur toll terpanjang di Indonesia ketika sudah siap dibangun.

Ini berarti memindahkan lokasi jalur Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), yang kini tetap sebagai jalan toll terpanjang di Tanah Air dengan panjang 189 kilometer.

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci memiliki empat bagian yaitu Bagian 1 Junction Gedebage-Garut Utara yang panjangnya mencapai 45,20 kilometer, Bagian 2 Garut Utara-Tasikmalaya berukuran 50,32 kilometer, Bagian 3 Tasikmalaya-Patimuan dengan jarak 76,78 kilometer, serta Bagian 4 Patimuan-Cilacap yang memanjang selama 34,35 kilometer.

Memiliki 9 Interchange dan 1 Persimpangan

Tol ini akan mencakup 9 interchange dan 1 gerbang masuk keluar, yakni Gerbang Masuk Keluar Gedebage yang akan berhubungan dengan Jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi).

Spesifikasi Teknis Tol Getaci

Jalan tol ini dirancang sebagai 2x2 jalur dengan setiap lintasan berlebar 3,6 meter. Proyek tersebut mencakup pembuatan jalan pada permukaan tanah selama 175,27 km, struktur tingkat atas yang membentang selama 22,26 km, ditambah konstruksi tipe pile slab senilai 9,12 km. (*)

Senin, 10 Maret 2025

17 Desa dan 5 Kecamatan di Tasikmalaya Terdampak Tol Getaci: Cari TauNama-Nya?

, KABUPATEN TASIKMALAYA - 17 desa serta 5 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya direncanakan akan terdampak oleh proyek pembangunan Tol Getaci, apakah Anda ingin mengetahui nama-nama desanya?

Di Kabupaten Tasikmalaya direncanakan untuk membagi menjadi 17 desa dan 5 kecamatan yang baru.

Berikut daftar 17 desa serta 5 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang direncanakan akan terhubung dengan Jalan Tol Gotesi: 1. Kecamatan Cisewu 2. Kecamatan Surian 3. Kecamatan Purbaratu 4. Kecamatan Banjaranyar 5. Kecamatan Bantarsari Serta 17 desa: 1. Desa Sukajadi 2. Desa Pasirwangi 3. Desa Sindangjaya 4. Desa Pagedongan 5. Desa Karangsumber 6. Desa Tegalgede 7. Desa Parigi 8. Desa Gunungsindur 9. Desa Kadugede 10. Desa Lebak Wangin 11. Desa Giri Mulya 12. Desa Bojong Kulon 13. Desa Rancabali 14. Desa Ciwaruga 15. Desa Mande 16. Desa Sapan 17. Desa Sukahaji

1. Kecamatan Padakembang

Desa Cilampunghilir

2. Kecamatan Leuwisari

Desa Arjasari

3. Kecamatan Salawu

Desa Sukahurip

Desa Neglasari

4. kecamatan cigalontang

Desa Kersamaju

Desa Lengkongjaya

Desa Nanggerang

Desa Nangtang

Desa Pusparaja

Desa Sirnagalih

Desa Sukamanah

Desa Tanjungkarang

Desa Tenjonagara

5. Kecamatan Singaparna

Desa Cikadongdong

Desa Sukaherang

Desa Cintaraja

Desa Cikunir

belum ada pemenang lelang

Dua konsorsium yang masing-masing beranggotakan empat perusahaan gagal lolos dalam tender untuk mengelola Toll Road Getaci. Salah satunya adalah sebuah perusahaan berasal dari China. BPJT atau Badan Pengatur Jalan Tol sudah merilis hasil penawaran untuk usaha jalan tol tersebut.

Dalam pengumuman nomor 24/BPJT/L/GTCM/2024, tim penilai tender untuk proyek jalan toll sudah menyelesaikan proses evaluasi berkas pra-kelayakan dari perusahaan atau konsorsium peserta dan menyatakan bahwa dua di antara mereka gagal memenuhi syarat dalam seleksi tersebut.

Dua kelompok yang dimaksud adalah pertama, Konsorsium PT Trans Persada Sejahtera-PT Wiranusantara Bumi, dan kedua, Konsorsium PT Dayamulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai.

Ketua Panitia lelang proyek tol Getaci, yaitu Sony Sulaksono Wibobo, menyebutkan bahwa berdasarkan aturan pada dokumen pra-kualifikasi bab II.Q.1, para calon yang tidak setuju dengan penilaian pra-kualifikasi diberi kesempatan untuk mengajukan sanggah secara tertulis paling lambat 5 hari kerja sejak tanggal pengumuman hasil pra-kualifikasi.

Dari total 17 Desa dan 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, setelah adanya pengumuman itu, 17 desa di kabupaten tasikmalaya perlu tetap sabar menunggu?

Berikut ini adalah daftar kabupaten dan kota yang dilalui oleh jalan Tol Getaci: Kabupaten Bandung, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.

Profil Jalan Tol Getaci

Jalan Tol Getaci tergolong sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), sesuai dengan yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 21 Tahun 2022 tentang Penyesuaian atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 9 Tahun 2022 mengenai Penyesuaian Daftar PSN.

Dalam kebijakan itu, target penyelesaian Tol Getaci adalah tahun 2024 untuk seksi Jalur Tol Gedebage-Tasikmalaya.

Melintasi Dua Provinsi

Tol Getaci melewati dua propinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat yang berkelanjutan selama 171,40 km dan Jawa Tengah dengan jarak 35,25 km. Dengan demikian, keseluruhan panjang dari Tol Getaci adalah 206,65 km.

Bakal Menjadi Tol Terpanjang

Dengan total panjang hingga 206,65 kilometer, Tol Getaci akan menduduki posisi sebagai jalur toll terpanjang di Indonesia ketika sudah selesai dikonstruksi.

Ini berarti memindahkan lokasi jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), yang sekarang merupakan jalur toll terpanjang di Indonesia dengan panjang 189 kilometer.

Terdiri dari Empat Seksi

Tol Getaci memiliki empat bagian yaitu Bagian 1 Junction Gedebage-Garut Utara yang membentang selama 45,20 kilometer, Bagian 2 Garut Utara-Tasikmalaya dengan panjang 50,32 kilometer, Bagian 3 Tasikmalaya-Patimuan mencakup jarak 76,78 kilometer, serta Bagian 4 Patimuan-Cilacap berukuran 34,35 kilometer.

Memilikinya terdiri dari 9 Interchange dan 1 Persimpangan

Toll road ini akan mengandung 9 interchange serta 1 persimpangan, yakni Persimpangan Gedebage yang nantinya akan berhubungan dengan Jalur Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi). (*)

Minggu, 23 Februari 2025

Menyaksikan Kutoarjo Purworejo: Dua Desa Terdampak Gusi Proyek Tol Jogja-Cilacap Tahap Awal

-Proyek Besar Tol Cilacap-Yogyakarta bakal tersambung dengan Jalur Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, di samping itu ada juga Rencana Jalur Tol Pejagan-Cilacap dan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tol Jogja-Cilacap diyakini akan menimpa sebanyak 41 desa di kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proyek jalan tol ini memiliki nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Perlu dicatat bahwa Pemerintah Kabupaten sebelumnya telah mengadakan diskusi tentang kebutuhan analisis dampak lingkungan (AMDAL).

Tol Cilacap-Jogja yang direncanakan memiliki panjang total 121,75 kilometer ini nantinya akan disambungkan ke Tol Gedebugaci alias Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Selain itu, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Publik Works dan Perumahan sudah menggelar acara Market Sounding bagi proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yakni pembangunan jalan tol dari Cilacap menuju Yogyakarta tersebut.

Sama seperti Proyek Tol Getagi, berbagai wilayah, termasuk kota dan kabupaten, diprediksi akan mengalami dampak dari pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ini.

Secara keseluruhan, 41 desa di Purworejo, Jawa Tengah, tersebar di 6 kecamatan dan semua wilayah ini diprediksi akan mengalami dampak dari pengembangan jalan tol Cilacap-Jogja.

Pemerintah sudah mencadangkan konstruksi Jalur Lalu Lintas Cilacap-Yogya yang memiliki jarak keseluruhan sebesar 121,75 kilometer.

Rencana ini melibatkan integrasi Jalan Tol Yogyakarta-Cilacap dengan sejumlah jalur toll lainnya guna mempersingkat koneksi antar area spesifik, seperti Jalan Tol Getaci yang mencakup Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Pejagan-Cilacap, selain itu juga ada Jalan Tol Yogyakarta-Solo.

Pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja direncanakan akan dimuali di tahun 2024 dan berakhir pada tahun 2029.

Pembangunannya akan dipecah menjadi tiga langkah.

Tahapan awal dijadwalkan akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase berikutnya akan dilaksanakan mulai kuartal ketiga tahun 2026 sampai dengan kuartal kedua di tahun 2028.

Tahap ketiga ini direncanakan akan berlangsung mulai Q3 2027 sampai Q2 2029.

Walau detail spesifik tentang jalur yang akan diproyeksikan di tiap fase masih belum tersedia, tetapi jelas bahwa pembangunan Jalur TOL Yogyakarta-Cilacap nantinya akan melewati beberapa wilayah, antara lain Purworejo.

Menurut informasi yang diperoleh dari situs pembiayaan.pu.go.id, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan sudah mengadakan kegiatan Market Sounding terkait dengan Proyek KPBU berupa Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2022.

Kegiatan Market Sounding ini adalah wadah bagi Pemerintah untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang proyek KPBU.

Di samping itu, tujuannya adalah mengumpulkan pendapat, umpan balik, serta ketertarikan terhadap proyek KPBU yang diusulkan oleh Kementerian PUPR sebagai Pelaksana Utama Kegiatan Kerja Sama (PJPK).

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, DJPI Reni Ahiantini, menyampaikan dalam pembacaannya atas sambutan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan bahwa proyek Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memiliki nilai investasi senilai Rp 38,47 triliun, berpanjang 121,75 kilometer, dengan periode kon sesi selama 50 tahun serta menggunakan skema pemulihan biaya dari para pengguna yang dijadwalkan untuk dilelang pada triwulan ketiga tahun 2023. Proyek jalan tol tersebut adalah bagian dari Kemitraan Publik Swasta atauKPBU Initiatives.

Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta memperkuat rangkaian jalur bebas hambatan di bagian selatan pulau Jawa, yang nantinya akan disambungkan dengan Jalur Bebas Hambatan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap serta Jalur Bebas Hambatan Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Rencana jalan tol Cilacap-Yogyakarta dimasukkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019. Dengan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Propinsi Jawa Tengah, hal ini bisa membantu mereduce masalah ketimpangan ekonomi yang ada di bagian utara serta timur Propinsi Jawa Tengah.

Seperti yang terlihat pada situs resmi purworejokab.go.id, Kabag Pembangunan Setda Anggit Wahyu Nugroho SSi MAcc menyampaikan bahwa rencana untuk memperluas jaringan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta adalah bagian dari upaya dalam meningkatkan fasilitas jalan dan juga bertujuan untuk mewujudkan keterpaduan sistem jaringan dengan melihat perkiraan akan pertumbuhan mobilitas di masa depan.

Proyek pengembangan jaringan jalan tol yang diinisiasi oleh Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan dari Kementerian PUPR RI direncanakan akan mencakup panjang sekitar 121,754 km dan melintasi wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Kebumen, serta Purworejo.

Jalur jalan tol ini kelak akan terhubung secara langsung dengan proyek jalur Jalan Tol Gedebage (Bandung) - Tasikmalaya - Cilacap yang dikenal sebagai Tol Getaci serta bagian dari Jalur Jalan TolSolo-Yogyakarta-Bandara NYIA di Kulonprogo.

Menurut dia, manfaat utama jalannya adalah menjadi pilihan jalan utama alternatif yang dapat menjangkau berbagai kota atau area dengan durasi perjalanan lebih pendek dan efisiensi tinggi dibandingkan rute jalan saat ini antara Cilacap ke arah Purworejo serta lokasi-area terdekat. Ini bakal mendorong perkembangan ekonomi di region-region tersebut.

Namun selain manfaat tersebut, kata Anggita, pasti ada efek samping yang harus kita waspadai akibar dari pembangunan jalur toll ini. Karena alasan itu dibutuhkan penilaian terhadap Pengaruh Lingkungan Hidup (PLH). Masukan dari pendapat serta tanggapan masyarakat penting untuk diungkap sebagai bahan pertimbangan dalam mengisi Rencana Dasar Pelaksanaan.

Berikut adalah daftar 41 desa yang berada di 6 kecamatan di Kabupaten Purworejo dan terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta:

1. Kecamatan Butuh

Desa Kunirejowetan

Desa Kunirejokulon

Desa Kedungagung

Desa Kedungsri

Desa Ketug

Desa Wareng

Desa Sruwohdukuh

Desa Sruwohrejo

2. Kecamatan Grabag

Desa Kumpulrejo

Desa Kese

Desa Sangubanyu

Desa Kedungkamal

Desa Dukuhdungus

3. Kecamatan Ngombol

Desa Secang

Desa Piyono

Desa Seboropasar

Desa Wingkotinumpuk

Desa Wingkosigromulyo

Desa Wingkosanggrahan

Desa Wingkoharjo

Desa Singkilkulon

Desa Singkilwetan

Desa Wonoboyo

Desa Walikoro

Desa Pulutan

Desa Kedondong

Desa Kuwukan

4. Kecamatan Kutoarjo

Desa Kebondalem

Desa Karangwuluh.

5. Kecamatan Purwodadi

Desa Jenarkidul

Desa Jenarwetan

Desa Sumbersari

Desa Bongkot

Desa Sukomanah

Desa Tegalaren

Desa Bubutan

Desa Sidoharjo

Desa Kebonsari

Desa Banjarsari

Desa Karangsari.

6. Kecamatan Bagelen

Desa Dadirejo

Profil Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta

Tahap awal dari Proyek Tol Cilacap-Yogyakarta akan mencakup persiapan proyek serta proses lelang di tahun 2022 sampai 2023.

Nanti, Tol Cilacap-Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, jaringan Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek jalan Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Tol Cilacap-Yogyakarta direncanakan untuk menghubungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Tahapan Tol Cilacap-Yogyakarta

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah langkah-langkah proyek tol Cilacap-Yogyakarta sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta melibatkan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah proses penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Cilacap-Yogyakarta ditargetkan akan diselesaikan pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Cilacap-Yogyakarta merupakan masa pembangunan fisik.

Proses pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan dapat dimulai operasi tahap demi tahap sampai tahun 2074.

Berikut adalah timeline dan rancangan konstruksi untuk membangun jalur Tol selama 121,75 kilometer yang dibagi dalam tiga fase:

Tahap 1 dari SS Kebumen hingga YIA Kulonprogo akan berlangsung mulai Juli 2024 sampai Juni 2026.

Tahap 2 dari SS Soempiuhe ke SS Kebumen akan berlangsung mulai Januari 2026 hingga Desember 2027.

Tahap 3 JC Cilacap – SS Soempioeh: Januari 2027 hingga Desember 2028.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dibiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya mencapai sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang ditujukan untuk pembelian (bagian pemerintah) mencapaiRp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Periode awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyeksi juga mencakup Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Kamis, 20 Februari 2025

Menyeberkan 6 Desa di Kecamatan Kebumen dalam Proyek Tol Jogja-Cilacap yang Dimulai dari Banyumas

Proyek besar jalan tol Yogyakarta - Cilacap tetap sedang dalam tahap pembangunan.

Nanti jalan tol Yogyakarta - Cilacap ini akan dihubungkan dengan jalur jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek jalan Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan mencapai 121,75 km.

Sebanyak 53 desa di wilayah Kabupaten Kebumen akan terdampak oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta dengan anggaran investasi mencapaiRp 38,47 triliun secara keseluruhan.

Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 titik keluar untuk jalan tol tersebut.

Pihak berwenang akan secepatnya mengerjakan pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta yang tentunya bakal mengurangi durasi perjalanan dari Yogyakarta sampai Cilacap di Jawa Tengah.

Di sisi lain, akibat dari proyek ini akan mempengaruhi beberapa desa di berbagai kabupaten yang dilewati oleh jalur jalan Tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelak, 53 desa dalam 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen akan terpengaruh oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta.

Menurut informasi yang diambil dari Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Kebumen, pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total 57 kilometer.

Awalnya hanya direncanakan satu gerbang tol keluar, tetapi sang pejabat setempat memohon dan menganjurkan agar dibuat tiga gerbang tol keluar yang berlokasi di barat, tengah, dan timur Kabupaten Kebumen.

Beberapa gerbang keluar toll itu bakal dikonstruksi di area seputaran Terminal Bus Kebumen guna memenuhi kebutuhan Kota Kebumen, gerbang keluar toll Kebumen Barat yang direncanakan berada di antara Kecamatan Ayah dan Rowokele, bersama dengan exit tol Kebumen Timur yang lokasinya diperkirakan ada di daerah Kecamatan Prembun.

Saat ini, bagi Kabupaten Kebumen, direncanakan bahwa 53 desa dari 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan Jalan Tol Cilacap-Jogja.

Desa-desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detail mengenai desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap akan memulai fase awalnya dengan persiapan proyek serta proses lelang dari tahun 2022 sampai 2023.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan mencapai 121,75 km.

Tol Yogyakarta - Cilacap akan menautkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, serta Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah rincian timeline untuk setiap fase proyek tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal untuk Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di situs web kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat kedua ini, langkah selanjutnya mencakup financial close serta pengosongan tanah.

Proses penyelesaian keuangan serta perelepasan tanah untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan akan rampung pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan fisik.

Proses pembangunan dapat diawali perlahan-lahan mulai tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah invesitasinya diperkirakan sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disisihkan untuk pembelian (bagian pemerintah) mencapai Rp 2,37 triliun.

Dana besar yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Periode awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyeksi juga mencakup Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Rabu, 19 Februari 2025

Menyeberkan Dua Desa ke Petanahan Kebumen dalam Proyek Tol Jogja-Cilacap Mulai Banyumas

Proyek besar jalan tol Yogyakarta - Cilacap tetap terus berkembang.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan mencapai 121,75 kilometer.

Sebanyak 53 desa di wilayah kabupaten Kebumen akan terdampak oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp 38,47 triliun.

Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 lokasi keluar untuk jalan toll tersebut.

Pemerintah berencana untuk mengimplementasikan proyek tol jalan Cilacap-Yogyakarta dengan tujuan utama adalah memperpendek durasi perjalanan bagi kendaraan yang berkendara dari Yogyakarta menuju Cilacap di Jawa Tengah. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu dan kemudahan mobilitas antar kedua kota tersebut.

Di sisi lain, proyek ini akan memberikan dampak pada beberapa desa di berbagai kabupaten yang terkena jalur pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelima puluh tiga desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen akan dipengaruhi oleh pembangunan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang diambil dari Situs Web Pemerintah Kabupaten Kebumen, diketahui bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total 57 kilometer.

Awalnya direncanakan hanya terdapat satu gerbang keluar toll, tetapi sang pejabat setempat memohon dan mendorong agar dibuat tiga titik keluar yang berlokasi di barat, tengah, dan timur Kabupaten Kebumen.

Beberapa gerbang keluar tol itu direncanakan berada di area Terminal Bus Kebumen untuk mencakup pusat Kota Kebumen, gerbang tol Kebumen Barat yang bakal dikembangkan di Kecamatan Ayah atau Rowokele, dan juga gerbang tol Kebumen Timur yang lokasinya ditargetkan ada di daerah Kecamatan Prembun.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Kebumen, kelak sebanyak 53 desa di 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detil tentang desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap bakal dimulai dengan fase awal yang meliputi persiapan proyek serta lelang pada tahun 2022 sampai 2023.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek tol yang menghubungkan Yogyakarta dengan Cilacap direncanakan memiliki panjang total 121,75 km.

Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan untuk menghubungkan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalur Tol Yogyakarta - Cilacap

Berawal tahun 2022, berikut adalah rincian timeline untuk tahapan pembangunan jalur tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal untuk Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan projek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di situs web Kompas.com.

Rencana persiapan proyek dan proses lelang untuk Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, ini meliputi penyelesaian keuangan dan pengalihan hak atas tanah.

Proses penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap ditargetkan akan rampung pada periode antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan.

Pembangunan dapat diawali secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan tahun 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa sejumlah ruas jalan akan diselesaikan pembangunannya pada tahun 2026 dan mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan mekanisme Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah investasinya diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disisihkan untuk pembelian (bagian pemerintah) adalah sebesar Rp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapai Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Tahapan awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari Kuartal 3 tahun 2026 sampai Kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Selasa, 18 Februari 2025

2 Desa di Petanahan Kebumen Siapkan Langkah Menuju Tol Jogja-Cilacap Mulai Dari Banyumas

Proyek besar Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap tetap sedang dalam tahap pelaksanaan.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan tersambung dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek tol yang menghubungkan Yogyakarta dengan Cilacap direncanakan memiliki panjang total 121,75 km.

Sebanyak 53 desa di Kabupaten Kebumen akan terdampak oleh proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 lokasi keluar untuk jalan tol tersebut.

Pihak berwenang akan cepat menjalankan konstruksi jalur tol Cilacap-Yogyakarta sehingga otomatis akan mengurangi durasi perjalanan dari Yogyakarta sampai Cilacap di Jawa Tengah.

Di sisi lain, dampak dari proyek ini mencakup beberapa desa di berbagai kabupaten yang akan terkena pengaruh akibat jalur proyek jalan tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelak, ada 53 desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen yang bakal terpengaruh oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Berdasarkan informasi yang diambil dari Website Pemerintah Kabupaten Kebumen, diketahui bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total mencapai 57 kilometer.

Awalnya hanya direncanakan satu gerbang tol keluar, tetapi sang pejabat setempat memohon dan mendorong agar dibuat tiga gerbang tol keluar tersebut di Kebumen Barat, Tengah, dan Timur.

Beberapa gerbang keluar dari jalan tol itu direncanakan berada di area seputaran Terminal Bus Kebumen untuk daerah pusat Kota Kebumen, gerbang keluar Tol Kebumen Barat yang bakal dibuat di Kecamatan Ayah atau Rowokele, dan juga gerbang keluar Tol Kebumen Timur yang akan dikembangkan di zona Kecamatan Prembun.

Saat ini bagi Kabupaten Kebumen, direncanakan bahwa 53 desa dari 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh jalur Tol Cilacap-Jogja di kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detail tentang desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan Tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap akan memulai fase awalnya dengan persiapan proyek serta proses lelang dari tahun 2022 sampai 2023.

Nanti Tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap, dan juga Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan mencapai 121,75 km.

Tol Yogyakarta - Cilacap akan mengaitkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, serta Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalur Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap

Berawal dari tahun 2022, berikut adalah timeline untuk setiap fase proyek tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal untuk Jalur Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan proyek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di kompas.com.

Rencana persiapan proyek dan proses lelang untuk Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di fase selanjutnya, yang akan datang adalah penyelesaian keuangan dan pengosongan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap diperkirakan akan diselesaikan pada periode tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan fisik.

Pekerjaan pembangunan dapat dijalankan secara bertahap mulai dari tahun 2024 sampai dengan 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa pada tahun 2026 sebagian besar dari beberapa ruas jalan telah diselesaikan pembangunannya dan dapat mulai beroperasi secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta akan dipbiayai menggunakan model Kerja Sama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Nilai investasinya diperkirakan mencapai angka fantastis sebesar Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disisihkan untuk pembelian (bagian pemerintah) adalah sebesar Rp 2,37 triliun.

Dana yang digunakan untuk pembangunan mencapai angka Rp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Fase awal akan dimulai dari triwulan ketiga (Q3) tahun 2024 sampai dengan triwulan kedua (Q2) tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari kuartal 3 tahun 2026 sampai kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta nantinya akan berhubungan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyek Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan juga Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Senin, 10 Februari 2025

Desa di Kecamatan Gombong Kebumen Siapkan Diri untuk Awal Pembangunan Tol Jogja-Cilacap Mulai Banyumas

Proyek besar jalan tol Yogyakarta - Cilacap tetap sedang dalam tahap pembangunan.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Proyek jalan Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan memiliki panjang keseluruhan 121,75 km.

Sebanyak 53 desa di wilayah kabupaten Kebumen akan berpotensi terdampak oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta dengan anggaran keseluruhan mencapai Rp 38,47 triliun.

Di Kabupaten Kebumen direncanakan akan dibangun 3 lokasi keluar untuk jalan tol tersebut.

Pihak berwenang akan sebentar lagi mengerjakan konstruksi jalur Tol Cilacap-Yogyakarta sehingga otomatis akan mengurangi durasi perjalanan dari Yogyakarta sampai Cilacap di Jawa Tengah.

Di sisi lain, dampak dari proyek ini akan mempengaruhi beberapa desa di berbagai kabupaten terkait dengan jalur proyek jalan tol Cilacap-Jogja, termasuk Kabupaten Kebumen di Jawa Tengah.

Kelima puluh tiga desa di 15 kecamatan di Kabupaten Kebumen akan terpengaruh oleh pembangunan jalur tol Cilacap-Yogyakarta.

Berdasarkan informasi yang diambil dari Website Pemerintah Kabupaten Kebumen, disebutkan bahwa pembangunan jalan tol tersebut akan dimulai dari batas antara Banyumas dan Purworejo dengan panjang total 57 kilometer.

Awalnya hanya direncanakan satu gerbang tol keluar, tetapi sang pejabat setempat memohon dan mendesak agar diberikan tiga gerbang tol keluar (exit). Ketiganya berlokasi di bagian barat, tengah, dan timur Kabupaten Kebumen.

Beberapa gerbang keluar toll itu direncanakan akan dipasang di area seputaran Terminal Bus Kebumen bagi daerah pusat Kota Kebumen, gerbang keluar tol Kebumen Barat yang bakal dibuat di Kecamatan Ayah atau Rowokele, dan juga gerbang keluar tol Kebumen Timur yang berada di zona Kecamatan Prembun.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Kebumen, nanti sebanyak 53 desa di 15 kecamatan akan dipengaruhi oleh pembangunan jalan tol Cilacap-Jogja.

Desa dan kecamatan mana sajakah yang terpengaruh oleh Jalan Tol Cilacap-Jogja di Kabupaten Kebumen?

Berikut adalah detail tentang desa dan kecamatan yang terdampak oleh jalan tol Cilacap-Jogja:

1. Kecamatan Sruweng

Desa Trikarso

2. Kecamatan Klirong

Desa Bumiharjo

Desa Kebandongan

Desa Kedungwinangun

Desa Podoluhur

Desa Tambakagung

Desa Wotbuwono

3. Kecamatan Buluspesantren

Desa Tanjungsari

Desa Sidomoro

Desa Klapasawit

Desa Jogopaten

4. Kecamatan Kuwarasan

Desa Bendungan

Desa Gunungmujil

Desa Jatimulyo

Desa Kuwaru

Desa Wonoyoso

5. Kecamatan Ambal

Desa Kembangsawit

Desa Dukuhrejosari

Desa Pagedangan

Desa Kradenan

Desa Sidomulyo

Desa Surabayan

6. Kecamatan Mirit

Desa Winong

Desa Ngabean

Desa Sarwogadung

7. Kecamatan Petanahan

Desa Banjarwinangun

Desa Jatimulyo

8. Kecamatan Kebumen

Desa Adikarso

Desa Depokrejo

Desa Mengkowo

Desa Muktisari

Desa Murtirejo

Desa Tamanwinangun

9.Kecamatan Kutowinangun

Desa Tanjungmeru

10. Kecamatan Bonorowo

Desa Bonjoklor

Desa Bonjokkidul

Desa Mrentul

11. Kecamatan Rowokele

Desa Bumiagung

12. Kecamatan Buayan

Desa Jogomulyo

Desa Nogoraji

Desa Mergosono

13. Kecamatan Gombong

Desa Kemukus

14. Kecamatan Adimulyo

Desa Adimulyo

Desa Arjosari

Desa Banyuroto

Desa Candiwulan

Desa Mangunharjo

Desa Meles

Desa Pekuwon

Desa Sidomukti

Desa Temanggal

15. Kecamatan Karanganyar

Desa Sidomulyo

Desa Grenggeng

Profil Jalan Tol Jogja-Cilacap

Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap bakal diawali dengan fase awal yang meliputi persiapan proyek serta proses lelang dari tahun 2022 sampai 2023.

Nanti tol Yogyakarta - Cilacap akan dihubungkan dengan jalan tol Gedebage-Tasik-Cilacap, proyek jalan tol Pejagan-Cilacap, dan juga jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo.

Panjang keseluruhan proyek tol Yogyakarta - Cilacap yang direncanakan adalah 121,75 km.

Tol Yogyakarta - Cilacap direncanakan untuk menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Provinsi Jawa Tengah, serta Jawa Barat.

Proses Pembangunan Jalur Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap

Berawal tahun 2022, di bawah ini adalah rincian tahapan proyek tol Yogyakarta - Cilacap sesuai dengan informasi yang diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Langkah awal dari Proyek Jalan Bebas Hambatan Yogyakarta - Cilacap merupakan persiapan proyek serta proses lelang, sebagaimana dilansir dari keterangan di Kompas.com.

Rencana persiapan proyek serta lelang untuk Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap akan dimulai dari tahun 2022 sampai dengan 2023.

Di tingkat selanjutnya, yang akan datang adalah penyelesaian keuangan dan pengalihan tanah.

Proses penutupan keuangan serta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Yogyakarta - Cilacap diperkirakan akan diselesaikan antara tahun 2023 hingga 2024.

Fase ketiga dari Proyek Jalan Tol Yogyakarta - Cilacap merupakan tahapan pembangunan infrastrukturnya.

Pembangunan dapat perlahan-lahan diawali tahap demi tahapan dari tahun 2024 sampai 2029.

Sesuai dengan perencanaannya, targetnya adalah bahwa beberapa jalur jalan akan selesai dibangun pada tahun 2026 dan dapat mulai dioperasikan secara bertahap sampai tahun 2074.

Pendanaan dan investasi

Proyek jalan tol Cilacap-Yogyakarta bakal dibiayai lewat mekanisme Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), di mana jumlah invesitasinya merambah angka Rp 38,47 triliun.

Dari jumlah keseluruhan itu, anggaran yang akan disalurkan untuk pembelian (bagian pemerintah) adalah sebesar Rp 2,37 triliun.

Sebagian besar anggaran yang digunakan untuk pembangunan mencapaiRp 27,21 triliun.

Tiga tahap konstruksi

Proses pembangunan akan dipecah menjadi tiga langkah:

Periode awal dimulai dari kuartal ketiga tahun 2024 sampai dengan kuartal kedua tahun 2026.

Fase pembangunan kedua akan terjadi dari Kuartal 3 tahun 2026 sampai Kuartal 2 tahun 2028.

Proses pembangunan tahap ketiga dijadwalkan akan berlangsung dari kuartal 3 tahun 2027 sampai kuartal 2 tahun 2029.

Jalan Tol Cilacap–Yogyakarta akan dihubungkan dengan Jalan Tol Gedebage–Tasik–Cilacap, proyeksi juga mencakup Jalan Tol Pejagan-Cilacap dan Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulonprogo. (*)

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay