Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2025

Dua Rahasia Sukses Timnas Kalahkan China 1-0, Analisis dari Pakar Bola Kalsel

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Tim nasional sepak bola Indonesia berhasil mengalahkan timnas China dengan selisih satu gol tanpa balas, yaitu 1-0, pada pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 5 Juni 2025 semalam.

Keberhasilan ini pun menjamin bahwa timnas Garuda akan maju ke tahap keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pengamat sepak bola dari KalSel, Reja Fahlevi, menyingkap dua faktor penting yang menjadi dasar kesuksesan itu.

"Berdasarkan analisis saya tentang pertandingan antara Tim Nasional melawan China kemarin malam, kehilangan beberapa pemain reguler di starting lineup sebenarnya tidak begitu memengaruhi hasilnya," katanya pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Menurut dia, para pemain cadangan seperti Ragnar Oratmangoen serta Marselino menampilkan performa yang luar biasa.

Menurut Reja, chemistry yang berkembang sejak tahap konsentrasi latihan (TC) merupakan faktor utama kesuksesan tim Garuda pada malam tersebut.

"Faktor utamanya adalah chemistry yang telah terbentuk selama ini. Selain itu, karena TC sudah dijalankan beberapa minggu sebelum pertandingan, hal tersebut memungkinkan para pemain baru maupun lama untuk menyesuaikan diri secara efektif," paparnya.

Di samping itu, kekonsistenan dalam pertandingan penuh juga mendapat perhatian. Reja menyoroti bahwa semua pemain bermain dengan semangat tinggi, termasuk mereka yang memulai pertandingan dan yang masuk pada paruh waktu kedua.

"Setiap pemain melaksanakan perannya secara konsisten. Meskipun terdapat beberapa kesalahan kecil, namun dapat disamarkan oleh teman satu tim mereka," jelasnya.

Adegan penting pada laga berlangsung ketika Indonesia diberikan tendangan pinalti. Sebagian besar orang memperkirakan bahwa Jay Idzes akan menjadi pengambilnya. Ternyata, O Romenij lah yang melaksanakannya dan berhasil menyelamatkan gol untuk meraih kemenangan.

"Strategi tersebut sungguh pas. Para pemain dari China merasa kaget sebab mereka mengira tindakan itu datang dari Idzes. Namun, orang yang melakukan tendangan malah O'Romenij, hal ini membuktikan bahwa pengaruh mental sang kapten tim nasional amatlah luar biasa," pujinya kepada Reja.

Reja selain mengomentari tentang taktik dan eksekusinya, ia juga memuji kerjasama tim para pemain. Ia berpendapat bahwa pelatih serta staf teknis dari Tim Nasional bukan saja melatih keterampilan fisik dan strategi kepada para atlet, tapi juga membina ketahanan mental mereka dan meningkatkan sinergi dalam tim tersebut.

"Keberadaan tim pelatih sekelas ini sungguh suatu kebahagiaan untuk kita. Latihan kumpul di Bali beberapa waktu lalu bukanlah hal yang percuma mengingat telah berhasil membangun sinergi yang solid," ungkapnya.

Pemogokan terhadap Tiongkok memperkuat posisi Indonesia di urutan ke-4 dalam tabel sementara grup C yang memiliki 12 angka. Meskipun demikian, sejumlah tim lain telah gagal menyusul skor itu sehingga Indonesia secara resmi maju ke tahap kelima.

"Harapan saya adalah agar kedepannya kami bermain dengan lebih tenang, sebab tujuan untuk melaju ke babak keempat telah berhasil dicapai. Semoga saja di Osaka mendatang dapat memenangkan pertandingan menghadapi tim Jepang," ujar Reja.

Klasemen Sementara Grup C menurut jumlah poin

1. Jepang - 20 poin

2. Australia - 16 points

3. Arab Saudi - 13 skor

4. Indonesia - 12 points

5. Bahrain - 6 poin

6. Tiongkok - 6 skor

(/Muhammad Andra Ramadhan)

Indonesia Open 2025: Merah Putih Kembali ke Final, Sabar dan Reza Tekan Harapan

, JAKARTA - Setelah pada tahun sebelumnya hanya mampu menyaksikan pertandingan final dari tribun penonton, tim Merah Putih saat ini berhasil menduduki posisi salah satu peserta dalam babak akhir. Indonesia Open 2025 , yaitu Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi.

Pasangan ganda putra peringkat delapan dunia tersebut telah memastikan diri mereka berada di babak final turnamen Indonesia Open 2025 setelah mengalahkan pasangan dari Malaysia yakni Man Wei Chong dan Kai Wun Tee.

Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu (8/6/2025), pasangan Sabar dan Reza berhasil memenangkan laga melalui perlawanan sengit tersebut. rubber game dengan hasil akhir 21-18, 12-21, 21-18.

Inilah kali pertama mereka mencapai babak final Indonesia Open dan itu terjadi di sebuah turnamen kelas Super 1000.

Walaupun hanya mengirim satu perwakilan ke babak final, hal ini telah jauh lebih baik dibandingkan dengan edisi 2024 ketika Indonesia harus puas sebagai penonton di negeri sendiri.

Sabar atau Reza memberikan peluang baru untuk bulu tangkis Indonesia yang kesulitan meraih prestasi di musim ini, terutama dalam turnamen tingkat atas.

Sampai pertengahan musim, Indonesia baru meraup dua gelar juara, keduanya diraih di tingkat turnamen Super 300.

"Sungguh menyenangkan sekali. Kita lihat antusiasme para pendukung di Istora Senayan memberikan tenaga ekstra bagi kita saat bertanding. Pastinya, kita harapkan pertunjukan terbaik juga dapat ditampilkan besok," jelas Sabar.

Selanjutnya, Sabar atau Reza memiliki kesempatan untuk menyumbangkan piala Indonesia Open, gelaran terakhir kali dimenangi oleh pasukan ganda putra mewakili warna merah-putih pada tahun 2021 lalu yaitu Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

The Minions -Julukan Marcus/Kevin- meraih posisi teratas setelah mengalahkan pasangan pemain asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.

Pada akhir turnamen Indonesia Open 2025, Sabar dan Reza akan bertemu dengan pasangan asal Korea Selatan yaitu Kim Won Ho dan Seo Sung Jae. Pasangan tersebut berhasil lolos ke babak terakhir usai menyingkirkan Fajar Alfian serta Muhammad Rian Ardianto.

Pertandingan final Piala Indonesia 2025 akan berlangsung hari ini, Minggu (8/5/2025), dimulai pukul 12:00 WIB. Pertandingan antara Sabar/Reza melawan Kim/Seo akan menjadi pertandingan kelima dalam agenda tersebut. (mcr15/jpnn)

Kamis, 19 Juni 2025

Indonesia Open 2025: Gelar 'Istora Boy' Akan Dituai oleh Chou Tien Chen atau Anders Antonsen?

   Tidak ada komentar     
categories: , , , ,

, JAKARTA - Adu ketangguhan terjamin dalam pertandingan final kategori tunggal pria akan berlangsung. Indonesia Open 2025 yang menghadapkan Anders Antonsen dari Denmark bertemu dengan juara Taiwan Chou Tien Chen.

Chou maju ke partai final usai menumbangkan petenis tunggal putra Thailand Kunlavut Vitidsarn dalam dua game langsung dengan skor 21-16, 23-21.

Antonsen yang tidak terduga berhasil mengalahkan pemain unggulan dari China Shi Yu Qi dengan skor 9-21, 21-18, 21-19.

Sejarah Pertemuan

Pertarungan antara Chou Tien Chen (CTC) dan Antonsen adalah rematch dari final Indonesia Open tahun 2019 sebelumnya.

Pada saat tersebut, CTC berhasil memenangkan gelaran dengan mengungguli Antonsen melalui perlawanan ketat berakhir skor 21-18, 24-26, 21-15.

Putranya yang lahir pada tanggal 8 Januari 1990 tersebut berniat untuk mereplikasi keberhasilannya dari enam tahun lampau.

Selain itu, gelar ini memiliki nilai sejarah yang mendalam bagi Chou Tien Chen karena merupakan trofinya yang pertama di ajang BWF Super 1000.

Saya masih mengingat saat pertama kalinya saya meraih gelar di turnamen BWF Super 1000. Sekarang, saya berharap bisa kembali ke sana dan memberikan yang terbaik, entah menang atau kalah.

"Saya tak ingin memikirkan terlalu jauh dan hanya berusaha menikmati setiap pertandingan," ungkap juara perak Asian Games 2018 itu.

Menantikan dengan penuh minat pertandingan seru antara Chou Tien Chen melawan Anders Antonsen dalam babak final Indonesia Open 2025.

Pertandingan diperkirakan akan sengit karena kedua tim merasai kegembiraan bertarung di depan penonton Istora Senayan.

Julukan Istora Boy

Pertandingan ini pun dikenal sebagai persaingan untuk mendapatkan gelar "Istora Boy", yaitu sebutan yang diberikan oleh para pendukung kepada atlet yang senantiasa menampilkan performa mengesankan di depan penonton Istora.

Seri akhir Indonesia Open 2025 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2025.

Untuk sobat-sobatku yang berada di negeri ini dan ingin menonton laga pamungkasnya, dapat disaksikan melalui televisi. iNews TV atau streaming di Vision+ .(mcr16/jpnn)

UFC 316: Jeka Saragih Tumbang Cepat dalam 28 Detik, Juara KO Joo Sang Yoo Menangkan Pertarungan

- Petarung asal Indonesia Jeka Saragih Hanyalah mampu bertahan selama 28 detik saat melawan Joo Sang Yoo dari Korea di acara UFC 316.

Pertandingan antara Jeka Saragih melawan Joo Sang Yoo menjadi bagian dari acara UFC 316 yang diselenggarakan di Newark, New Jersey, AS pada hari Minggu (8/6/2025).

Pertempuran di kelas berat tersebut diraih oleh Joo Sang Yoo hanya dalam waktu 28 detik dan sebelum babak pertama berakhir.

Pukulan keras dari Sang Yoo ke arah sisi kiri Jeka menimpa rahangnya dengan kuat. Petarung yang berasal dari Simalungun, Sumatera Utara, kemudian jatuh terkapar di tanah.

Sang Yoo pun langsung meneruskan serangan selanjutnya sebelum sang wasit memutuskan untuk mengakhiri pertandingan tersebut dan menyatakan bahwa petarung yang memiliki julukan ini menang dengan teknikKO. The Korean Zombie .

Jalannya Pertandingan

Jika sebenarnya berusaha untuk tampil dengan gaya agresif dan serangan menggunakan tangannya yang kanan. Akan tetapi, Sang Yoo sukses dalam mengelak sampai akhirnya tendangan kirinya mendorong Jeka jatuh.

Tepukan dekat tersebut menyebabkan Jeka goyah lalu terjatuh dalam octagon. Untuk Sang Yoo, hal ini menandai kemenangan KO rondenya yang ke empat pada ronde pertama sepanjang karir profesinya.

Keberhasilan ini merupakan KO ronde pertama yang keempat dalam kariernya untuk Sang Yoo.

Jika sebelumnya, Jeka mengalami kekalahan melalui submitasi oleh Westin Wilson di bulan Juni 2024, kali ini ia mencatatkan dua kekalahannya secara berturut-turut. (mcr15/jpnn)

Sabar dan Reza Lolos ke Final Indonesia Open 2025, Mempertahankan Kehormatan Tuannya

- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menjaga martabat sang tuan rumah di acara tersebut. Indonesia Open 2025 .

Pasangan pemain ganda putra peringkat delapan dunia tersebut berhasil mencapai babak final setelah menundukkan atlet asal Malaysia, Man Wei Chong dan Kai Wun Tee, dengan skor 21-18, 12-21, 21-18 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu, tanggal 7 Juni 2025.

Pencapaian kemenangan ini merupakan pembalasan untuk pasangan SabRez, mengingat pada Indonesia Open 2024 mereka dikalahkan oleh tim yang sama saat berada di babak semifinal dengan skor 27-29, 13-21.

Pada pertandingan akhir, pemenang dari Kejuaran Spain Masters 2024 akan berjumpa dengan pasangan pemain asal Korea yaitu Kim Won Ho dan Seo Seung Jae.

Pasangan pemain ganda putra peringkat enam dunia tersebut berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan pasangan asal Indonesia lainnya, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam laga ketat yang berakhir dengan skor 21-18, 19-21, 23-21.

Sabar atau Reza sekali lagi menjadi harapan bagi tim tuan rumah dalam kompetisi BWF Super 1000, sama seperti pada tahun 2024 ketika mereka adalah satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang mencapai babak semifinal.

Menantikan dengan penuh minat peran Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani dalam pertandingan akhir Indonesia Open 2025 yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2025.

Kata Sabar Reza Usai Lolos ke Final Indonesia Open 2025

, Jakarta Ganda putra Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani berlanjut menuju pertandingan final. Indonesia Open 2025 Wakil tuan rumah tersebut telah menjamin posisi mereka di babak final setelah berhasil mengalahkan pasangan pemain Malaysia Man Wei Chong/Kai Wun Tee dengan angka akhir 21-18, 12-21, dan 21-18 yang bertahan selama sekitar 1 jam pertandingan.

Berlangsung di Lapangan 1 Istora Senayan GBK, Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 7 Juni 2025, Sabar dan Reza menampilkan pertandingan yang ketat melawan duo Man dan Kai. Perolehan skor saling kembali sampai mencapai istirahat antara permainan dengan kedudukan 9-11 unggul bagi tim dari Malaysia.

Setelah istirahat, perlawanan yang ketat pun dilanjutkan sampai mencapai skor 14-14. Kemudian, Sabar/Reza berhasil unggul tiga angka, namun lawan dapat menyamakannya sehingga menjadi seri di 18-18. Pada momen penting tersebut, pasangan ini sukses meraih tiga poin berturut-turut untuk menang dalam ronde pertama dengan hasil akhir 21-18.

Dalam permainan kedua, alur pertandingannya tidak secepat dan setajam pada game pertama. Sabar atau Reza tertinggal empat angka dengan skor 3-7. Tim dari Malaysia yang dilatih oleh mantan pembina PBSI, Herry Iman Pierngadi alias Herry IP, semakin meningkatkan unggulannya hingga tak dapat ditembus lagi. Akhirnya mereka menang dalam game tersebut dengan hasil akhir 21-12 sehingga mencegah adanya perpanjangan babak. rubber game .

Reza yang saat ini dibina oleh mantan bintang bulu tangkis nasional, Hendra Setiawan, memulai pertandingan ketiga dengan sangat baik. Ia berhasil unggul 8-1 dan tetap menjaga keunggulannya sampai skor menjadi 13-6 kemudian 17-13.

Akan tetapi, ketika skor menjadi 20-14, tim tersebut kesulitan untuk memperoleh satu poin tambahan guna mengakhiri permainan. Kecemasan meningkat seiring dengan kemampuan lawan meraih empat poin berturut-turut, membuat selisih hanya menyempit menjadi dua angka, yaitu 20-18. Namun demikian, satu poin yang diinginkan akhirnya berhasil dicapai pada menit ke-60. Dengan begitu, pasangan pemain nomor delapan dunia itu pun resmi merebut kemenangan dengan skor tipis 21-18.

Setelah pertandingan, Sabar menyampaikan bahwa semifinal kali ini cukup sulit untuk timnya karena Reza tengah berurusan dengan cedera punggung. "Inilah final super 1000 yang pertama dan kami sangat gembira," katanya saat ditemui di Istora Senayan.

Dia mengaku sangat keras kepala. "Badanku sudah rusak-rusak dan sering sakit, jadi aku perlu waktu untuk pulih terlebih dahulu," katanya.

Saat itu, Sabar atau dikenal juga sebagai Reza yang ikut dalam pertandingan nomor sembilan masih mengantisipasi siapa pemenangnya dari laga sengit antara pasangan pemain tuan rumah Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto dengan tim asal Korea Selatan Kim Won Ho / Seo Seung Jae yang tengah bersaing di lapangan tersebut. Saat itu, harapan Sabar adalah agar Fajar/Rian menjadi juara sehingga dapat terwujud. all Indonesian final .

Sabar / Reza bertujuan untuk meraih gelar juara di ajang Indonesia Open 2025. Namun, Sabar juga menyebut bahwa saat ini tim lebih mengedepankan konsentrasi pada laga final yang akan digelar minggu depan dan tak ingin terburu-buru memikirkan hasil akhirnya. Menurutnya, ketika situasinya telah membaik, barulah dapat berfikiran secara tenang tentang hal tersebut.

Berkaitan dengan penampilan tim lawan yang saat ini dilatih oleh Herry IP, Sabar mengomentari bahwa gaya bermain mereka semakin mirip dengan para pemain asli di tanah air. Dia menyatakan, "Gaya permainannya sekarang sudah serupa dengan milik Indonesia karena dipandu Koh Herry. Kami sempat merasakan kesulitan tadi." attack Mereka. Kami mencoba memberikan. offense ke lawan,” ujarnya.

Reza merasa gembira karena berhasil mencapai babak final meski dalam kondisi tubuh yang belum sepenuhnya prima. "Namun, menurut pendapatku hari ini seharusnya sudah sampai di tahap semifinal dan sayang sekali jika kesempatan itu dilewatkan begitu saja. Jadi, pada hari ini aku akan maksimalkannya." fight "Terlepas dari apapun hasilnya, saya tetap bahagia dan mengucapkan syukur," katanya.

Setelah mengalami kekalahan pada pertandingan kedua, dia menjadi lebih bersemangat untuk meraih kemenangan dalam permainan ketiga. Dia menyatakan bahwa rahasia sukses dalam laga puncak ada pada kepemimpinan yang kuat sejak awal. "Bisa jadi dimulai dari servis pertama dan kedua karena situasi lapangan ini membuat," katanya. shuttlecock Kuat. Setelah berhasil melewati tahap itu, akan sulit untuk mengubahnya," ujar Reza.

Sebagai seorang atlet profesional yang menangani pendanaannya sendiri, hal ini mendorong dia dan Sabar agar bisa memberikan performa terbaik di tiap pertandingan. Dia menyatakan bahwa mereka perlu biaya saat ikut serta dalam turnamen. "Maka dari itu, setiap laga wajib dioptimalkan. Lagi pula, jika sudah berpartisipasi namun tak mencapai potensi tertinggi akan menjadi sangat disayangkan. Kami memiliki batasan finansial. Oleh karena itu, rasanya begitu disia-siakan apabila kita tidak tampil dengan sepenuhnya," katanya.

Harapan Sabar dan Reza untuk dapat bertemu timnya di partai final nasional tak kesampaian. Pasangan Fajar-Rian harus puas finish ketiga setelah gagal dalam perlawanan panjang melawan Kim-Seo, selesainya duel tersebut memakan waktu satu jam sembilan belas menit dengan angka akhir 18-21, 21-19, 21-23. Berkat hasil ini, duo asuhan pelatih tertentu bakal bersua lawan dari Korea Selatan pada laga penentuan medali emas Indonesian Open tahun 2025 mendatang.

Indonesia Open 2025: Gema Istora Senayan Menjadi Tantangan bagi Negara Tetangga

   Tidak ada komentar     
categories: , , , ,

, JAKARTA - Ganda pemain dari Malaysia yaitu Man Wei Chong dan Kai Wun Tee menyatakan dirinya gemetar saat melihat dukungan para penggemar di Istora Senayan dalam acara tersebut. Indonesia Open 2025 .

Gerakan dua kaki sang pemain peringkat tujuh dunia tersebut harus berakhir pada babak semifinal setelah ia mengundurkan diri dari pasangan unggulan tuan rumah, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani dengan hasil akhir 18-21, 21-12, 18-21.

Setelah pertandingan berakhir, pemenang Malaysia Masters 2025 tersebut mengakui pernah merasakan ketidaknyamanan saat menghadapi tekanan dari para penggemar Indonesia yang membanjiri Istora Senayan.

Sesuai harapan, sang tuan rumah menerima dukungan penuh karena ada dua pasangan yang bertanding di semifinal Indonesia Open 2025, yaitu Sabar/Reza serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Gemuruh para penonton menyebabkan kinerja Man/Tee memburuk pada set ke tiga. Mereka terpaut cukup lebar sebelum akhirnya mengakui kekalahan mereka dalam laga yang berlangsung selama 60 menit.

"Saya merasakan bahwa turnamen Indonesia Open tahun ini begitu dipenuhi oleh pendukung. Ini secara signifikan mengubah psikologi permainan kita," ungkap Man Wei Chong.

Dengan hasil tersebut, Man/Tee tidak dapat mempertahankan catatan positif mereka menghadapi Sabar/Reza. Di turnamen sebelumnya pada ajang Indonesia Open 2024, juara dari Syed Modi International 2022 berhasil menang di babak semifinal dengan skor 29-27, 21-13.

Pasangan pemain asal Malaysia, Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei pun tidak berhasil maju ke babak final. Mereka dikalahkan oleh pasangan ganda campuran asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dengan skor 16-21, 12-21.

Hanya terdapat satu wakil Malaysia yang berhasil mencapai babak final Indonesia Open 2025 di kategori ganda putri, yaitu pasangan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan.

Pasangan peringkat keempat di dunia itu direncanakan akan bertemu dengan ganda putri asal Tiongkok Liu Sheng Shu/Tan Ning. (mcr16/jpnn)

Rabu, 18 Juni 2025

Jadwal Akhir Indonesia Open 2025: Sabar vs Reza, Perburuan Gelar Panas

, Jakarta - Turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2025 Yang terjadi di Istora Senayan, Jakarta menuju babak akhir. Serangkaian pertandingan final dimulai pada pukul 12.00 WIB dan akan ditayangkan langsung oleh televisi. iNewsTV, MNCTV , dan streaming Vision+.

Tuannya memiliki seorang perwakilan dalam pertandingan akhir, yaitu pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani. Tim yang menduduki posisi delapan unggulan tersebut akan berjumpa dengan tim urutan lima asal Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae. Pertempuran antara dua pasukan itu direncanakan menjadi laga penutup.

Sekilas sebelumnya, harapan Indonesia adalah adanya sebuah final semua pemain asal Indonesia untuk nomor ganda putra. Sayangnya, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus berhenti di babak semifinal meski telah mempersembahkan pertahanan sengit melawan Kim/Seo selama laga yang bertahan 1 jam 19 menit penuh kegembiraan dan persaingan. Akhir pertempuran itu ditutup dengan angka akhir mencolok yaitu 18-21, 21-19, 21-23.

Saat ini, Sabar/Reza sukses mencapai babak final turnamen BWF Super 1000 untuk kali pertamanya usai mengalahkan pasangan dari Malaysia yaitu Man Wei Chong dan Kai Wun Tee, yang sekarang dilatih oleh mantan pembina PBSI, Herry Iman Piernngadi. Pertandingannya sendiri memakan waktu satu jam di mana mereka melalui perpanjangan hingga tiga gim dengan hasil akhir 21-18, 12-21, 21-18.

Kecapaian Sabar dan Reza hingga mencapai babak final Indonesia Open kali ini turut memberikan cap positif bagi Hendra Setiawan, salah satu ikon bulu tangkis tanah air, yang saat ini bertindak sebagai pembimbing mereka. Ia telah pensiun setelah menyelesaikan pertandingannya terakhir di Indonesia Masters 2025 pada akhir Januari kemarin.

Hendra, yang telah meraih gelar juara Indonesia Open pada tahun 2013 bersama Mohammad Ahsan, saat ini akan melatih Sabar/Reza agar dapat menjuari turnamen tersebut ketika diselenggarakan di tanah air mereka sendiri.

Pemain bulu tangkis asal Indonesia terakhir yang berhasil memenangkan kejuaran tersebut adalah pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Dikenal sebagai "The Minions," mereka sukses merebut gelar tiga kali berturut-turut di kompetisi ini pada tahun 2021, menyusul kemenangan sebelumnya pada tahun 2018 dan 2019. Turnamen tersebut sempat tertunda pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19.

Di samping Kim/Seo, Korea Selatan juga mengirimkan seorang atlet lain ke nomor tunggal putri, yaitu An Se Young. Atlet dengan peringkat teratas dunia ini siap bertarung melawan Wang Zhi Yi, pemain yang saat ini menempati posisi kedua dalam daftar ranking global.

Rapat antara dua atlet terkemuka global tersebut menjadikannya sebagai final yang sempurna lantaran mereka berdua merupakan juara utama nomor satu dan dua dalam kompetisi ini. An Se Young bertujuan untuk memenangkan kejuaraannya yang kedua sejak sukses meraih gelarnya tahun 2021 silam.

An Se Young memiliki kesempatan baik untuk menang bila dilihat dari catatan head-to-head-nya melawan Wang Zhi Yi. Dalam 15 kali bertemu sebelumnya, dia telah memenangkan 11 laga dan bahkan berhasil mengalahkannya dalam tiga pertandingan terakhir berurutan.

Tiongkok juga menurunkan dua atlet ganda putri. Pasangan Liu Sheng Shu/Tan Ning sebagai unggulan nomor satu akan berjumpa dengan Pealy Tan/Thinaah Muralitharan dari Malaysia, yang merupakan unggulan keempat. Pertandingan ini diharapkan penuh persaingan dan ketegangan.

Liu dan Tan memiliki catatan head-to-head yang mendukung dengan skor 7-3, di mana mereka telah memenangkan tiga laga terakhirnya. Meskipun demikian, duo peringkat satu dari China tetap harus waspada. Pasalnya, Tan dan Thinaah tengah menjalani performa prima setelah berhasil mengalahkan pasangan asal China lainnya, yakni Li Yi Jing dan Luo Xu Min pada babak semifinal lewat pertarungan sengit selama 64 menit dalam tiga gim.

Di nomor ganda campuran, gelar juara akan diperebutkan Thom Gicquel / Delphine Delrue dari Prancis dan Dechapol Puavaranukroh / Supissara Paesampran dari Thailand unggulan keenam. Apabila mampu meraih kemenangan di laga final ini, Dechapol akan menjuarai Indonesia Open untuk kedua kalinya dengan pasangan berbeda. Sebelumnya, dia menjadi juara bersama Sapsiree Taerattanachai pada 2021.

Pada sisi tunggal putra, unggulan ketiga dari Denmark yaitu Ander Antonsen siap berhadapan dengan pemain asal Taiwan dan juga unggulan keenam, Chou Tien-chen. Mereka keduanya sedang memburu gelar perdana mereka di ajang Indonesia Open ini.

Rencana Pertandingan Akhir Piala Terbuka Indonesia 2025

Pertandingan tersebut dilangsungkan di Istora Senayan, Jakarta, dengan kickoff pada jam 12.00 WIB. Final ini dapat ditonton secara langsung melalui saluran iNews TV dan MNCTV, atau lewat siaran streaming di aplikasi Vision+.

Campuran ganda: Thom Gicquel / Delphine Delrue (Prancis) melawan Dechapol Puavaranukroh / Supissara Paesampran (Thailand/6)

Putri tunggal: An Se Young dari Korea Selatan (peringkat 1) melawan Wang Zhi Yi dari Cina (peringkat 2).

Ganda puteri: Liu Sheng Shu / Tan Ning (Cina/1) melawan Pearly Tan / Thinaah Muralitharan (Malaysia/4)

Putra tunggal: Anders Antonsen dari Denmark peringkat 3 bertemu dengan Chou Tien Chen dari Taiwan peringkat 6

Ganda Putra: Sabar Karyaman Gutama / Moh Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia/8) melawan Kim Won Ho / Seo Seung Jae (Korsel/5)

Indonesia Open 2025: Mimpi Besar Gadis Korea

   Tidak ada komentar     
categories: , , , ,

, JAKARTA - Bintang asal Korea An Se Young menyuarakan aspirasi besar dirinya ketika berpartisipasi dalam acara tersebut. Indonesia Open 2025 .

Putri peringkat satu dunia telah mengamankan posisi di babak final turnamen BWF Super 1000 tersebut.

Dia tampil percaya diri di babak semifinal setelah mengeliminasi salah satu lawannya, Akane Yamaguchi dari Jepang.

Pengaruh Perjalanan An Se Young Menuju Babak Akhir di Turnamen Indonesia Open Tahun 2025

Pemain bulu tangkis berusia 23 tahun tersebut memenangkan kedua set dengan skor 21-18 dan 21-17 di Istora Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu (8/6/2025).

Terus memperlihatkan sifat juara sejati. Sampai separuh musim 2025, atlet asal Gwangju, Korea ini hanya mengalamai satu kali kekalahannya saja, yakni pada babak delapan besar turnamen Singapura Terbuka 2025 ketika berjumpa dengan Chen Yu Fei dari China.

Selain itu, An telah ikut serta dalam lima kompetisi dan berhasil memenangkan empat di antaranya, yaitu Malaysia Open, India Open, Orleans Masters, dan All England.

Saat ini, An Seyoung mengejar prestise tambahan dengan mengincar kejuaraan besar berikutnya, yaitu Indonesia Open 2025 yang telah terlihat di depan matanya.

"Tujuan saya bukan hanya untuk memenangkan turnamen Super 1000, tapi dalam setiap kompetisi yang sayaikuti, kemenangan adalah targetnya," jelas An.

Sebaliknya, dia menyadari bahwa mencapai ambisi tersebut bukanlah hal yang mudah. Sebab, setiap pesaing pasti berupaya untuk mengakhiri penguasaan juara Olimpiade Paris 2024 ini.

"Sejak awal, saya menyadari bahwa laga menghadapi Akane bakalan berat. Akan tetapi, saya dapat memusatkan upaya untuk menambah keyakinan diri," imbuhnya.

Kalender Pertandingan Final Indonesia Open Tahun 2025

Ujian berikutnya bagi An Seyoung ialah menantang jagoan China Wang Zhi Yi di final Indonesia Open 2025.

Laga tersebut bisa dikatakan final ideal karena kedua pemain merupakan tunggal putri dengan ranking tertinggi saat ini. An duduk di posisi pertama, sedangkan Zhi Yi di peringkat kedua.

Rangkaian final Indonesia Open 2025 akan digelar hari ini, Minggu (8/6/2025), mulai pukul 12.00 WIB. (mcr15/jpnn)

Klasemen VNL 2025: Apa Rahasia Tim Wanita Jepan yang Luar Biasa Ini?

OTTAWA - Tim Jepang tampil sangat menakjubkan di akhir Minggu Pertama Liga Voli Negara-Negara atau VNL. VNL 2025 Putri telah menyelesaikan matchday 3 yang berarti tersisa satu hari lagi bagi setiap peserta untuk bertanding.

Di minggu pertama ini, Jepang tanpa kehadiran Sarina Koga (yang pensiun), terletak di Grup 1 (Ottawa, Kanada).

Jepang yang kini diperkuat oleh pelatih baru bernama Ferhat Akbas (Turki) serta didominasi oleh para pemain muda, bermain agresif.

Tiga laga berjalan mulus dengan skor akhir 3-0 untuk setiap pertandingan. Yang menjadi korban adalah tiga negara kuat, yakni Jepang, Belanda, Serbia, serta tuan rumah Kanada.

Dalam pertandingan ke-tiga menghadapi Kanada di TD Place Arena pada Minggu (8/6) dini hari waktu Indochina, timnas Jepang yang diketuai oleh Mayu Ishikawa berusia 25 tahun, tampil tanpa tersentuh oleh intimidasi para pendukung tuan rumah.

Jepang memenangkan set demi set dengan susah payah; 26-24, 25-20, 25-19.

Yukiko Wada, sebagai outside hitter, meraih skor tertinggi pada pertandingan tersebut dengan total 20 poin, yang mencakup satu servis langsung awal. Di sisi lain, untuk tim Kanada, opposite Kiera Van Ryk berhasil mengumpulkan sebanyak 13 poin dan menjadi top skorer di timnya.

Jepang -seperti 17 tim wanita lainnya di VNL 2025- sekarang hanya tersisa satu pertandingan lagi di Minggu 1, yaitu menghadapi Republik Dominika.

Dalam tabel klasemen sementara, Jepang menduduki posisi teratas tanpa tersentuh kekalahan, mengungguli Italia, Brasil, dan Turki yang semuanya telah meraih tiga kemenangan namun tidak secara seragam dengan skor 3-0.

Brazil - tuan rumah Grup 2, meraih kemenangan ketiganya secara dramatis.

Bermain menghadap puluhan ribu pendukung di dalam Maracanazinho, Brazil berhasil unggul dengan skor akhir 3-2 atas Jerman meskipun sempat ketinggalan awalnya 1-2 (25-23, 21-25, 23-25, 25-20, 15-8).

"Pemain-pemain yang masuk dari bench memberikan semangat luar biasa di lapangan dan sangat berperan," ujar outside hitter Brazil Julia Begmann.

" Kami mengalami fluktuasi performa, namun berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan di tie-breaker (set kelima) dengan perbedaan skor yang cukup besar. Penonton telah memberikan kita banyak tenaga," tambahnya.

Brazil masih memiliki satu pertandingan tersisa di Minggu 1, yaitu salah satu pertandingan terpantau pada minggu ini, menghadapi juara bertahan Italia. Acaranya malam ini! (vw/jpnn)

Klasemen VNL 2025 Putri

volleyballworld

Perhitungan Peluang Timnas Indonesia Melaju ke Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia

, Jakarta - Timnas Indonesia Melaju menuju babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, hal ini dipastikan setelah memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 melawan China di partai kelima grup C putaran ketiga dan juga berkat kekalahannya Bahrain yang dikalahkan Arab Saudi dengan angka nol kosong pada hari Kamis tanggal lima juni dua ribu dua puluh lima.

Tim nasional sepak bola Indonesia berhasil meraih kemenangan dengan skor satu-satunya lewat tendangan penalti Ole Romeny sebelum berakhirnya paruh pertama laga kontra China di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Wasit memberikan hadiah penalti tersebut setelah melakukan tinjauan ulang menggunakan Video Assistant Referee (VAR) karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh tim lawan, The Dragons, atas Ricky Kambuaya di area terlarang.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan ucapan terima kasihnya usai tim nasional Indonesia sukses menjamin diri untuk berpartisipasi dalam babak ketiga empat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini adalah turnamen yang bakal melibatkan enam tim dan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang. Dia menjelasakan bahwa dengan kemenangan Tim Nasional Indonesia atas China ditambah hasil positif dari pertandingan Arab Saudi versus Bahrain telah memastikan perjalanan Indonesia menuju Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia." Tulis Erick di laman media sosial resminya tersebut. Instagram -dari kutipan yang tanggal Jum'at, 6 Juni 2025.

Saat dimintai pendapat tentang kemungkinan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, Erick sangat yakin bahwa negara ini akan memperoleh tempat dalam kompetisi yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut. Dia menyatakan, “Jadi pada bulan September nanti, kami akan melakukan pertandingan uji coba melawan tim dari sana seperti Lebanon dan Kuwait sebagai bagian dari persiapan.”

Perhitungan Tim Nasional Lolos ke Piala Dunia 2026

Pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk Zona Asia, enam tim terpilih yaitu peringkat ketiga dan keempat dari Grup A, B, serta C akan bertanding. Babak ini membagi mereka dalam dua kelompok dengan tiga negara setiap grupnya. Tim pemenang di tiap grup secara otomatis maju ke Piala Dunia 2026, sementara juara kedua harus menghadapi pertarungan playoff zonal Asia. Siapa pun yang menang pada tahapan itu kemudian bakal melanjutkan laga ke playoffs interkonfederasi.

Saat ini Indonesia dipastikan telah melaju ke putaran keempat karena kemenangan melawan Cina. Kemenangan ini membawa Indonesia mengumpulkan 12 poin di posisi keempat, sementara Arab Saudi memiliki 13 poin. Kedua tim ini sudah tidak mungkin dikejar oleh Bahrain dan Cina yang berada di posisi kelima dan keenam dengan masing-masing 6 poin.

Bila diperhatikan di grup A dan B, negara-negara yang memiliki kesempatan untuk maju ke babak keempat adalah Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Oman, serta Palestina, dengan peluangnya Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026 tetap terbuka lebar.

Negara-negara di Benua Asia yang Sudah Memastikan Kehadiran ke Piala Dunia 2026

Tim nasional sepak bola Uzbekistan membuat sejarah baru dengan mengunci tempatnya di turnamen akhir Piala Dunia 2026 untuk kali pertama dalam sejarah setelah seri tanpa gol melawan Uni Emirat Arab di Abu Dhabi, pada hari Kamis, tanggal 5 Juni 2026. Penjaga gawang Utkir Yusupov menunjukkan performa luar biasa dengan melakukan tiga penyelaman vital selama babak kedua, sehingga mencegah terjadinya skor dan membantu Uzbekistan meraih debut mereka di ajang Piala Dunia semenjak mendapatkan kemerdekaannya dari Unian Soviet tahun 1991. Berkat pencapaian tersebut, Uzbekistan menjadi negara urutan lima asal benua Asia yang berhasil lolos ke edisi Piala Dunia 2026 menyusul Jepang, Iran, Korea Selatan, serta Yordania.

Rina Widiastuti berpartisipasi dalam penyusunan artikel ini.

Fajar dan Rian Tersingkir Sebelum Babak Final Indonesia Open 2025

   Tidak ada komentar     
categories: , ,

, Jakarta - Pasangan pemain pria unggulan tuan rumah Fajar Alfian/Muhammad Ardianto tidak berhasil maju ke babak akhir Indonesia Open 2025 Mereka dikalahkan oleh favorit kelima dari Korea Selatan, yaitu Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada pertandingan semifinal tanggal 7 Juni 2025.

Pertempuran antara dua atlet tersebut merpakan laga pamungkas dalam seri semi final turnamen BWF Super 1000 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Perlawanan ketat antara peserta peringkat lima dan enam itu membutuhkan waktu 1 jam 19 menit hingga mencapai akhir dengan score 18-21, 21-19, 21-23.

Pada permainan pertama, pasangan Fajar/Rian segera mengalami ketertinggalan dengan skor 0-5 namun berhasil memperbaiki posisi hingga mencapai seri di angka 8-8. Sesudah jeda istirahat antar babak, mereka kembali terlambat dalam poin menjadi 10-13. Akan tetapi, sekali lagi tim tersebut dapat menyusul sehingga meratakan keadilan pada skor 16-16, lalu 17-17, dan akhirnya 18-18. Terakhir, duo Kim/Seo sukses merebut empat poin berturut-turut untuk menyelesaikan partai ini.

Fajar dan Rian sempat tertinggal 9-14 pada permainan kedua, tetapi berhasil menyusul setelah meraih lima poin berturut-turut. Setelahnya, skor saling mengejar hingga akhirnya pasangan dari Indonesia tersebut keluar sebagai pemenang dengan skor 21-19, yang membuat pertandingan harus dilanjutkan ke ruber game.

Dalam pertandingan ketiga, Fajar/Rian awalnya tertinggal 3-8 kemudian 8-12. Namun, setelah memperoleh rangkaian enam angka berturut-turut, skor berubah menjadi 14-12 dan akhirnya 17-15. Pada titik ini, duo dari Indonesia tersebut mengalami beberapa kesalahan yang membuat lawannya menyamakan kedudukan menjadi 17-19.

Perlawanan menjadi lebih sengit ketika Fajar atau Rian berhasil menyamakan skor menjadi 19-19, lalu ada periode pertahanan sebelum pasangan dari Korea Selatan keluar sebagai pemenang di menit ke-79.

Hasil ini merupakan kemenangan perdana bagi Kim dan Seo atas Fajar dan Rian. Sebelumnya, dalam kedua kali bertemu pada tahun 2018 di Asian Games serta German Open, pasangan dari Korea Selatan tersebut selalu mengalami kekalahan.

Gagalnya Fajar dan Rian mengalahkan Kim atau Seo memberi kesempatan bagi hal lain terjadi. all Indonesian final Di turnamen Indonesia Open 2025, impian tidak terwujud. Pasangan ganda putra asal Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, berhasil mengamankan satu slot untuk pertandingan final dan akan bersaing dengan pasangan Kim/Seo demi gelar juara pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2025.

Sabar! Reza Lolos ke Final Indonesia Open 2025

, Jakarta - Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani berhasil melaju ke partai final Indonesia Open 2025 Keputusan tersebut terwujud setelah mereka mengalahkan perwakilan dari Malaysia, Man Wei Chong dan Kai Wun Tee, dalam pertandingan tiga ronde dengan skor 21-18, 12-21, 21-18.

Di Istora Senayan pada hari Sabtu, tanggal 7 Juni 2025, Sabar dan Reza sebagai delapan besar favorit harus bertemu dengan pertempuran sengit melawan pasangan pemain asal Malaysia yang berada di posisi tujuh dalam kejuaraan BWF Super 1000 tersebut.

Pertandingan perdana terlihat sangat sengit. Ada permainan saling mengejar dalam hal skor di mana selisihnya tidak melebihi dua angka saja. Namun, setelah kedua tim mencapai seri 14-14, Sabar/Reza berhasil membuat jarak menjadi 17-14. Skornya pun menyamasi lagi hingga 18-18 tetapi pasangan pemain putra asal Indonesia akhirnya mampu mengunci kemenangan pada game tersebut lewat serangkaian raihan tiga poin berturut-turut.

Kondisi yang lain timbul dalam pertandingan kedua. Man / Kai berhasil mengendalikan jalannya laga dengan mudah. Mereka sukses memimpin 7-3 di awal babak dan skor mereka semakin meningkat tanpa dapat disusul oleh Sabar / Reza, hingga perlombaan pun harus dilanjutkan ke partai selanjutnya.

Reza mulai permainan ketiga yang krusial dengan mencetak empat poin berturut-turut. Dia menerima poin setelah poin lainnya, membuat keunggulannya meningkat menjadi 8-1. Kepemimpinan tersebut tetap dipertahankan sampai akhir dan ia berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor 11-6 pada putaran kali ini.

Setelah istirahat, sepasang atlet asal Indonesia tersebut melanjutkan permainan dengan mengumpulkan lebih banyak angka dan tetap unggul dengan skor 17-10. Pada saat itu, Man/Kai sukses menyambar tiga point berturut-turut yang membuat selisihnya mengeja menjadi 17-13 kemudian 20-14.

Ketika hanya menyisakan satu poin untuk dikejar, Sabar atau Reza terlihat mengalami kesulitan. Sementara itu, tim lawan sukses meraih empat angka berturut-turut dan pada akhirnya menjadikan skor menjadi 21-18 setelah tepat satu jam permainan.

Kemenangan ini mengantarkan Sabar / Reza maju ke final Indonesia Open 2025. Ini menjadi final pertama mereka di turnamen BWF Super 1000.

Hendra Setiawan, yang telah gantung sepatu usai tampil dalam ajang Indonesia Masters 2025 pada bulan Januari kemarin, kini berada di sisi lapangan. Ia mengawasi dan memberikan dukungan kepada salah satu anak didiknya, Sabar atau Reza, saat sedang bertanding.

Keberhasilan Sabar / Reza membuat tim tuan rumah dipastikan memiliki satu wakil di final Indonesia Open 2025.

Selasa, 17 Juni 2025

Fajar / Rian Terhenti di Semifinal Indonesia Open 2025, Gagal Wujudkan All Indonesian Final

, Jakarta - Pasangan pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto tersingkir pada pertandingan semifinal turnamen Indonesia Open 2025 usai dikalahkan oleh duo asal Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae, dengan angka akhir 18-21, 21-19, 23-21 setelah laga yang berlangsung selama satu jam 19 menit, pada hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2025.

Di Lapangan 1 Istora Senayan GBK, Jakarta, pasangan Fajar-Rian mengawali pertandingan dengan tertinggal 0-5 tetapi berhasil menyamakan menjadi 8-8 pada akhirnya mereka hanya unggul sedikit setelah istirahat 10-11. Pasca jeda, timnas Indonesia kembali terpaut 13-10 sampai perolehan angka mencapai seri 18-18 lalu merosot kekalahan 21-18.

Dalam pertandingan kedua, serangan sengit langsung terlihat sejak awal. Poin saling bergantian sampai mencapai 6-6. Setelah itu, pasukan Kim/Seo mendapatkan keuntungan dengan memimpin 14-9 atas Fajar/Rian. Akan tetapi, tim asal Indonesia tersebut mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14 dan permainan pun semakin ketat serta bertubi-tubi dalam pencetakannya. Sampai akhirnya, pemain dari Korea Selatan ini keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 21-19.

Dalam perlombaan penentuan tersebut, Fajar / Rian tertinggal dari awal namun berhasil menyusul hingga mencapai seri 12-12. Mereka kemudian memimpin lagi sampai angka 17-15 tetapi justru tergeser menjadi 17-19. Di saat skornya sama-sama 19-19, atmosfer laga makin tegang. Pasangan lainnya saling bertukar posisi sebagai yang unggul dengan selisih satu poin saja sebelum akhirnya pertandingan game ini ditutup pada hasil 21-23 bagi kemenangan Kim / Seo.

Dengan demikian, impian adanya pertandingan final antara dua pemain asli Indonesia di turnamen BWF Super 1000 yang digelar di Istora Senayan harus pupus. Pasangan ganda putra tuan rumah, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, telah mengamankan posisi mereka di babak akhir sebelumnya dan kini siap bersaing dengan pasangan lawan yaitu Kim dan Seo guna merebut juara pada hari Minggu, tanggal 8 Juni 2025.

Setelah pertandingan berakhir, Fajar mengajukan permohonan maafnya kepada para penggemar yang masih bertahan di Istora Senayan sampai pagi hari. "Kami belum dapat melakukan all Indonesian final Di turnamen Indonesia Open ini, peluang sebenarnya cukup besar. Kami pernah unggul pada pertandingan ketiga, namun menjadi terlalu gegabah dalam mengakhirkannya, yang akhirnya berbalik merugikan diri kami sendiri dan membuat banyak kesalahan," ujarnya.

Rian setuju dengan pendapat Fajar. Menurutnya, lebih baik mereka bertahan dulu dan tidak tergesa-gesa saat mengembalikan pukulan. "Terlebih lagi, musuh cukup kuat." safe Ya seharusnya kita bisa lebih bersabar, jangan terlalu tergesa-gesa, kita agak kurang mengejar, kata dia.

Dia menyatakan dukungannya kepada Sabar/Reza yang bertujuan meraih gelar juara BWF Super 1000 untuk kali pertamanya pada ajang Indonesia Open tahun 2025. "Untuk Sabar/Reza besok tetap semangat dan jangan putus asa, lawan-lawan kalian cukup tangguh. Tim Korea Selatan memiliki pertahanan yang luar biasa. Namun, Sabar/Reza tentu dapat melaksanakan penampilan terbaiknya, segala sesuatu masih memungkinkan, saya yakin mereka bisa menjadi pemenang besok," ungkapnya.

Setelah Fajar / Rian terhenti, Sabar / Reza menjadi satu-satunya wakil tuan rumah yang bisa mencapai final Indonesia Open 2025. Pemain unggulan kedelapan ini diharapkan bisa menyabet gelar juara di kandang sendiri. Terakhir pemain Indonesia yang bisa menjuarai ajang ini adalah ganda purtra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo pada 2021.

Indonesia Open 2025: Ganda Putra Jadi Satu-satunya Peluang Emas untuk Merah Puti

   Tidak ada komentar     
categories: , , ,

, JAKARTA - Ganda putra menjadi peluang terakhir bagi Tim Merah Putih agar dapat berprestasi di Indonesia Open 2025 .

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta Sabar Kayaman Gautama/Moh Reza Pahlevi Isfahani diharapkan menjadi harapan utama bagi Indonesia dalam mengejar gelar pada turnamen BWF Super 1000 kali ini.

Pasangan pemain pria Indonesia tersebut berhasil mencapai babak semifinal, sementara representasi lain dari Indonesia tersingkir.

Fajar atau Rian menjadi yang pertama mendapatkan tiket semifinal turnamen Indonesia Open 2025 usai memenangi laga melawan pasangan pemain asal China Huang Di dan Lui Yang dengan skor akhir 21-19, 23-21 di Istora Senayan, Jakarta pada hari Jumat tanggal 6 Juni 2025.

Sabar atau Reza mengikut langkah senior mereka setelah berhasil mengalahkan juara utama dari Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzudin dalam pertandingan tersebut. rubber game 21-19, 9-21, 21-19.

Pada babak semifinal Indonesia Open tahun 2025, pasangan Sabar dan Reza siap menghadapi lawan dari Malaysia yaitu Man Wei Chong dan Kai Wun Tee. Sebelumnya, duo ini berhasil mengeliminasi pemain asal India bernama Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty.

Pada saat yang sama, Fajar/Rian tetap menantikan hasil pertandingan antara Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea dan Takura Hoki/Yugo Kobayashi dari Jepang.

Hasil Memukau Indonesia Open 2025: Dua Wakil Tuanku Raih Semifinal!

, Jakarta - Dua wakil tuan rumah dari ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani maju ke semifinal Indonesia Open 2025 Mereka akan bersaing untuk mendapatkan tempat di babak final pada hari Sabtu, tanggal 7 Juni 2025.

Fajar atau Rian berhasil maju ke babak semifinal usai mengalahkan pasangan pemain asal China, Huang Di dan Liu Yang dengan hasil akhir 21-19, 23-21. Sedangkan, Sabar serta Reza sukses menjungkal juara favorit dari Malaysia yakni Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin lewat laga sengit berakhir skornya 21-19, 9-21, 21-19.

Pada pertandingan perempat final turnamen BWF Super 1000 kali ini, Fajar dan Rian sebagai unggulan keenam bakal bersua dengan pemain dari Korea Selatan yakni Kim Won Ho dan Seo Seung Jae yang merupakan unggulan kelima. Di sisi lain, Sabar serta Reza selaku unggulan kedelapan akan menghadapi pasangan Malaysia yaitu Man Wei Chong dan Kai Wun Tee sang unggulan ketujuh.

Pasangan pemain asal Indonesia itu memiliki kesempatan untuk menghasilkan pertandingan final semua-Indonesia apabila kedua-duanya berhasil menang di babak semi-final turnamen yang digelar di tanah air mereka sendiri.

Ketiganya yang lain, yaitu tunggal putri Putri Kusuma Wardani, ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, serta ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi tidak berhasil mencapai kemenangan pada babak delapan besar.

Ringkasan Hasil Kompetisi Tim Tamu:

Tunggal Putri

Putri Kusuma Wardani melawan Akane Yamaguchi (Jepang/3), menyerah dengan skor 19-21, 20-22.

Ganda Campuran

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil melawan Thom Gicquel/Delphine Delrue dari Prancis, kalah dengan skor 11-21, 21-23.

Ganda Putri

Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi (8) melawan Baek Ha Na serta Lee So Hee dari Korea Selatan, mengalami kekalahan dengan skor 21-18, 16-21, 21-7.

Ganda Putra

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (6) menghadapi Huang Di/Liu Yang (Cina), memenangkan pertandingan dengan skor 21-19, 23-21.

Sabar Karyaman Gutama atau Moh Reza Pahlevi Isfahani (8) mengalahkan pasangan dari Malaysia yaitu Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin dengan skor akhir 21-19, 9-21, 21-19.

Jaosuayai Menggebrak Debut Primetime di Amerika dengan KO Spektakuler Hanya dalam 52 Detik Melawan Nakrobi

Jaosuayai Mor Krungthepthonburi sudah menembus pagar baja yang membatasi para pejuang terkemuka di kelas berat ringan Muay Thai dengan pesenam profesional ternama lainnya.

Ia mencatat prestasi tersebut melalui kemenangan luar biasa yang terjadi dalam waktu 52 detik ketika bintang muda berumur 23 tahun melakukan debutnya di siaran utama Amerika menghadapi lawan peringkat #5. Nakrob Fairtex dalam partai puncak ONE Fight Night 32 yang terjadi di Lapangan Stadion Lumpinee di Bangkok, Thailand, pada hari Sabtu, 7 Juni.

Keberhasilan itu mengagumkan penonton setianya yang menyaksikannya langsung di stadion bersejarah serta mereka yang memandangnya dari layar televisi di seluruh dunia.

Setelah pertukaran pukulan yang sengit berlangsung selama 28 detik, Josuahai menyerang dengan tendangan kanannya ke arah kepala dan berhasil mengena lengan kirinya milik Nakrob. Petarung asal Fairtex itu tampak kewalahan untuk melepaskan diri dari ancaman tersebut.

Jaosuayai kemudian menghantamkan empat pukulan yang menyebabkan Nakrob jatuh dan diberikan hitungan oleh wasit. Meski dengan sisa semangatnya, Nakrob berhasil bangkit lagi, namun Jaosuayai telah bersiap seperti singa yang akan meluncurkan serganya.

Ketika wasit Ricky Sewell mengambil alih pertandingan, petarung asal Sasana Sor Dechpan segera bergegas menuju Nakrob dengan melakukan tendangan maut yang dahsyat. Di sinilah Nakrob tertekan di sudut ring dan berusaha keras memblokir deretan pukulan akurat dari Jaosuayai.

Campuran pukulan yang dikeluarkan oleh Jaosuayai sekali lagi menyebabkan Nakrob kebingunan, seperti tubuhnya terbagi di antara dua dimensi. Serangan acak tersebut kemudian diselesaikan dengan satu tendangan kaki kiri sebagai penutup.

Sewell cepat-cepat bergegas untuk membatalkan pertarungan tersebut dan menyelamatkan kepala Nakrob yang hampir terlempar ke atas ring. Juara, yaitu hasil produksi dari seri ONE Friday Fights, secara resmi dinyatakan menang pada debutnya sebagai petinju utama.

Dengan pencapaian tersebut, dia menguatkan catatannya hingga mencapai 60-22, mendapatkan insentif kinerja sebesar US$50,000 (setara dengan Rp1,6 miliar) dari Chairman dan CEO ONE Championship. Chatri Sityodtong , dan kemungkinan besar sudah mengambil alih tempat Nakrob sebagai penduduk peringkat #5 dalam kelas terbang yang penuh dengan petarung Muay Thai.

Source

Senin, 16 Juni 2025

Jadwal Semifinal Indonesia Open 2025: Fajar & Rian vs Sabar & Reza

, Jakarta - Turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2025 Memulai pertandingan di fase semifinal pada hari Sabtu, 7 Juni 2025, tim unggulan punya dua pasangan ganda putra yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang siap bersaing untuk merengkuh kualifikasi ke final.

Sabar / Reza akan menjadi yang pertama berlaga. Tuan rumah sebagai unggulan kedelapan siap menghadapi pasangan dari Malaysia yaitu Man Wei Chong dan Kai Wun Tee yang merupakan unggulan ketujuh.

Man atau Kai tidak menjadi lawan baru untuk Sabar/Reza. Mereka sudah pernah bertemu sebanyak dua kali pada tahun 2024, yakni saat turnamen Indonesia Open dan Hong Kong Open. Setiap duel tersebut berujung seri kemenangan masing-masing satu kali, dengan pertandingan paling akhir dimenangi oleh atlet dari Indonesia tanpa harus memasuki partai penentuan ketiga.

Saat ini, pasangan Fajar/Rian sebagai unggulan keenam akan menghadapi unggulan kelima Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari China. Kedua tim ini sudah bertemu sebanyak dua kali tahun lalu, yaitu pada ajang Asian Games dan turnamen German Open, dimana kedudukan menunjukkan bahwa Fajar/Rian lebih sering memenangkan pertandingan tersebut.

Pemain bulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama (di sebelah kanan) serta Moh. Reza Isfahani sedang berlaga melawan pasangan dari Thailand yaitu Kittinupong Kedren dan Dechapol Puavaranukroh dalam pertandingan babak 16 besar Kejuaraan Bulu Tangkis Indonesia Terbuka 2025 yang diselenggarakan di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, tanggal 5 Juni 2025. Sumber: Tempo/Amston Probel

Jika kedua belah pihak berhasil meraih kemenangan, maka mereka dapat menghasilkan all Indonesian final Di kejuaraan BWF Super 1000 yang berlangsung di Istora Senayan, kedua pasangan tersebut menjadi sumber harapan akhir bagi tim Merah Putih guna meraih trofi di tanah air mereka. Hal ini disebabkan karena 19 atlet lain telah gagal melanjutkan perjalanan di kompetisi tersebut. Sebelumnya, juara Indonesia Open dari pihak tuan rumah berhasil diraih oleh ganda putra Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada tahun 2021.

China pasti akan mendapatkan perwakilan mereka dalam laga final setelah Han Yue berhadapan dengan Wang Zhi Yi pada babak semifinal tunggal putri. Para pemain yang bertarung untuk gelar tersebut adalah unggulan kedua dan keempat, keduanya bersaing keras agar dapat maju ke pertandingan akhir.

Dengan melihat catatan head-to-head kedua pemain tersebut, Wang Zhi Yi memiliki keunggulan dengan delapan kali kemenangan dari sebelas pertandingan. Dia telah meraih empat kemenangan berturut-turut dalam laga-laga terakhirnya dan yang paling baru adalah saat dia berhasil mengalahkan lawannya di Malaysia Masters 2025 bulan Mei lalu.

Satu di antaranya akan bersaing melawan sang juara yang berasal dari peraih gelaran nomor satu asal Korea Selatan, An Se Young, dan peserta unggulan tiga dari Jepang, Akane Yamaguchi. Dalam sejarah keduanya telah mempertemukan diri sebanyak 26 kali, dengan catatan pertandingan mendekati sama yaitu 12-14 bagi keuntungan Akane. Akan tetapi, dalam empat pertandingan terbaru, kedua atlet tersebut berhasil saling mengalahkan satu sama lainnya. Yang terkini adalah saat mereka berebut tiket di turnamen All England 2025 bulan Maret kemarin dimana An Se Young mampu meraih kemenangan hanya dalam waktu dua set saja.

Jadwal Babak Semi Final Pada Turnamen Indonesia Open Tahun 2025

Serangkaian laga babak semifinal akan digelar di Lapangan 1 Istora Senayan, mulai pukul 12.00 WIB, dan dapat ditonton secara langsung tersebut. MNCTV atau iNews TV, serta streaming Vision+.

Berikut Jadwal Pertandingan

Ganda campuran: Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand/6) vs Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia/2)

Putri tunggal: An Se Young dari Korea Selatan yang berperingkat 1 bertemu dengan Akane Yamaguchi dari Jepang yang berperingkat 3

Campuran ganda: Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) melawan Cheng Xing/Zhang Chi (Tiongkok)

Putri tunggal: Han Yue (Cina/4) melawan Wang Zhi Yi (Cina/2)

Ganda puteri: Li Yi Jing/Luo Xu Min (Cina/5) melawan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan ( Malaysia/4)

Putra tunggal: Chou Tien Chen dari Taiwan (peringkat 6) melawan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand (peringkat 2).

Ganda putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (Cina/1) melawan Baek Ha Na/Lee So Hee (Korea Selatan/3)

Putra tunggal: Shi Yu Qi dari Cina (peringkat 1) bertemu dengan Anders Antonsen dari Denmark (peringkat 3).

Ganda Putra: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia/8) melawan Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia/7)

Ganda putra: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia/6) vs Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan/5)

Jay Idzes: Lawan Melawan Jepang Adalah Pertandingan yang Kritis

   Tidak ada komentar     
categories: , , , ,

, JAKARTA - Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang dalam pertandingan terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pekan depan.

Kapten Timnas Jay Idzes optimistis Indonesia meraih kemenangan.

"Tentu saja (dengan penuh optimisme). Dari hari ini kita akan menumpukan perhatian pada pertandingan melawan Jepang," ungkap Jay setelah bertemu dengan Presiden Prabowo di Kertanegara, Jakarta, Jumat.

Walaupun tim nasional telah lolos ke babak empat, Jay menyebut bahwa timnas masih akan tetap berfokus untuk mendapatkan hasil yang optimal ketika bertemu dengan Jepang.

"Ada hambatan? Tidak sama sekali. Sudah pasti kami mengetahui bahwa besok adalah pertandingan melawan Jepang. Kami akan mempersiapkan diri dengan baik untuk laga terakhir, sebab ini merupakan pertandingan yang sangat penting," jelas Jay.

Tim nasional sepak bola Indonesia mengunjungi rumah pribadi Presiden Prabowo di Kertanegara pada hari Jumat sore sebelum terbang menuju Jepang.

Indonesia telah maju ke babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk wilayah Asia usai menumbangkan China dengan skor 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno lewat tendangan penalti dari Ole Romeny.

Di hari yang sama, Arab Saudi meraih kemenangan atas Bahrain dengan skor 2-0, sehingga menyingkirkan harapan negara tersebut untuk lolos ke Piala Dunia. (antara/jpnn)

Jay Idzes: Timnas Indonesia Siap Fokus Hancurkan Jepang

, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang pada pertandingan terakhir putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Suita City Stadium, Osaka, Selasa, 10 Juni 2025. Duel kedua kesebelasan dijadwalkan pukul 17.35 WIB.

Pelatih kepala tim Jay Idzes menyatakan bahwa tim nasional Indonesia tetap akan berfokus pada tantangan melawan Jepun walaupun telah memastikan tempat mereka di ronde keempat babak kelayakan. Dia percaya kuat bahawa pasukan dapat mencapai kemenangan semasa perlawanan sebagai jaringan. “Betul-betul (sikalnya) yakin. Sejak sekarang kita mulakan persediaan terarah untuk bertarung dengan Jepun,” katanya selepas bercuti bersama Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Jumaat, 6 Jun 2025, seperti dilaporkan. Antara .

Kemenangan atas Cina 1-0 berkat gol tunggal Ole Romeny dari tendangan penalti di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis, membuat skuad Garuda dipastikan finis di posisi empat besar Grup C. Bahrain dan Cina yang berada di bawahnya dengan nilai sama-sama enam poin, tidak bisa lagi mengejar perolehan nilai skuad Garuda yang kini berada di peringkat kedua dengan 12 poin dengan satu laga tersisa.

Indonesia pasti akan melaju ke babak ketujuh setelah Bahrain dikalahkan Arab Saudi dengan skor 0-2 di markas sendiri pekan lalu. Kekalahan tersebut membuat Bahrain tidak dapat memperoleh poin tambahan dan masih terpaku di posisi lima tabel klasemen grup.

Di satu sisi, Jepang yang memimpin klasemen Grup C dengan 20 poin, sudah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Sebelum menjamu Indonesia, tim Samurai Biru kalah 0-1 dari Australia di Optus Stadium, Perth, Kamis, 5 Juni 2025. Mereka kebobolan di menit ke-90. Hasil itu membuat Australia berada di urutan kedua dengan 16 poin menjelang laga terakhir putaran keempat.

Idzes mengaku tidak ada hambatan yang dihadapi timnas Indonesia. "Tentu saja kita tahu besok itu pertandingan melawan Jepang. Kami akan fokus bersiap untuk laga terakhir, karena ini juga pertandingan yang penting," ujar pemain yang kerap disapa Bang Jay oleh para pendukung skuad Garuda.

Indonesia memiliki kesempatan untuk menyelesaikan lomba di posisi ketiga apabila berhasil mengalahkan Jepang. Pasalnya, nilai mereka hanya berselisih satu angka dengan Arab Saudi yang menduduki urutan sebelumnya.

Categories

Cashback Diskon news sports Elektronik Mata Popok indonesia local news asia soccer commerce politics money Mulut health tournaments football clubs business financial markets food and drink world football players finance news cities and towns culture investing business news shopping transportation community investing news health tips economics health advice health and exercise retail disasters government health benefits incident fighting investing market news lifestyle motorsports police reports racing women's sports construction cooking diet and nutrition meteorology politics and government european football food culture health & fitness infrastructure nutrition tennis women animals contests and competitions europe gold healthy eating healthy living news media recipes technology cars crime eating habits events and festivals job merchandise mobile phones motor bikes motorcycle riding politics and law recreation and leisure activities roads travel travel destinations volleyball climate cuisine diabetes fashion & style fashion and style forecasting history home buying natural disasters nature online shopping religion safety security temperature tragedies weather forecasts workers arsenal fc asian food autos basketball beauty beauty tips car engines celebrities christmas gifts coaching controversies driving education eyewear felines financial services food science gift giving gift recommendations gifting ideas gifts hardware hotels investing company news journalism makeup martial arts medical conditions and diseases mobile technology music and lyrics nba novak djokovic outdoor activities payment processing personal finance saving spending personal finance shopping pets police and law enforcement precious metals promotions psychology psychology of everyday life racing drivers regulation relationships samsung galaxy phones scandals science smartphones society astrology astronomy astrophysics auto parts baking beauty products and cosmetics biographical films biology blood pressure boxing breaking news cargo cats celebrations celebrity gossip children children and families chronic conditions and diseases color schemes commodity markets consumer electronics contracts couples credit crimes cryptocurrency cryptocurrency investing decluttering dietetics documentaries e commerce educational systems emergencies emergency management employment entertainment entrepreneurship environmental disasters eye health family relationships and dynamics fashion & style fashion designers fish food preparation foodies fragrances furniture future of cryptocurrencies gender getting married health risks healthcare and medicine healthy weight loss heat heating horoscopes hypertension international news investing investing economy investors jewelry job interviews job opportunities jobs and careers kevin durant korean love and infidelity luggage manchester united manny pacquiao manufacturing marriage medicine and healthcare mma money management movies music musicians myanmar nasa new york knicks norway obituaries ophthalmology parent child relationships parenting perfumes personal finance pet advice & tips pet owners planning public education public health public health and safety real estate market referee remedies restaurants retailers romantic relationships rules and regulations running and fitness saving money schools scientific research seasonings skin care sleep advice social issues space exploration stress relief style sunglasses surgery technology trends thailand tiktok tottenham hotspur f.c. tourist attractions tourists travel advice tripadvisor tv ufc vitamins water sports wild animals women's fashion women's fashion and style work and pay