JAKARTA KOTA - Neal Petersen, eks pemain dari FC Groningen yang berasal dari Belanda, menceritakan pengalamannya secara mendetail, termasuk hubungan pertemanannya dengan Thom Haye dan pendapatnya mengenai sepak bola di Indonesia.
Cerita ini dikemukakan oleh Neal Petersen dalam sebuah wawancara khusus dengan Valentino Simanjuntak melalui saluran YouTube Jebreeet Media TV.
Pada suatu video yang menjadi perbincangan akhir-akhir ini, Neal Petersen nampak cemas ketika striker tim nasional Indonesia Ole Romeny melakukan tembakan penalti melawan gawang China.
Neal tidak tahan menyaksikan tendangan penalti itu tetapi sesudah mendengar teriakan para pendukung dan lihat bola masuk ke gawang, dia langsung berteriak sambil bergumam salam kepada penonton disekitarnya.
Petersen mungkin belum terlalu populer dalam dunia sepak bola profesional sekarang, tetapi dia memiliki cerita yang cukup menarik.
Pernah ada masa dia berkarir di skuad junior FC Groningen, sebuah klub yang telah mencetak namanya para atlet terkenal seperti Arjen Robben, Sergio Van Dijk (dulu pemain Persib Bandung), serta Virgil van Dijk.
Walaupun belum menyentuh puncak karirnya di tingkat profesional, pengetahuan Petersen tentang sepak bola Belanda sangat berharga.
Salah satu bagian menarik dari kisah Neal Petersen adalah ikatan persahabatannya dengan Thom Haye, pemain tengah untuk Almere City FC dan sekaligus salah satu tulang punggung tim nasional.
Petersen mengatakan bahwa Thom adalah salah satu teman paling dekatnya sejak kecil dan dia sangat mengenal pemain tim nasional sepak bola Indonesia itu.
"Kita berkembang bersama, bermain sepak bola sejak masih anak-anak. Ia teramat disiplin dan rajin bekerja," ujar Neal Petersen mengingat masa lalu.
Menurutnya, Tom Hye mempunyai kekuatan karakter dan profesionalisme yang tinggi sehingga menjadikannya sebuah anugerah besar untuk tim nasional Indonesia.
Neal juga menyatakan rasa kagumnya pada Indonesia, terutama kepada semangat olahraga sepak bola di sana yang sangat membara.
Dia kaget melihat seberapa besar antusiasme publik Indonesia terhadap sepak bola.
"Saya tak menyangka semangat untuk sepak bola di tempat ini sangat luar biasa. Di Belanda, orang memang menyukai olahraga tersebut, namun di sini seolah menjadi sebuah kepercayaan agama," ujarnya dengan tawanya.
Neal Petersen pun ikut menyumbang saran positif mengenai kemajuan sepak bola di Indonesia, negara dengan populasi sebesar 280 juta jiwa tersebut.
Dia yakin dengan dukungan yang sesuai dan manajemen profesional, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan utama di Asia.
Khususnya, dia mengungkapkan minatnya untuk berpartisipasi dalam proyek sepak bola Indonesia di kemudian hari.
Mengakhiri wawancara, Neal Petersen mengirimkan pesan yang mendalam bagi pemain sepak bola muda di Indonesia.
"Selalu jagalah imajinasimu, namun jangan sekali-kali melupakan usahamu dalam bekerja sehari-hari. Hanya bakat tak cukup, kedisiplinan, ketahanan mental, serta tekad untuk tetap mengasah pengetahuan lah yang akan membedakan diri Anda," katanya.
Wawancara dengan Neal Petersen membuka pandangan yang menarik tentang bagaimana interaksi pribadi dalam dunia sepak bola dapat memiliki dampak yang lebih besar.
Hubungan persahabatannya dengan Tom Haye serta minatnya dalam kemajuan sepak bola di Indonesia menjadi cerita yang menggoda.
Dengan cerita Neal, publik dapat menyaksikan semakin kuatnya hubungan antara sepak bola Belanda dengan Indonesia, menghadirkan potensi kerjasama yang menjanjikan untuk masa mendatang. (*)
Kiper tim nasional Indonesia Emil Audero beraksi saat menghadapi tim nasional Cina dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ketiga grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tanggal 5 Juni 2025. Tempo/M. Taufan Rengganis